CENDRAWASIH POS

Jumat, 31 Maret 2006








































































































Jaminan Keamanan Dipertanyakan 



Menyusul aksi penembakan mahasiswa di jalan Buper, Waena, Selasa (28/3) malam 
lalu, mengundang reaksi dan perhatian serius dari sejumlah anggota Dewan 
Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) dan mahasiswa. Mereka mempertanyakan pernyataan 
dan jaminan keamanan yang pernah diutarakan Menkopolhukam Widodo AS dan Kapolda 
Papua Irjen Pol.Drs.Tommy T Jacobus. 

"Sebagai wakil rakyat, kami merasa prihatin dan sangat menyesalkan adanya 
tindak kekerasan seperti ini, mengingat beberapa waktu lalu pasca bentrok kasus 
abepura itu, Kapolda sendiri sudah memberikan jaminanan keamanan bagi seluruh 
masyarakat terutama mahasiswa, namun kenapa aksi penembakan bisa terjadi 
lagi,"kata Anggota Komisi E DPRP, Yosephina Pigay,S.Sos, kepada Cenderawasih 
Pos, Rabu (29/3). 

Yosephina mengutuk keras tindakan aksi penembakan itu. Pihaknya juga meminta 
kepada Kapolda untuk segera dapat mengungkap siapa aktor di balik aksi ini 
dengan menangkap dan memproses pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku. ''Jika 
persoalan ini tidak segera diungkapkan dengan trasparan kepada masyarakat, 
jelas dapat menimbulkan dampak negatif. Bukan saja bagi daerah ini, tetapi juga 
bangsa dan negara ini,"tegasnya. 

Hal serupa diungkapkan anggota Komisi A DPRP Ramses Walli. Menurutnya, Polda 
Papua harus bekerja serius untuk mengungkapkan kasus ini, sehingga para 
pelakunya dapat diproses sesuai hukum yang berlaku. 

"Kami sangat menyesalkan adanya kasus penembakan ini, pasalnya di saat semua 
pihak baik pemerintah daerah maupun segenap komponen masyarakat sedang berusaha 
keras memulihkan kembalikan kondisi keamanan Papua yang nyaman dan kondusif 
pasca kasus bentrok Abepura beberapa waktu lalu, tapi masih ada pihak-pihak 
yang berusaha dengan sengaja mengacaukan daerah ini,"ujarnya. 

Untuk itu, kepada pihak kepolisian khususnya Polda Papua diminta agar dapat 
segera mengungkapkan apa motif dan siapa pelaku kasus penembakan ini, sehingga 
kondisi kemananan di Papua yang sudah mulai kondusif ini tetap terjaga. 

Bukan hanya Yosephina dan Ramses Walli, anggota komisi A DPRP lainnya, Henny 
Aroboya juga mengutuk tindakan penembakan ini. Dirinya juga meminta agar pihak 
kepolisian segera mengungkap pelaku penembakan ini. "Kapolda harus segara 
mengungkap siapa pelaku penembakan, sehingga dapat diproses sesuai dengan hukum 
yang berlaku,"ujarnya. 

Dalam kesempatan yang berbeda Ketua Badan Pengawas Organisasi (BPO) Asosiasi 
Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Se-Indonesia (AMPTI), Diaz Gwijangge 
mengatakan, dengan tertembaknya wisudawan Uncen, Asyo Richard, maka sangat 
jelas bahwa jaminan keamanan kepada rakyat Papua terutama mahasiswa pasca 
bentrok aparat keamanan dan massa di depan kampus Universitas Cenderawasih pada 
tanggal 16 Maret lalu itu, semu. "Suatu tindakan yang tidak manusiawi dimana 
mahasiswa FISIP Universitas Cenderawasih yang baru saja diwisuda pada pagi 
harinya dan 6 jam kemudian ditembak," kata Diaz. 

Ia sangat menyesalkan kasus penembakan ini dan meminta dengan tegas minta kasus 
ini harus diselesaikan dengan tuntas. ''Ini tindakan yang sangat tidak 
prosedural dan sangat emosional. Tindakan-tindakan seperti ini harus segera 
dihentikan di Papua. Aparat harus mengedepankan upaya-upaya dialogis dan 
persuasive dalam menyelesaikan seluruh persoalan di Papua ini,''paparnya. 
(and/ito


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke