http://www.antara.co.id/seenws/?id=48916



Masyarakat Indonesia di AS Galang Dana Bagi Korban Maluku


Washington (ANTARA News) - Masyarakat Indonesia yang bermukim di wilayah 
Washington DC dan sekitarnya melakukan penggalangan dana bagi korban kerusuhan 
di Maluku.

Dana yang terkumpul sebesar enam ribu dolar AS atau sekitar 55 juta rupiah itu 
akan dipergunakan untuk membantu para korban konflik di Maluku yang hingga kini 
masih banyak mengungsi.

Dana bantuan tersebut diserahkan Jumat malam di Washington, DC (15/12) oleh 
ketua perkumpulan masyarakat Maluku di AS (Diaspora), pendeta Feri Ananda 
kepada Livia Iskandar mewakili Yayasan Pulih yang akan menyalurkan dana 
tersebut bagi korban konflik di Maluku. 

Penyerahan dana bantuan itu dilakukan di gedung Kedutaan Besar RI di 
Washington, DC dan disaksikan langsung oleh Duta Besar RI, Sudjadnan 
Parnohadiningrat.

Yayasan Pulih yang berbasis di Jakarta dan bergerak dalam bidang Hak Asasi 
Manusia akan menyalurkan dana tersebut melalui mitranya di Maluku yaitu Koalisi 
Pengungsi Maluku yang selama ini menjadi wadah masyarakat pengungsi untuk 
menyuarakan aspirasi mereka. 

"Kami akan menggunakan dana tersebut untuk program rekonsiliasi perdamaian 
melalui pelatihan antardua komunitas yang bertikai," Livia Iskandar dari 
Yayasan Pulih menjelaskan kepada ANTARA News di Washington, DC.

Penggalangan dana masyarakat itu sendiri sebetulnya sudah dilakukan pada 28 
Oktober lalu dengan mengadakan malam amal sekaligus menghadirkan penyanyi asal 
Ambon, Yopie Latul yang menghibur masyarakat Indonesia di Amerika.

"Kami bersyukur meskipun sempat dua kali tertunda, acara malam amal itu 
akhirnya terselenggara dan berhasil mengumpulkan cukup dana untuk membantu 
saudara kita di Maluku sana," ujar Galih Yohannes, salah satu panitia 
penyelenggara malam amal bagi korban konflik di Maluku.

Galih menambahkan, penyelenggaraan malam amal itu sudah satu tahun lalu 
direncanakan namun baru bisa terwujud tahun ini. Itu pun tidak hanya kelompok 
masyarakat Maluku di Amerika saja yang membantu, namun kelompok masyarakat 
Indonesia lainnya dari berbagai suku dan agama juga turut bekerja keras 
membantu penggalangan dana korban konflik Maluku.

Kerusuhan di Maluku yang terjadi 19 Januari 1999 telah mengakibatkan lebih dari 
satu juga orang terpisah dari sanak saudaranya. Kini setelah tujuh tahun 
konflik Ambon berlalu, data dari pemerintah provinsi Maluku menyebutkan masih 
ada sekitar 60 ribu jiwa pengungsi yang hingga kini belum tertangani.(*)

Copyright © 2006 ANTARA
17 Desember 2006 20:19
http://www.antara.co.id/print/index.php?id=48916



[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke