Semua peradaban dunia, peradaban yang sampai saat ini masih bisa kita 
temui,masih kita rasakan keberadaannya dan pengaruhnya, dilihat dari segi  
budaya, segi ilmu pengetahuan , tidaklah berlebihan bahwa peradaban dunia ini 
berasal dari bangsa2 yang menghuni daerah2 yang beriklim sub tropis.
   Bahkan kebudayaan yang mewakili Islam bisa kita pilah2 dari sejarah, 
kebudayaan tinggi (the golden age of Islam) lahir daerah yang sekarang dikenal 
sebagai Turki. Di zaman imperium Ottoman, selain daerah pengaruhnya mencapai 
perbatasan2 negara Eropah, juga soal kebudayaan, hukum , ekonomi dan ilmu 
pengetahuan masih bisa kita rasakan pengaruhnya sampai saat ini.
  Ilmu kedokteran yang dipelajari secara ilmiah terjadi di Baghdad. Negarawan 
besar seperti Saladin the Great juga berasal dari , yang sekarang dikenal Iraq. 
   
  Tidak bisa dilewatkan disini pengaruh negara2 Tiongkok dan India, mereka  
pegang peranan pula dalam kebudayaan dunia dengan implikasi2nya yang sampai 
saat ini masih berlaku.
   
  Sekarang di era abad ke 21 ini kebudayaan dan segala kemajuan manusia bisa 
dikatakan berasal dari per-tama2 negara2 Eropah,USA, atau negara2 Barat. 
   
  Apabila anda simak dan perhatikan, semua kemajuan manusia sepanjang abad 
datangnya dan dirintis oleh negara2 yang bermukim di daerah subtropis.
   
  Apakah ada hubungan dan korelasinya antara penduduk dan tempat tinggal mereka 
beserta iklim di tempat2 itu?
   
  Rupanya suatu hipotese muncul bahwa korelasi kemajuan manusia itu tergantung 
atau di topang oleh iklim dimana manusia atau bangsa itu tinggal. Alam/iklim 
subtropis dimana ada pergantian 4 macam musim dalam setahun, se-olah2 memicu 
penduduk ,manusia dan bangsa yang mendiami daerah ini untuk jauh2 hari 
meng-antisipasi dan menyesuaikan kondisinya dengan perubahan iklim. Manusia dan 
orang2 "semacam" ini akan dipicu kegiatannya untuk lebih memikirkan bagaimana 
menghadapi "rintangan" dalam kehidupannya, untuk bisa menyesuaikan kondisinya 
dengan perubahan iklim. Kegiatan akan lebih banyak ketimbang orang2 yang 
berdiam di daerah dengan iklim, misalnya di daerah tropis yang hanya punya 2 
perubahan iklim dalam setahun. Apakah IQ manusia yang mendiami daerah 
subtropika ini bisa dikatakan "tertempa" sepanjang evolusi dan menghasilkan 
manusia unggulan ketimbang orang yang berdiam di daerah dan beriklim lain?
   
  Kesampingkan apakah hipotese diatas itu benar atau tidak nantinya, tapi yang 
jelas yalah: manusia dan bangsa yang berdiam di negara2 subtropis, dalam 
penelitian sejarah memang terbukti lebih maju dalam banyak hal ketimbang 
negara2 yang terletak di daerah tropis. Manusia dan bangsa yang bermukim di 
daerah tropis selain hanya mengalami 2 musim dalam setahun, dalam hipotese 
dikatakan mereka ini kurang giat berkiprah untuk memikirkan lebih panjang 
bagaimana memajukan kelestariannya, apalagi yang hidup di-alam yang dikurnia-i 
dengan natural resources yang melimpah. Ambisi untuk maju terhalang dan orang 
jadi malas untuk lebih giat mengantisipasi kehidupannya di masa depan.
   
  Suatu hipotese yang tidak mudah di tangkis karena perjalanan sejarah 
membuktikan bahwa memang manusia asal dari daerah2 subtropis itu lebih maju 
ketimbang manusia yang hidup di daerah tropis.
   
  Harry Adinegara

                
---------------------------------
On Yahoo!7
  Messenger: Make free PC-to-PC calls to your friends overseas. 

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke