http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2006/07/27/brk,20060727-80772,id.html

Bisnis TNI Sekarat
Kamis, 27 Juli 2006 | 21:00 WIB 



TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan, Sjafrie 
Sjamsuddin, mengaku kalau semua bisnis TNI sudah sekarat dan tidak bisa 
diharapkan lagi untuk memberi santunan kepada para prajurit. "Dulu besar karena 
kekuasaan, kebijakan dan monopoli," ujarnya di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, 
hari ini.

Karena itulah, ia menuturkan, bisnis TNI tidak memiliki daya saing dan kolaps 
ketika dihadapkan dengan kondisi persaingan bisnis yang sebenarnya. "Bukan 
sulit lagi, tapi sudah tidak mungkin berkembang. Padahal dulu tidak perlu daya 
saing," tegasnya.

Bisnis TNI, ujarnya, banyak yang sudah merugi atau tidak bisa membayar gaji 
karyawan. Ia menengarai saat ini jumlah bisnis TNI yang besar hanya tinggal 
sepuluh, antara lain bisnis di bidang hak pengusahaan hutan (HPH), jasa 
angkutan, barang dan jasa perdagangan umum.

Nilai buku seluruh bisnis TNI seperti yang sudah dilaporkan kepada Dewan 
Perwakilan Rakyat sebesar Rp 1 triliun. "Memang, laporan itu harus proses 
audit."

Untuk nilai nominal HPH kini tinggal 10 persen atau 500 hektare. Ia 
mencontohkan, ada HPH seluas 750 ribu hektare yang dikelola TNI sejak 1970 
ternyata begitu diadakan evaluasi pada 1998 hanya memberi hasil sangat minim 
dan tidak mungkin dipakai untuk membantu prajurit. "Sebab itu oleh pemerintah 
ditarik semua HPH itu"

Badriah 


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke