The Innocence of Muslims terjemahan bahasa gaulnya adalah "Blo-onnya Muslims". 
Film murahan yg sangat menghebohkan tsb. membuat banyak umat Islam kaget, 
marah, beringas dan nekad untuk membakar, membunuh siapa saja yg mereka anggap 
membawa aib ke Islam.
 
Si pembuat film tsb. menamakan film itu sedemikian karena dia haqul-yakin bhw 
sebagian besar umat Islam itu sangat ''innocencent'' artinya tidak mendusin bhw 
buanyak hal2 yg menjadi dasar ajaran Islam itu tidak spt yg mereka kenal. 
Begitu juga perilaku Nabi yg ''sangat pengampun itu'' ternyata sama-sekali 
tidak demikian tapi bahkan pendendam.
 
Keganasan reaksi thdp film tsb. tidak lain disebabkan kesadaran dari 
ke-blo-on-an mereka sendiri. Ketika mereka melihat peragaan dari ajaran serta 
teladan perilaku Nabi Junjungan, mereka menjadi kalap, menjadi hilang pikiran 
sehat (yg terbukti sering mereka idap) dan sangat malu! Seperti biasa knee-jerk 
reaction mereka ialah 'Bakar, bunuh penggal leher!'' siapa saja yg remotely 
associated (real or imagined) dengan 'penghinaan' tsb.
 
Bayangkan mereka baru mendusin bhw yg mengukuhkan kenabian Muhammad ibn 
Abdullah bukanlah nabi2 yg terdahulu, tapi bini beliau si Khadijah! Dengan 
membuka pakaiannya, Khadijah bertanya apakah sang suami masih tetap melihat 
mahluk halus yg mnrtnya menghantuinya. Ketika mahluk halus itu lenyap. Khadijah 
meyakinkan beliau bhw mahluk halus itu adalah malaikat. Karenanya beliau itu 
bukan didekati iblis tapi malaikat. Kongklusi Khadijah, sang suami itu bener2 
nabi! Ruar biasa!
 
Legend bhw Nabi Junjungan itu orang yg sangat pengampun terbukti tidak benar. 
Ditunjukkan dlm film itu bgmn seorang penyair perempuan yg berani tidak 
menerima ajaran Islam dan menolak kenabian Muhammad ibn Abdullah dihukum (tidak 
diampuni!) dengan sangat keji. Kakinya masing2 diikat dan ditambatkan pada 2 
onta. Kedua onta tsb. kemudian didera dan lari ke arah yg berlainan sehingga 
hasilnya si pengkritik Sang Nabi badanya terbelah. 
 
Masih banyak lagi ''bukti2'' yg disajikan oleh pembuat film yg berdasarkan 
sumber otentik dari Qurán dan hadist. Maka dari itu ''innocence'' umat Islam 
tercerahkan. Ke-blo-on-an mereka terungkap. Reaksi yg terjadi (sangat 
predictable) ialah keganasan, kekejian, ketidak masuk akal-an dan marah yg luar 
biasa. (Dlam hati mereka ada reaksi yg sangat kuat berkecamuk ialah MALU!)
 
Gabriella
 
 
 
 

________________________________
 From: siap murtad <[email protected]>
To: proletar milis <[email protected]> 
Sent: Monday, 1 October 2012 1:02 AM
Subject: [proletar] Film “The Innocence of Moslems” Yang Menghebohkan – 
Pembunuhan Fatimah bint Rabiah
  

 
   
 
Salah Satu Adegan Dalam Film “The Innocence of Moslems” Yang Menghebohkan – 
Pembunuhan Fatimah bint Rabiah
“Muhammad memerintahkan Zayd bin Haritha untuk membunuh Fatimah, yang dikenal 
sebagai Umm Qirfa. Dia membunuhnya dengan sadis yaitu dengan cara mengikat 
kedua kakinya dengan dua tali yang diikat pada dua unta. Dia memaksa unta 
tersebut berlari ke arah yang berlawanan sehingga perempuan itu  robek menjadi 
dua bagian.” 
 
"The Innocence of Moslems" versi lengkap bisa anda lihat di sini
Kisah Fatimah bint Rabi’a
Fatima bint Rabi’a adalah wanita dipakai sebagai contoh karena harkat dan 
martabatnya. Dia menolak untuk mengakui Muhammad sebagai seorang nabi, malahan 
mengutuknya. Dan Muhammad, nabi yang dianggap pengampun, ternyata tidak 
melupakan orang ini. Ketika Muhammad menginvasi suku Bani Fazara, dia membunuh 
sebagian besar rakyatnya tetapi mengambil Fatimah bint Rabi’a sebagai tawanan 
bersama dengan anak perempuannya. Muhammad memerintahkan agar Fatimah itu 
disiksa, sebagaimana yang ditulis oleh Al-Athir dalam buku-nya.(1) Dan apa yang 
ditulisnya? O, tidak terucapkan (!), yaitu wanita tersebut yang adalah nenek 
tua yang berusia 70 tahun itu, harus menghadapi Muhammad yang  memerintahkan 
satu dari budak yang cacat fisik untuk memperkosa anak perempuan dari si nenek 
tersebut di depan dirinya!
Setelah budak tersebut selesai melakukan perbuatannya yang najis, Muhammad 
masih memanggil Zayd bin Haritha dan memerintahkannya untuk menuntaskan 
pembunuhan terhadap Fatimah, walaupun banyak orang meminta pengampunan untuk 
dirinya. Al-Tabari menulis: “Muhammad memerintahkan Zayd bin Haritha untuk 
membunuh Fatimah, yang dikenal sebagai Umm Qirfa. Dia membunuhnya dengan sadis 
yaitu dengan cara mengikat kedua kakinya dengan dua tali yang diikat pada dua 
unta. Dia memaksa unta tersebut berlari ke arah yang berlawanan sehingga 
perempuan itu  robek menjadi dua bagian.”(2)
Betapa menjijikkan pembunuhan itu! Tuhan manakah yang dapat mengilhami 
seseorang untuk melakukan hal tersebut, dan tetap harus disebut sebagai Tuhan 
yang ”Maha Pengasih dan Maha Penyayang?” Bagaimana Muslim bisa mempercayai 
bukan saja kebohongan dan kepalsuan  Muhammad, tetapi juga kekejamannya?! 
Jangan lupa bahwa kekejaman seperti itu berkali-kali dilakukan dalam setiap 
kesempatan sehabis perangnya Muhammad.
Betapa jauhnya perbuatan nabi besar itu dari ajaran Yesus dari Nazaret, yang 
rela mengampuni mereka yang mengolok bahkan menganiaya dan menyalibkan diriNya, 
dan yang dibalas oleh Yesus dengan meminta pengampunan atas dosa mereka kepada 
Bapa-Nya.

Artikel ini diambil dari buku: “Christ-Mohammed and I” karangan Mohammed Al 
Ghazoli (mantan Muslim, dan mantan sekretaris Presiden Libya Moammar Khadafi)
  1. Lihat The Perfect in Histroy oleh Al-Athir, Vol. II, hal. 142.
  2. The history of Nations and Kings oleh Al-Tabari, Vol. II, hal. 127.
 
Sumber Artikel: Bacabacaquran.com

* Why Thousands of Muslims Converting to Christianity
* Firaun Dalam Qur’an Dan Mujizat-Mujizat Lainnya
* Video Tandingan: Innocence Christians
* Apakah Muhammad Memperkosa Safiyah?
* Salah Satu Cuplikan Film “The Innocence of Moslems” – Pembunuhan Kinana Demi 
Mendapatkan Harta Dan Isterinya Yang Cantik
* Adegan Dalam “The Innocence of Moslems” – Menzinahi Pembantu Di Ranjang 
Isteri Sendiri
* Salah Satu Adegan Dalam Film “The Innocence of Moslems” Yang Menghebohkan – 
Pembunuhan Fatimah bint Rabiah
* Salah Satu Adegan Dalam Film “The Innocence of Moslems” Yang Menghebohkan – 
Membatalkan Adopsi Karena Hasrat Menikahi Menantu
* Sebuah Tantangan Berani Atas Syariah Yang Ada di Mesir
* Salah Satu Adegan Dalam Film “The Innocence of Moslems” Yang Menghebohkan – 
Testing Kenabian Muhammad

[Non-text portions of this message have been removed]

   
      

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke