Islam itu sedang karam, juga dari Serambi Makkah... Dan bukan hanya dari daerah "alim" lain di Sumatera, yaitu Alam Minanngkabau.
Alex Aan ditahan dan dihukum, tapi arus kecerdasan tidak bisa dihambat oleh Majelis Ulama Indonesia.. Islam sedang karam. Dan karamnya dipercepat oleh internet. --- In [email protected], siap murtad <islamic.invasion@...> wrote: > > Muak dengan Aturan Syariah Islam: Mirza Alfath Dituduh Menghina Islam > > > LHOKSEUMAWE â" Mirza Alfath S, SH. MH., dosen Fakultas Hukum Universitas > Malikussaleh diduga sering melecehkan atau menghina Islam lewat akun facebook > atas nama Mirzanovic Alfathenev. Pada Selsa malam, 20 November 2012,  massa > melampiaskan amarah dengan melempar batu ke rumah Mirza di Lhokseumawe. > > Sejauh ini belum diketahui pasti penyebab Mirza menjadi sasaran amuk massa. > ATJEHPOSTcom yang mencoba melacak akun facebook Mirzanovic Afathenev, tidak > dapat mengakses seluruh informasi di facebooknya, lantaran belum terhubung > dalam jaringan pertemanan. Satu-satunya informasi yang bisa dibaca hanya > keterangan tentang diri pemilik facebook yang menggambarkan dirinya dalam > kalimat begini,âAku bukanlah seseorang yg cerdas & idealis. Aku hanya ingin > menjadi seseorang yang dapat berbuat sesuatu bagi kemaslahatan manusia, > meskipun itu sangat kecil. Bagiku tak ada kebenaran mutlak, yang ada hanya > perspektif yang dibangun dengan argumentatif.â > > Menurut sejumlah sumber menyebutkan, selama ini Mirza Alfath aktif dalam > forum Kajian Filsafat Hukum dan Gerakan Hukum Kritis, group diskusi di > internet. Beberapa pernyataan atau komentar dari pemilik akun facebook > Mirzanovic Afathenev dalam group diskusi itu, yang berhasil diperoleh > ATJEHPOSTcom, antara lain: > > Dalam pernyataan Mirzanovic Afathenev pada 3 Juli 2012 pukul 15.10, tertulis: > âHukum Syariah jelas banyak sekali kelemahan dan kekurangan, ia sudah tidak > layak lagi dipertahankan bagi manusia modern dan masyarakat maju. Hukum > syariah hanya cocok pada jamannya ketika manusia masih minim ilmu > pengetahuan. Salah satu kelemahan syariah Islam adalah bahwa hukum-hukumnya > tidak pernah memperkenankan âbukti-bukti lapanganâ dan ilmu pengetahuan > dalam mengambil keputusan hukum, ia hanya bersandar pada saksi-saki yang > ter-reputasi, misalnya dalam kasus pemerkosaan, âkorban harus membawa 4 > orang saksi yang melihat langsung untuk menjatuhi hukuman kpd tersangka â. > Sementara dalam kasus perzinahan, perempuan hamil cukup dijadikan bukti > perzinahan telah terjadi untuk di rajam (meskipun hukum rajam sendiri tidak > diatur dalam Al-Quran). Adakah keadilan dalam hukum Allah yang katanya Maha > Adil itu?â > > Pada 21 September 2012, Mirzanovic Afathenev menulis: âDi dalam filsafat > hukum dan teori hukum, Keadilan dan kemanusiaan merupakan inti, sekaligus > tujuan utama dari hukum (disamping tujuan kepastian dan kemanfaatan). Bahkan > di dalam filsafat hukum baik oleh filosof dan teolog, teori keadilan kerap > bersumber atau berpusat pada Tuhan (misalnya dalam teori hukum alam/kodrat > maupun teori etis). Begitu juga di dalam Putusan hakim, selalu diawali dengan > kalimat demi keadilan yang berdasarkan Ketuhan yang Maha Esa. Atas dasar itu, > saya sendiri tidak pernah mempermasalahkan orang di luar disiplin ilmu hukum > membicarakan tentang hukum, karena hukum sejatinya adalah untuk manusia > (rakyat/masyarakat). Keadilan itu sendiri juga milik semua orang, meskipun > keadilan itu sendiri belum dapat dimaknai secara utuh dan pasti (relatif), > bahkan dianggap mitos. Tapi entah mengapa banyak orang yang protes, jika > orang seperti saya membahas dan membicarakan Tuhan dan agama > (yang kerap bersinggungan dengan keadilan dan kemanusiaan), dengan argumen > karena itu bukan keahlian sarjana hukum seperti anda. Klu memang tidak ada > yang berhak membicarakan agama dan Tuhan selain ahlinya yakni > agamawan/Rohaniwan (Ulama, pastor, bikshu, rahib, pendeta dsb) ataupun para > sarjana agama (teolog). Lantas pertanyaannya apakah semua mereka2 itu orang > yang paling paham dan paling ahli tentang Tuhan dan ajaran agama? Bukankah > semua manusia cuma bisa berimaginasi tentang Tuhan melalui keyakinan dan > kepercayaannya yang juga bersifat relatif? Klu manusia seperti saya tidak > berhak membicarakan Tuhan dan Agama, itu artinya Tuhan dan agama bukanlah > untuk manusia, atau klu pun ia untuk manusia, hanya untuk manusia tertentu. > Jadi berhentilah membodohi manusia seperti saya yang dianggap tak paham Tuhan > dan agama itu  â. > > Ada pula pertanyaan yang ditulis oleh Mirzanovic Afathenev pada 17 November > 2012, yang kemudian dia ikut mengomentari setelah ada tanggapan dari peserta > group itu. Mirzanovic Afathenev menulis: âMenurut teman2 apakah kitab suci > itu layak dijadikan referensi dlm penulisan karya ilmiah?â > > âApakah kitab suci produk logis dan terbukti ilmiah? sy kira tidak semua > isi kitab suci ilmiah. Kecuali ada bukti2 keilmiahannya serta ada bukti > arkeologis. Gak usah contoh yg ghaib2 dulu. Sy mau kasih contoh ada ayat pra > islam masy arab adalah jahiliyah, mana buktinya masy arab jahiliyah pra > islam? Menyembah berhala ala pagan bukan berarti bar2 dan tidak beradab dan > tdk punya tatanan. Apa betul arab pra islam suka membunuh dan mengubur bayi > perempuan hidup2? Tak ada bukti arkeologis apapun. Kita tahu dan sdh terbukti > scr ilmiah masy arab adalah partiarkis, meskipun mrk kurang menghormati > perempuan, tp perempuan di arab adalah aset yg berharga, mrk jd objek waris, > jd budak, termasuk budak seksual yg diperjualbelikan, jd tdk logis bangsa > arab pra islam membunuh bayi perempuan. Klu pun bayi perempuan di bunuh, > habis generasi dan keturunan arab, krn yg tinggal cuma pria. Jd itu logis dan > terbukti scr ilmiah atau cuma dogma saja? > > âItu blm masalah sains ilmiah dlm kitab. Bumi datar dalam bible > terbantahkan, matahari tenggelam dlm laut yg berlumpur hitam sebagaimana dlm > quran jg sama sekali tdk ilmiah, dan tdk layak jd referensi ilmiah. Blm lagi > agama itu masuk dlm kriteria ilmu pengetahuan yg ilmiah? Atau ia bs jd objek > ilmu pengetahuan?â > > âKlu bgt, agama tdk ilmiah, belum bisa di buktikan produk Tuhan, bisa jd > produk manusia magis, tdk logis..jd, sy setuju dgn bu wila, kitab suci hanya > bisa jd referensi ilmu agamaâ¦â.[] > > > > LHOKSEUMAWE â" Rumah Mirza Alfath, dosen Fakultas Hukum Unimal, di Keude > Aceh, Lhokseumawe, tiba-tiba menjadi sasaran kemarahan massa, menjelang dan > usai waktu Magrib, Selasa, 20 November 2012. Massa melempar batu ke rumah > Mirza lantaran dosen ini diduga sering melecehkan atau menghina Islam lewat > akun facebook atas nama Mirzanovic Alfathenev. Siapa sebenarnya Mirza Alfath? > > âMirza putra Lhokseumawe, usianya sekitar 37 tahun. Dia masih aktif sebagai > dosen FH Unimal,â kata seorang dosen Unimal yang mengaku pernah jadi kawan > dekat Mirza Alfath saat dihubungi ATJEHPOSTcom, Rabu siang, 21 November 2012. > > Mirza meraih sarjana hukum di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogjakarta. > Lalu Mirza meraih gelar magister hukum di Universitas Padjadjaran Bandung. Di > Unimal, kini dia tercatat sebagai dosen Fakultas Hukum yang sudah berstatus > PNS. > > Mirza, kata seorang temannya, ikut mendirikan Gerakan Perubahan Kampus (GPK) > Unimal pada masa Rektor Unimal periode lalu. Ketika itu para dosen Unimal > yang tergabung dalam GPK sangat konsen mengkritisi kebijakan pihak rektorat > yang dinilai sarat indikasi penyimpangan dalam tata kelola kampus. > > âPada 2010 hingga pertengahan 2011, Mirza juga aktif dalam berbagai seminar > dan diskusi publik tentang korupsi, juga masalah HAM. Waktu itu dia sangat > peduli dengan masalah-masalah yang dialami masyarakat akibat ketidakadilan > pemerintah. Argumen-argumen Mirza cukup cerdas dan kritis,â kata Rusyidi > Abubakar, dosen FE Unimal yang juga tergabung dalam GPK. > > Penilaian sama disampaikan DR M Nazaruddin, juga penggagas lahirnya GPK > Unimal. âDulu semasa masih aktif dalam berbagai diskusi forum GPK Unimal, > Mirza cendrung berpihak kepada masyarakat yang terzalimi, > pandangan-pandangannya cukup kritis menyoroti kinerja pemerintah dan aparat > penegak hukum,â katanya. > > > > Namun selama sekitar setahun terakhir, kabarnya Mirza lebih sering > menyendiri. Bahkan ketika berada di depan laptop, Mirza menghabiskan waktu > sampai berjam-jam untuk bersama facebooknya. > > âPernah dia duduk di kantor kami dari pagi sampai menjelang malam hanya > bermain facebook saja, entah apa yang dibuatnya dalam waktu yang cukup lama > itu,â kata seorang aktivis dari salah satu LSM di Lhokseumawe. > > Rusyidi Abubakar dan Nazaruddin mengaku tidak tahu persis mengapa selama > sekitar setahun belakangan, kebiasaan Mirza mulai berubah seperti itu. Para > dosen ini menolak mengomentari  soal pernyataan-pernyataan Mirza di > facebook. Sebab berkaitan dengan masalah aqidah dan keimanan yang dinilai > sebagai suatu hal yang sensitif. > >  âHerannya saya, dulu dia malah enggan kalau diajak diskusi tentang agama, > kata dia itu bukan bidangnya, tapi belakangan jadi sebaliknya, dia buat > pernyataan di-fb tentang agama,â kata seorang teman Mirza. > > Mirza yang memakai  akun facebook atas nama Mirzanovic Alfathenev selama ini > juga aktif dalam forum Kajian Filsafat Hukum dan Gerakan Hukum Kritis, grup > diskusi di internet. > > âDalam setiap diskusi di grup itu, pikiran-pikiran Mirza soal kebijakan dan > kinerja pemerintah, aparat penegak hukum dan instansi lainnya masih lumayan > kritis. Namun kadang-kadang dia masuk ke wilayah agama dengan > komentar-komentarnya yang mengundang kontroversi, ini yang kita sayangkan,â > kata seorang dosen Unimal. > > ATJEHPOSTcom yang mencoba melacak akun facebook Mirzanovic Alfathenev, tidak > dapat mengakses seluruh informasi di facebooknya, lantaran belum terhubung > dalam jaringan pertemanan. Satu-satunya informasi yang bisa dibaca hanya > keterangan tentang diri pemilik facebook yang menggambarkan dirinya dalam > kalimat begini,âAku bukanlah seseorang yg cerdas & idealis. Aku hanya ingin > menjadi seseorang yang dapat berbuat sesuatu bagi kemaslahatan manusia, > meskipun itu sangat kecil. Bagiku tak ada kebenaran mutlak, yang ada hanya > perspektif yang dibangun dengan argumentatif.â [yas] > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
