REFLEKSI : Dari mana didapati duit untuk mendirikan yayasan? http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail&id=6784
Sabtu, 13 Mei 2006, Tujuh Yayasan Soeharto Dakwaan terhadap mantan Presiden Soeharto yakni penyalahgunaan sejumlah yayasan yang dikelolanya selama berkuasa. Inilah yayasan yang dipersoalkan oleh Jaksa Penuntut Umum Muchtar Arifin saat persidangan tahun 2000 yang tak bisa dihadiri Soeharto itu. Yayasan Supersemar: Yayasan yang bergerak di bidang pendidikan ini beraset Rp 1,2 triliun. Dana dihimpun dari sumbangan 2,5 persen laba bersih delapan bank negara, termasuk BI. Diduga, sebagian dananya digunakan untuk bisnis kroni Soeharto. 2. Yayasan Dana Sejahtera Mandiri/YDSM: Soeharto menerbitkan Keppres No 90/1995 dan No 92/1996 yang mewajibkan wajib pajak berpenghasilan Rp 100 juta ke atas menyetor 2 persen ke YDSM. YDSM dibentuk untuk membantu keluarga miskin. Dari Rp 768 miliar kekayaan yayasan, diduga yang dikeluarkan untuk tujuan sebenarnya hanya 18,5 persen. 3. Yayasan Trikora: Selaku ketua yayasan, Soeharto pada 19 Mei 1995 dan 22 Maret 1996 mengalokasikan dana yayasan Rp 7,065 miliar kepada Yayasan Purna Bhakti Pertiwi (YPBP) untuk pembangunan dan pengelolaan museum di TMII. Padahal, Yayasan Trikora dibentuk untuk menyantuni anak tentara korban pembebasan Irian Barat. 4. Yayasan Dharmais Yayasan ini bergerak di bidang kesehatan. Sejumlah dana diduga dipinjam oleh beberapa kroni Soeharto. 5. Yayasan Dana Abadi Karya Bakti (Dakab). Soeharto memerintah delapan BUMN sektor perbankan agar menyetor pungutan wajib bagi kepentingan operasi Golkar. 6. Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila (ABMP) Yayasan ini mengelola potongan gaji PNS dan ABRI yang bertujuan untuk membantu umat Islam dalam pembangunan masjid. Diduga, ada penyimpangan dalam pembangunan masjid. 7. Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan (YDGRK). Alokasi dana yayasan oleh Soeharto diduga disalahgunakan, tidak sesuai dengan misi yayasan. Yayasan ini dibentuk untuk membantu korban musibah banjir, kebakaran, dan sebagainya yang memerlukan bantuan cepat. Sementara itu, Ruhut Sitompul, pengacara Soeharto yang khusus menangani masalah yayasan, menyatakan, pihaknya berkeberatan jika yayasan dan asetnya dikuasai negara. Sebab, Bila itu dilakukan, sama saja telah memvonis Soeharto bersalah. "Apa kesalahan fatal Pak Harto? Semua presiden mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Ingat pula jasa-jasa Pak Harto. Kasusnya harus segera ditutup, jangan hanya diendapkan," tegas Ruhut, seraya menjelaskan bahwa dirinya adalah kuasa hukum masalah yayasan Soeharto. Sementara itu, Juan Felix Tampubolon menangani kasus pidana orang nomor satu di Orde Baru tersebut. Berkaitan dengan aset dan yayasan milik Soeharto, Ruhut berkali-kali menyebutkan bahwa tidak ada masalah dengan hal itu. "Semuanya (yayasan-yayasan yang kini dibidik negara, Red) merupakan hasil karya Pak Harto. Berapa masjid yang dibangun Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila? Semua data ada di saya. Saya jamin tidak ada masalah. Semua berjalan baik. Kenapa harus ditarik ke sana-sini (yayasan-yayasan tersebut, Red)," jelas pengacara yang juga sering main di sinetron tersebut. Ruhut juga menyatakan, banyak kegiatan sosial yang dilakukan keluarga Cendana. "Dan, semuanya tepat sasaran," imbuhnya. Jadi, jika yayasan-yayasan itu harus diserahkan, berarti Soeharto bersalah. "Padahal, belum ada keputusan hukum tetap mengenai masalah itu," kilahnya. Berkali-kali pula Ruhut menyatakan bahwa tidak ada satu pun yayasan maupun aset yang merugikan negara. "Semuanya tidak ada pelanggaran. Semua aset dan kegiatan berjalan baik. Ingat, Pak Harto adalah seorang tokoh penegak hukum," lanjutnya. Ketika ditanya mengenai pelanggaran HAM yang diduga pernah dilakukan Soeharto saat menjabat, Ruhut membalasnya dengan nada tinggi. "Pelanggaran HAM apa? Sama sekali tidak ada pelanggaran," tukasnya. Kondisi Soeharto Di bagian lain, pascaoperasi pipa lambung (Kamis malam lalu, gara-gara lambung penuh cairan dan udara yang membuat perut Soeharto membengkak, tim dokter memasukkan pipa lambung untuk "mengempeskan" lambung Soeharto), kondisi Soeharto belum benar-benar membaik. Kadar Hb-nya turun menjadi 8,1 persen. Selain itu, mantan presiden yang berkuasa selama 32 tahun itu terus-menerus diberikan obat pengencer darah. Menurut Direktur RSPP Adji Soeprayitno, kondisi itu telah diperkirakan sebelumnya. "Kondisi ini wajar terjadi setelah operasi pipa lambung tadi malam (Kamis malam, Red)," ucapnya. Kondisi kesehatan Soeharto itu diuraikan lagi oleh dr Djoko Rahardjo, ketua tim dokter RSPP yang menangani Soeharto. "Penurunan Hb ini merupakan konsekuensi logis dari tindakan operasi pipa lambung. Pemberian obat pengencer darah juga terus kami lakukan. Ini merupakan efek yang telah kami pikirkan sebelumnya," lanjutnya. Tindakan operasi pipa lambung dan obat pengencer darah itu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang lebih berbahaya, seperti stroke. Berarti, sebelumnya ada gejala-gejala bakal terkena stroke? "Sebelumnya, Pak Harto sering muntah-muntah dan buang air besar. Lambungnya membesar karena banyak cairan dan udara di dalamnya. Untuk itu, kami terpaksa melakukan operasi," papar ahli urologi tersebut. Guna menghindari pembekuan darah di otak pascaoperasi, dokter memberikan obat pengencer darah. Djoko juga menyatakan bahwa untuk dua hari ke depan, Soeharto masih mengalami masa kritis. "Namun, secara umum, kondisinya cukup baik. Hingga tadi sore (kemarin sore, Red), kesadarannya masih tetap penuh, kok," tandasnya. (ano) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get to your groups with one click. Know instantly when new email arrives http://us.click.yahoo.com/.7bhrC/MGxNAA/yQLSAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
