Nasib buruh kecil dinegara-negara berkembang kurang lebih sama, bahkan
nasib buruh-buruh Indonesia ada yang jauh lebih buruk dari itu, hanya
saja tidak ada yang membuat film dan menyiarkannya. Pemanas tidak
terlalu perlu di Guangzhou yang iklimnya mirip Sydney, cukup dingin
dimusim dingin, tapi tidak pernah turun salju.

Perhatian dunia memang sekarang sedang tertuju pada sang Naga yang
sudah bangun dari peraduannya. SBS minggu lalu menyiarkan Secrets Of
The First Emperor dimana diceritakan pada lebih dari dua ribu tahun
yang lalu Kaisar pertama Cina sudah punya sistem militer yang bagus
dimana berdiri pada urutan pertama pasukan artileri berupa barisan
pemanah, yang disusul dengan pasukan kavaleri dengan tentara
berkudanya dan paling akhir pasukan infantri. Sistem seperti ini baru
dikenal di Eropa beberapa ratus tahun kemudian. Diceritakan juga kalau
dulu Kerajaan Romawi kocar kacir saat diserang tentara Hannibal yang
berkekuatan 80.000 orang, sementara Qin Shi Huang saat menyerang
negara tetangganya mengirim pasukan sebesar satu juta orang.

Barusan kembali dari undangan makan siang Huawei di Shangri-La hotel
dimana pimpinan Huawei di Sydney menyebut bahwa omzet perusahaan
mereka saat ini mencapai $ 14 billion untuk seluruh dunia. R&D Huawei
hanya menerima lulusan-lulusan terbaik dari 2000 universitas di Cina.
Cukup banyak dari mereka yang sekarang ditempatkan di Sydney dan
Melbourne dan sebagian sudah mendapatkan visa penduduk tetap.



--- In [email protected], Harry Adinegara <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Dibalik berita, dan hiruk pikuk-nya kabar tentang kemajuan Tiongkok
yang menakjubkan, ada berita dibelakang berita, yakni segi kemanusiaan
yang sepertinya di-korbankan /terlupakan dalam proses untuk kemajuan
itu sendiri.
>    
>   Tidak ada berita dunia, chususnya apabila terkait dengan kemajuan,
tidak ada satu berita-pun yang tidak menyebut kemajuan Tiongkok,
se-tidak2nya dalam bidang ekonomi. Dikatakan bahwa dalam sejarah
manusia baru kali ini ada suatu negara yang membuat kemajuan yang
demikian menakjubkan. Tapi....kemajuan itu........
>   at what cost?terutama bagi peserta yang dominant yang membuat
bergulirnya kemajuan itu sendiri. Siapa peserta yang ber-jasa besar,
tapi dengan pengorbanan yang tidak bisa dilukiskan dengan kata2?
>    
>   Baru kemarin malam aku sempat menekuni lebih dalam setelah selesai
melihat apa yang di tayangkan oleh stasiun SBS yang memutar sebuah
film dokumenter BBC yang menceritakan kemajuan Tiongkok, sekalian juga
mengulas tentang penderitaan rakyat kecil dalam proses kemajuan Tiongkok.
>    
>   Film dokumenter SBS+BBC Cutting Edge dengan judul "China blue"
mengisahkan seorang gadis cilik berumur 16 tahun yang pergi
meninggalkan desa untuk bekerja di pabrik textil yang membuat jeans. 
>   Dari desa, gadis cilik ini yang terpaksa harus meninggalkan bangku
sekolah SMP dan pergi ke Guangjo bertujuan  menopang /membantu orang
tuanya yang sudah senen kamis menghidupi keluarganya. Di desa orang
tua gadis cilik ini yang dalam cerita ini gadis bernama Xixian, per
bulan ortunya hanya bisa mengumpulkan pendapatan atas hasil kerja
menggarap tanah tidak lebih dari 200 Juan...itu kira2 A$ 33,-
>    
>   Terpaksalah Xixian meninggalkan orang tua, meninggalkan bangku
sekolah untuk kerja menopang orang tuanya di desa. Kejadian, kasus
seperti ini di-alami oleh jutaan rakyat kecil yang ber-transmigrasi
menuju ke kota2 besar di pesisir timur Tiongkok. Tidaklah salah
apabila kejadian, migrasi jumlah manusia sebesar ini , di Tiongkok 
adalah satu2nya kejadian yang bisa di runut dalam sejarah manusia.
