http://www.sinarharapan.co.id/berita/0605/26/sh06.html
Keluarga Korban Orde Baru Kunjungi Soeharto Jakarta-Kalangan keluarga korban pelanggaran HAM di di era Orde Baru mendatangi RS Pusat Pertamina untuk menjenguk mantan Presiden Soeharto. Mereka juga menyatakan mendoakan mantan penguasa Orde Baru ini agar cepat sembuh dan agar bisa menghadiri persidangan. Namun, rombongan ini ditolak menjenguk langsung Soeharto. Ibu Sumarsih mengatakan ia dan Suciwati, istri almarhum Munir hanya sempat mengisi buku tamu saja. Sementara bunga tangan disampaikan melalui petugas keamanan yang berjaga di lantai lima. "Kita berdoa supaya Soeharto cepat sembuh, agar proses peradilan bisa sama-sama kita lihat," ujar Suciwati yang ditolak untuk langsung melihat kondisi Soeharto di ruangan perawatan di RSPP, Jakarta, Jumat (26/5). Suciwati mengatakan bahwa pengampunan terhadap Soeharto menunjukkan bahwa sistem hukum Indonesia masih seperti yang lama. Sementara itu, ibunda Wawan, mahasiswa Trisakti korban peristiwa 1998 mengatakan wewenang menentukan bersalah-tidaknya Soeharto adalah pengadilan, bukan elite politik. "Masalah maaf-memaafkan, itu di tangan yang mahakuasa. Tapi kedatangan kami kemari dengan alasan baik, mendoakan supaya cepat sembuh. Dan ini adalah negara hukum, maka Soeharto harus bisa diadili. Terbukti bersalah atau tidak bersalahnya itu wewenang pengadilan," ujar ibu Sumarsih. Kedatangan rombongan yang terdiri dari tujuh organisasi korban kekerasan Orde Baru; peristiwa Trisakti-Semanggi, korban '65, Tanjung Priok, dan korban penculikan aktivis, dan korban pelanggaran HAM membawa sebuah karangan bunga besar, dengan tulisan 'berdoa semoga lekas sembuh, menuntut Soeharto segera diadili'. Selain itu, keluarga korban yang hadir juga membawa bunga tangan. Sementara itu, pejabat pemerintah yang menjenguk Soeharto adalah Mensos Bachtiar Chamsyah. Namun dia tidak memberikan keterangan apapun soal Soeharto. Tim Dokter Sementara itu, tim dokter kepresidenan Soeharto menyatakan bahwa kondisi kesehatan Soeharto pada Jumat (26/5) pagi ini, secara umum sudah tenang. Secara keseluruhan keadaan umum Soeharto lebih baik dari keadaan sebelumnya. Ia mengatakan Direktur Utama RSPP Dr Adji Suprajitno, Jumat pagi ini melihat bahwa tanda-tanda vital Soeharto sudah stabil, pileknya sudah banyak berkurang, dan nafsu makannya sudah ada. Dr Djoko juga mengatakan pendarahan di lambung sudah berhenti dan sudah bisa buang air besar dengan lancar. Sejauh ini pengobatan secara umum diberikan berupa cairan. Dr Djoko mengatakan Soeharto pagi ini ketika bangun juga sempat berdoa. Meski kondisinya mulai stabil, dr Djoko mengatakan rencana kepulangan Soeharto tidak bisa direncanakan sekarang. "Kita tidak bisa menetapkan tujuh hari, tiga hari atau empat hari, tapi yang penting hari ini ada perbaikan," kata Dr Djoko, sambil berharap bahwa kondisi Soeharto bisa kembali seperti sebelum ia dioperasi. Sementara itu, Mensesneg Yusril Ihza Mahendra enggan menanggapi bisa-tidaknya Soeharto diadili in-absentia. Mantan Menkeh ini mengaku tidak dalam posisi menanggapi dan merespons polemik ini. Pejabat yang memiliki kewenangan untuk merespons itu adalah Jaksa Agung. "Semua keputusan ada di tangan presiden. Saya enggak ada tanggapan karena saya bukan dalam posisi menjawab itu. Presiden sudah mengendapkan masalah ini. Kita tunggu sajalah bagaimana presiden menyikapi masalah ini," ungkap Yusril di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (24/5).(dina sasti damayanti/rikando somba [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> You can search right from your browser? It's easy and it's free. See how. http://us.click.yahoo.com/_7bhrC/NGxNAA/yQLSAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
