http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2006101902205615
Kamis, 19 Oktober 2006
BURAS
Rumah Ditinggal Mudik!
H.Bambang Eka Wijaya:
EDI ketiban sampur! Sebaris rumah tetangga di kompleksnya ditinggal
mudik! Kunci rumah diditipkan padanya, selain titip isi rumah, juga untuk
menyalakan dan mematikan lampu luar setiap sore dan pagi.
Untuk lebih aman, Edi melapor ke RW minta bantuan agar penjaga malam
lebih sering mengontrol kawasan RT-nya.
"Bukan cuma di RT-mu banyak rumah ditinggal mudik!" sambut RT. "Semua RT
sama! Tapi tak perlu cemas, kesiagaan penjaga malam ditingkatkan, kalau ada
yang mencurigakan pukul kentongan!"
Mendengar penjaga malam lebih siaga, Edi agak tenang. Namun, agar penjaga
malam rajin ke tempatnya, Edi pasang siasat, ia siapkan kopi panas satu termos
besar di tempatnya berjaga di teras rumah!
Siasatnya mengena! Setelah ambang tengah malam penjaga lewat ditawari
kopi, setiap jam para penjaga malam mampir minum kopi!
Karena siang Edi bekerja, sepeninggal para penjaga untuk ronda ia
tertidur. Tapi belum lama terlena, rombongan penjaga malam sudah kembali dan
membangunkannya! "Ayo minum kopi!" ajak penjaga malam. Begitu terus semalaman,
hingga Edi tak cukup tidur! Setiap terlena sejenak, penjaga malam sudah
membangunkannya!
Siangnya di kantor Edi ngantuk berat. Saat ia nyaris tertidur, telepon
selulernya berdering, "Ada dua orang mencurigakan naik motor bolak-balik
mengamati rumah tetangga yang kosong!" ujar istrinya di telepon.
Edi pun memacu motornya pulang! "Mana orangnya?" tanyanya ke istri.
"Tadi naik motor bolak-balik!" jelas istri. "Aku keluar rumah bicara
keras-keras seolah ada Papa di rumah! Mungkin mereka takut!"
"Untung Mama melihat mereka!" ujar Edi. "Nanti kupanggil satpam kantor
yang tak tugas siang supaya gantian berjaga di sini!"
"Kok jadi kita yang repot?" entak istri.
"Begitulah tradisi bertetangga!" sambut Edi. "Kita harus bertanggung
jawab sepenuhnya atas semua rumah tetangga yang ditinggal mudik, seperti rumah
sendiri! Sebaik mereka menolong kita dalam segala hal selama ini!"
"Kalau saja semua orang mau bertanggung jawab seperti kita dalam menjaga
lingkungan, milik, dan kepentingan orang lain, dijamin negara ini aman
sentosa!" timpal istri.
"Lebih-lebih kalau yang bertanggung jawab seperti itu para pemimpin dan
politisi yang mengatur negara dan masyarakat!" tegas Edi. "Ternyata sebaliknya,
justru kebanyakan mereka lebih mengutamakan kepentingan pribadi dan golongan,
bahkan untuk itu tidak kepalang dengan mengorbankan kepentingan orang lain yang
secara formal juga menjadi tanggung jawabnya!"
"Gawat! Kalau maling ada orang bicara keras seolah ada orang lain cepat
ngabur, untuk mendahulukan kepentingan dirinya dengan mengorbankan orang lain
itu banyak pemimpin malah jojong terus meski ratusan orang demo
berteriak-teriak memprotesnya!" timpal istri.
"Itu beda pemimpin model itu dari maling atau orang biasa seperti kita
yang malu kalau bertindak kurang patut disoraki orang!" tegas Edi. "Mereka tak
malu disoraki di jalan-jalan!" **
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/