Ratusan juta manusia ber-gerak meninggalkan tempat satu ke tempat lain.
>    
>   Kemudian dokumenter ini men-tayangkan bagaimana mereka, anak2
belia ini hidup dalam asrama yang disediakan oleh perusahaan.
Dikatakan bahwa pemondokan dan makan di tanggung oleh perusahaan. Tapi
apabila kita tinjau dari upah, wages yang para buruh perusahaan ini
terima per-bulan.....bisa di bilang peanut. Tidak saja kita bicara
memperbandingkan wages ini dengan misalnya wages di Australia sini,
tapi buat ukuran Tiongkok dan kelayakan hidup wages ini adalah wages
yang serba ........tidak manusiawi.
>   Makanan yang disuguhkan oleh perusahaan ini sangat sederhana dan
hanya terdiri dari se-umpruk nasi plus sayur2an. Sudah jelas ini
adalah makanan yang tidak ber-gizi. Yang sangat membuatku gundah
gulana adalah selain tidak adanya  ruang makan untuk para buruh, juga
tempat untuk melepaskan lelah alias tidur, terdiri dari kamar sebesar
8X4 di huni leh 10 gadis. Kamar di petak2 dengan kain penyekat. Dan
yang lebih menyedihkan yalah selain tidur juga makan harus di
laksanakan dalam kamar tidur ber-sama2. Belum lagi melihat w.c dan km
mandi yang penuh dengan lumut.
>   Yang lebih meng-gelisahkan tapi tidak diberitakan ,apakah mereka
mendapatkan heating yang memadai apabila musim dingin tiba?
>    
>   Kemudian di tempat kerja. Selain berjubel para buruh ini bekerja
tanpa berhenti, bahkan hanya 2X mereka boleh pergi meninggalkan
pekerjaan untuk kencing atau buang air besar. Mereka kerja seperti
regimented....seperti hidup dengan disiplin militer. Mereka kerja 12
jam sehari, apabila ada overtime mereka tidak mendapat bayaran
tambahan. jangan bicara soal mau demo atau mengajukan keluhan, boro2
di tanggapi oleh pemilik perusahaan, bisa2 buruh yang petingkah ini
segera bisa dicopot. Untuk mengisi lowongan masih ada ber-juta2 buruh
yang bisa di-exploitasi, menggantikan buruh yang ber-tingkah. Juga
menurut UU di Tiongkok, ber-demo untuk memperjoangkan perbaikan nasib
buruh adalah.....tabu!
>    
>   Sekarang kita menginjak ke kalkulasi apa2 yang diproduksi di situ
di pabrik jeans ini. Di-hitung2 jeans2 yang siap pakai itu di
kalkulasi hanya menelan kapital+kerja buruh yang hanya ber-nilai 95
cent Australia. Bisa dibayangkan  selain si taokeh juga para importir
jeans ini di segala penjuru dunia mendapatkan keuntungan, bisa anda
kalkulasi dengan pengalaman anda membeli jeans made in China di tempat
anda di LN. Aku beli jeans semacam ini antara $40-$60.
>    
>   Disinilah aku sampai ke  topik diatas , yakni Tiongkok mengalami
dilemma kemanusiaan...di belakang kemajuan ekonomi-nya. Disatu pihak
kejadian proses semacam ini adalah suatu bentuk slavery, perbudakan
dan pelecehan atas nilai2 kehidupan manusia yang manusiawi. Dikatakan
dilemma juga bisa di lihat dari pihak pemerintah Tiongkok. Apabila
Tiongkok memperbolehkan demo dan amuk2an para buruh yang kerja seperti
budak belian ini, maka ekonomi akan kolaps dan negara akan terpuruk. 
Sistim kapitalis yang sementara ini di berlakukan oleh para
industriawan Tiongkok dan ditopang  oleh pemerintah  tidak  akan bisa
ber-operasi lagi apabila buruh bisa mengadakan misalnya mogok masal.
Mogok masal akan mengakibatkan stagnasi dalam segala bidang,berakibat
negatip bagi buruh itu sendiri. Jadi ini adalah suatu dilemma....suatu
dilemma bagi semua pihak yang tersangkut dalam proses aktipitas
ekonomi di Tiongkok.
>    
>   Sepertinya Tiongkok masa dini masih menjalani suatu revolusi.
Se-tidak2nya apabila kita meninjau anak2 kecil/muda/belia yang harus
ikut menunjang ekonomi. Padahal seperti Industrial Revolution di
negara barat terutama asal musual di Inggris itu terjadi di abad achir
ke 19. 
>   Di Inggris waktu itu perombakan terjadi dalam revolusi industri
ini dengan di temukannya mesin upa. Pekerjaan tangan industri yang
labour intensive di ganti/dirombak dengan memberdayakan mesin.
Disinilah mulai mencuat adanya child labour. Apabila anda sempat
menyimak selain ini adalah kejadian sejarah dengan penemuan mesin uap
kemudian mesin yang ditenagai listrik, per-industrian ini kemudian
meluas ke seluruh dunia. Aspek negatip dari revolusi industri terutama
dengan pengorbanan anak2 yang harus kerja di pabrik2 bisa anda temui,
se-tidak-nya apabila anda sempat menyimak cerita Oliver Twist,
karangan Charles Dickens. Disitu digambarkan bocah2 yang dijadikan
budak belian dalam proses perindustrian yang ber-nuansa kapitalistis.
>    
>   Sebagai tambahan, apabila negara Barat, mula2 Inggris sempat
meluaskan proses perindustrian, negara2 barat kemudian meluaskan
ekspansinya dengan kolonisasi ke segala penjuru dunia. Sebaliknya
nilai positipnya Tiongkok ,Tiongkok tidak melakukan ekspansi perebutan
tanah untuk dijadikan jajahannya. Apakah Tiongkok melakukan penjajahan
secara tidak langsung dengan jalan ekspansi ekonomi-nya? Suatu
pertanyaan yang menggeletik karena dengan adanya globalisasi, siapa
yang kuat bersaing dalam pasaran bebas dunia dia akan menjadi
pemenangnya. Kelihatannya Tiongkok akan jadi pemenang
dalam...adu...survival of the fittest ini se-tidak2nya dalam dunia
ekonomi pasaran dunia.
>    
>   Sekarang yang tertinggal adalah pertanyaan...apakah Tiongkok perlu
menempuh jalan ala revolusi industri achir abad ke 19 dengan memeras
dan mem-pekerjakan anak2 sebagai child labour? Apakah ada
justifikasinya dalam memajukan ekonomi dengan cara..........
>   what it takes.....semacam cara Machiaveli-ism yakni ...tujuan
achir meng-halal-kan segala cara?
>    
>   Juga suatu dilemma bagi perseorangan kiranya, seperti aku sendiri.
>   Sekarang aku memikirkan apa yang aku beli, made in China,
dibelakang ujut barang itu ter-serat didalamnya suatu penderitaan yang
tidak adil karena buruh dan anak kecil dikorbankan demi produksi
barang konsumsi, tanpa imbalan yang adil bagi kelangsungan hidup para
buruh yang memadai dengan hasil keringat mereka...para buruh.
>    
>   Sebagai tambahan, baru saja ada berita bahwa juga dibidang R&D
Tiongkok sudah memperkerjakan tehnisi sebanyak 926.000 orang. Hanya
USA yang masih bisa mengungguli dengan tehnisi sebanyak 1.3 juta orang.
>   Di tahun 1995 Tiongkok memberdayakan buat R&D-nya sebanyak 0.6%
dari GDP-nya, di tahun 2004 melonjak jadi 1,2% dari GDP
>   Tiongkok saat ini adalah negara kedua dalam artian mengeluarkan
dana buat R&D, sebanyak US$138, billion, Jepang US$130, billion.
>   Negara2 Uni Eropah combined masih dibawah Tiongkok penyediaan dana
buat R&D ini. Jadi Tiongkok ini tidak kepalang tanggung
kemajuannya.....leaps and bounds.
>   Apakah tehnisi Tiongkok ini juga menerima ....wages peanut
ketimbang para tehnisi US misalnya, aku kira ini juga menjalani proses
sama seperti industri manufaktur Tiongkok......suatu dilemma
kemanusian...bagi buruh dan bagi negara Tiongkok.
>    
>   Mudah2an untuk masa depan segi kemanusiaan bisa di perbaiki....
opsi bagi pemerintah Tiongkok bisa mereka cari untuk kebaikan bersama,
tanpa perbaikan dalam dilemma kemanusiaan dalam kaitannya dengan
kemajuan....Tiongkok akan dilanda prahara, prahara akan menimpa kita
semua.
>    
>   Harry Adinegara
> 
>  Send instant messages to your online friends
http://au.messenger.yahoo.com 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke