http://www.gatra.com/internasional/usa/17921-bedebah-penghina-islam-ternyata-residivis
Bedebah Penghina Islam Ternyata Residivis 
Wednesday, 19 September 2012 00:49 

 
Demo mengutuk Film 'Innocence Of Muslims' (FOTO ANTARA/Agus Bebeng)
Heboh film 'Innocence of Muslims' akhirnya merembet ke Indonesia. Meski tak 
sebrutal di Mesir dan Libya, aksi demo ormas Islam di Indonesia pada Senin 
(17/9/2012) juga memakan korban. Setidaknya ada 11 anggota Kepolisian terluka 
saat mengamankan aksi unjuk rasa yang berujung bentrok tersebut. 
Dalam aksi demo 2 hari lalu itu, kurang lebih 400 masa turun menyuarakan 
aspirasi mereka. Organisasi gabungan yang terdiri dari FPI, DFDI, HDI, KISDI, 
GARIS berkumpul di bundaran Hotel Indonesia, kemudian melakukan long march ke 
Kedubes AS.

Di depan Kedubes AS, aksi berujung rusuh. Polisi lalu mengamankan 4 orang yang 
diduga menjadi procokator. Namun, sehari kemudian, keempatnya dibebaskan karena 
tidak terbukti menjadi bagian dari pelaku kerusuhan.

Kemarahan massa demonstran tersulut oleh Film berjudul 'Innocence of Muslims' 
yang memuat penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Dengan durasi selama dua 
jam, film tersebut menggambarkan Nabi sebagai seorang penipu, lelaki hidung 
belang yang lemah dan gemar melakukan pelecehan seksual terhadap anak (pedofil).

Film tersebut disutradarai oleh seorang yang mengaku Yahudi berumur 56 tahun 
bernama Sam Bacile. Penggarapan film melibatkan 59 aktor dan 45 orang kru. Sang 
sutradara semula disebut-sebut seorang warga Amerika keturunan Yahudi.

Belakangan diketahui, ia bernama asli Nakoula Basseley Nakoula. Setelah film 
buatannya membakar amarah penduduk Arab, terutama mesir dan Libya, hingga 
menyebabkan kematian beberapa orang, si Yahudi itu langsung lari terbirit-birit 
dan bersembunyi entah dimana. Dia menjauhkan diri dari lingkungan sosialnya. 
Berbagai pihak mencoba menelusuri identitas dan keberadaan produser yang semula 
disebut-sebut bernama Sam Bacile, seorang Yahudi anti-Islam.

Wall Street Journal (WSJ) dalam sebuah artikelnya mencoba menelusuri produser 
film yang ketika itu asal-usulnya masih misterius. Selasa pekan lalu lalu, WSJ 
berhasil menghubungi Sam Bacile melalui telepon. Kepada WSJ dia mengaku berumur 
52 tahun dan warga negara Amerika keturunan Israel. Dia juga terang-terangan 
mengaku anti Islam, bahkan menyebut agama ini sebagai 'kanker peradaban'.

Rupanya dia berbohong. Dalam catatan pemerintah Amerika dan Israel, tidak ada 
warga mereka bernama Sam Bacile. Media di AS yang menelusuri riwayat Bacile, 
belakangan mengungkapkan bahwa dia juga ternyata bukan seorang Yahudi, 
melainkan seorang keturunan Arab. WSJ melacak nomor telepon Bacile, dan 
ternyata dia beralamat di Cerritos, California. Di alamat itu, tertera nama 
penghuninya bukan Bacile, melainkan Nakoula Basseley Nakoula, seorang produser 
film.

Kepada salah satu awak media, Nakoula pernah membantah bahwa dia adalah Bacile. 
Namun pada Sabtu (14/9/2012) malam, pria yang tinggal di kota Cerritos, negara 
bagian California, Amerika Serikat, itu menyerahkan diri. Ia dijemput dari 
kediamannya oleh sherif setempat. Dia pun minta diinterogasi aparat keamanan 
federal Amerika.

Digiring petugas, Nakoula berjalan menuju mobil dengan wajah rapat ditutup 
topi, syal, serta kaca mata hitam. Dia rupanya tak mau wajahnya dikenali orang. 
"Dia tidak pernah diborgol. Itu semua sukarela," kata juru bicara Departemen 
Sherif Los Angeles, Steve Whitmore, seperti diberitakan Reuters, Minggu 
(15/9/2012).

Para pejabat AS mengatakan bahwa pihak berwenang tidak memeriksa Nakoula 
terkait filmnya yang dianggap telah menghina Nabi Muhammad dan Islam itu. 
Memproduksi film--meski memicu aksi kekerasan--tidak dianggap sebagai kejahatan 
di Amerika Serikat. Negeri Paman Sam memiliki undang-undang yang kuat 
melindungi prinsip kebebasan berbicara dan berekspresi.

Aparat akan menyelidiki Nakoula atas kasus penipuan bank yang dilakukannya. 
Nakoula telah mengaku bersalah atas penipuan bank pada tahun 2010. Untuk itu, 
dia telah dijatuhi hukuman 21 bulan penjara dan lima tahun masa percobaan. Ia 
dituduh curang karena membuka rekening bank dan kartu kredit dengan menggunakan 
nomor jaminan sosial yang tidak cocok dengan nama pada aplikasi.

Nakoula dibebaskan pada Juni 2011, di musim panas itu dia lalu membuat film 
Innocence of Muslims. Film yang trailernya berdurasi 13 menit itu diunggah di 
YouTube dan beredar luas di Internet.

Akibat film tersebut, unjuk rasa besar-besaran pecah di berbagai negara. 
Beberapa di antaranya dibarengi aksi kekerasan. Konsulat AS di Benghazi, Libya, 
pada 11 September 2012 lalu dirusak dan dibakar massa. Duta besar AS, 
Christopher Stevens dan tiga pejabatnya tewas diserang demonstran.

Dari Libya, unjuk rasa menyebar ke negara-negara lain di Timur Tengah dan 
Afrika. Para demonstran juga merusak kedutaan besar Amerika Serikat dan 
menyerukan slogan-slogan anti AS. Kabar terakhir menyebutkan, korban tewas 
telah mencapai 17 orang. Ratusan lainnya luka-luka.

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton menegaskan bahwa pemerintah AS tidak ada 
hubungannya dengan film konyol itu. Meski dibuat oleh warga negara AS, Hillary 
menyatakan dia termasuk orang yang menentangnya. "Kami benar-benar menolak isi 
dan pesannya," tegasnya. Ia menambahkan, "Bagi kami, dan bagi saya pribadi, 
video itu sangat menjijikkan dan tercela. Tampak jelas sekali itu memiliki 
tujuan yang sangat sinis, yakni merendahkan agama dan memancing kemarahan."

Siapakah si bedebah Nakoula? Kepada media yang menghubunginya saat bersembunyi, 
ia mengaku sebagai Yahudi Israel. Namun belakangan diketahui, Nakoula adalah 
warga Amerika Serikat berdarah Mesir. Pria yang lahir 55 tahun lalu itu tinggal 
di kota Cerritos, di negara bagian California, AS.

Patut dicatat, meski beragama Kristen Koptik, dia bukanlah seorang umat Kristen 
yang saleh. Dia sejatinya seorang kriminal. Nakoula pernah beberapa kali 
tersandung masalah hukum. Pada Maret 1997, misalnya, dia pernah ditahan kantor 
Sherif Los Angeles lantaran didakwa memproduksi metamfetamin.

Mengaku bersalah, Nakoula dijatuhi hukuman satu tahun penjara dan tiga tahun 
masa percobaan pada 3 November 1997. Kantor Kejaksaan mengatakan, dia melanggar 
masa hukuman percobaannya pada 8 April 2002 dan kembali dijebloskan ke bui 
selama satu tahun.

Pada 2010, dia terlibat penipuan bank, kasus yang kini dijadikan alasan aparat 
AS untuk menahan dan memeriksanya. (HP)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke