Berarti kaum buruh Indonesia pada 1 Mei boleh pawai  solidaritas perjuangan 
kaum sekawan dengan membawa bendera merah dan menyaikan lagu Internationale, 
karena tuntutan kaum buruh tidak bertentangan dengan penghargaan Nabi Muhammad 
SAW pada kaum buruh. Sembonyan: "Kaum buruh di semua bersatulah", adalah halal !


http://www.padangekspres.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=13564


Refleksi Peringatan Maulid dan Perjuangan Buruh
Oleh Muhibbullaah Azfa Manik

Kamis, 13-April-2006, 02:26:26
Dalam tahun ini, Peringatan Hari Libur Nasional Maulid Nabi Muhammad SAW jatuh 
pada bulan April berdasarkan kalendar Syams/matahari. Dan pada bulan Mei, 
tepatnya tanggal 1 Mei, kita juga akan memperingati Hari Buruh Sedunia. 
Dekatnya kedua tanggal tersebut dapat kita jadikan introspeksi sehubungan 
dengan maraknya aksi demo buruh akhir-akhir ini.

Dalam memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW, baiklah kita tidak sekadar 
merayakannya sebagai perayaan rutin belaka. Perlu direnungkan dan ditelaah, 
suri teladan apakah yang dapat kita petik dari peringatan Maulid Nabi dari 
tahun ke tahun. 

Rasulullah Muhammad SAW dilahirkan di Kota Makkah pada tahun 570 SM. Beberapa 
minggu sebelum kelahirannya, sang ayah meninggal dunia. Dan ketika ia baru 
berusia 6 tahun, sang ibu meninggal dunia. 

Sejak usia dini, Muhammad sebagai yatim piatu telah bekerja mencari nafkah 
untuk kelangsungan hidupnya. Jika pada periode kita, pada usia di atas 5 tahun 
pun kita telah menikmati pendirikan belajar tulis baca, hal tersebut tidaklah 
dialaminya. Dalam Surah 90 Al-Balad Ayat 4 :"Sesungguhnya Kami ciptakan manusia 
dalam susah payah dan perjuangan". Dan demikianlah sejak usia dini, Muhammad 
telah bekerja sebagai buruh angon, berjuang untuk kelangsungan hidupnya. 

Hingga beliau berusia 25 tahun, pamannya Abu Talib menyarankannya untuk bekerja 
menjadi buruh bagi seorang janda pedagang kaya bernama Siti Khadijah. Manusia 
memang dilahirkan bukan untuk hidup dalam kemudahan dan kegembiraan. Ketika 
bayi pun kita dilahirkan dengan kesulitan bagi sang ibu maupun bagi sang jabang 
bayi. Begitu sulitnya keluar dari rahim ibunda, dan kemudian menangis begitu 
menghirup udara di luar rahim. 

Dengan pengalaman sebagian hidup Muhammad sebagai buruh, sejak usia dini, 
hingga usia ke 40 ketika beliau diangkat sebagai Rasulullah, beliau sangat 
menghargai kaum buruh. Menurut bahasa umum di tanah Arab ketika itu, perbudakan 
dan jual beli manusia untuk dijadikan budak adalah hal yang umum. 

Beliau boleh dibilang sebagai tokoh pembebas perbudakan pada masanya. 
Rasulullah sangat antiperbudakan, dalam arti mempekerjakan orang dengan 
semena-mena. Perbudakan jelas merupakan pelanggaran hak azasi manusia. Selain 
antiperbudakan, Muhammad juga selalu memberikan wejangan bagi para pengikutnya 
ketika itu untuk bekerja giat. Pantang bagi beliau untuk berleha-leha, membuang 
waktu dengan percuma. Demikian pula dalam menyebarluaskan agama Islam ketika 
itu, beliau mengikis pandangan bahwa pemeluk agama Islam adalah orang yang 
selalu mengharap belas kasihan. Beliau memberi teladan bahwa kaumnya ketika itu 
bukanlah kaum yang mengharap sedekah atau sumbangan. 

Pemeluk agama Islam harus bisa mandiri, ketika itu, membangun Makkah yang 
mengelilingi Ka'bah. Hingga ia hijrah ke Madinah, semangat bekerja membangun 
kota juga tidak pernah surut. Hal itu diikuti dengan setia oleh para 
pengikutnya, bekerja membangun tiang agama dan membangun Madinah. Ketika 
membangun Kota Madinah, beliau jelas adalah seorang ahli manajemen perburuhan 
yang unggul. Beliau bisa mengelola kompleksitas kaum buruh yang plural, yang 
datang dari kalangan beragam seperti kaum Baduy, Quraish, Yahudi, dan Kristen. 

Namun yang tidak kalah pentingnya adalah selain beliau sangat peduli akan 
kualitas keterampilan buruh ketika itu, beliau juga menghargai sikap moral dan 
mental kaum buruh ketika itu. Beliau sangat menghargai sikap loyal dan sifat 
jujur, tekun, pantang menyerah. Dengan kekurangan kaum buruh ketika itu adalah 
masalah pendidikan dan pelatihan, beliau menyeimbangkannya dengan pesan moral 
berdasarkan keagamaan. 

Disiplin buruh juga merupakan ukuran yang menjadi perhatian beliau. Bahkan 
dalam mengatur strategi perang pun, ketika itu, jika tanpa disiplin, maka akan 
menjadi santapan empuk bagi tentara lawan. Upah juga menjadi concern utama bagi 
Muhammad terhadap kaum buruh. Beliau sangat menghargai setiap tetes keringat 
kaum buruh. Ia selalu memperhatikan hak-hak kaum buruh. Bahkan para pelayan 
Nabi sekalipun, diperlakukan berdasarkan azas kekeluargaan. Dalam sebuah 
hadits, beliau menyatakan, "bayarlah upah buruh sebelum kering keringatnya". 
Hal itu menyiratkan, bahwa kebutuhan buruh itu sama seperti manusia lainnya. 
Sehingga bersegeralah menyelesaikan pembayaran upah mereka tanpa harus mencari 
alasan menunda-nundanya. Jika saja asas kekeluargaan sebagaimana juga tercantum 
dalam pasal Undang Undang Dasar kita, diterapkan berdasarkan standar 
kekeluargaan Rasulullah, niscaya kalangan pengusaha kita tidak akan 
memperdebatkan Upah Minimum Provinsi. 

Muhammad SAW juga merupakan pakar ekonomi yang extra-ordinary. Hal itu bisa 
kita lihat hingga sekarang, bagaimana manajemen ibadah Haji yang melibatkan 
seluruh banga di dunia. Dan hal itu mengikis habis tingkat pengangguran, 
setidaknya di tanah suci Makkah ketika itu. Ritual ibadah Haji adalah 
perhelatan besar yang melibatkan banyak buruh. 

Di samping pembangun ritual, pembangunan fisik Kota Makkah dan Kota Madinah, 
sejak zaman Rasulullah, hingga masa sekarang, bersinambung tiada henti, jelas 
tidak memberikan kesempatan tumbuhnya angka pengangguran. Bandingkan dengan 
dengan sekarang di negeri kita yang tingkat un-employment-nya mencapat 40 juta 
jiwa alias 25% dari total populasi negeri kita tercinta, Republik Indonesia. 
Nabi Muhammad mampu me-manage perbedaan suku, ras dan agama pada saat itu. 
Dengan Piagam Madinah, disepakati prinsip hidup berdampingan secara harmonis 
antar agama, antar golongan ketika itu. Tidak kurang beliau juga merupakan 
mascot atau patern bagi sebuah hubungan harmonis antara majikan dengan kaum 
buruhnya. 

Demikianlah kiranya dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad S.A.W., kita bisa 
memacu semangat kerja kaum buruh kita untuk terus membangun negeri kita 
tercinta. Memelihara hubungan yang harmonis dengan pihak majikan. Dengan suri 
nabi membangun sebuah negeri padang pasir yang tandus hingga kini menjadi salah 
satu negara terkaya di dunia. Semoga itu menjadi titik pangkal ukuran yang akan 
kita kejar berbagai ketinggalan kita dalam kompetisi global. Semoga dengan 
demikian kita bisa segera bangkit dari keterpurukan ekonomi kita. Menjadi 
sebuah bangsa yang bermartabat. 

*Penulis adalah Dosen Universitas Bung Hatta

-- 
----------------------------------------
I am using the free version of SPAMfighter for private users.
It has removed 141 spam emails to date.
Paying users do not have this message in their emails.
Try www.SPAMfighter.com for free now!


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke