CENRAWASIH POS
Selasa, 10 April 2007


Tersangka Baru Tak Hanya Satu



JAKARTA- Mabes Polri batal mengumumkan tersangka baru kasus Munir. Kabareskrim 
Komjen Pol Bambang Hendarso Danuri tidak memenuhi janjinya. Jenderal bintang 
tiga itu, usai menghadap Kapolri Jenderal Pol Sutanto di Mabes Polri Kamis 
lalu, memang berjanji untuk mengumumkan tersangka baru Munir Senin kemarin.

Tapi kemarin Bambang tidak nampak keluar dari kantornya. Saat dihubungi melalui 
HP-nya dia mengatakan sedang sibuk rapat. Namun kemarin sore, pada Hendardi 
yang menemuinya di ruang kerjanya, Bambang menganulir janjirnya untuk 
mengumumkan soal tersangka baru Munir kemarin.

"Dia (Bambang) menganulir soal pengumuman pada hari ini (kemarin). Tapi, yang 
saya tangkap, memang dalam waktu dekat ini ada tersangka baru. Itu yang dia 
tidak tampik tapi namanya masih dia rahasiakan," kata Hendardi yang bertindak 
sebagai penghubung rekan Munir dengan polisi.

Bahkan, Hendardi yang menjabat sebagai Ketua Majelis PBHI itu menambahkan, 
tersangka baru itu tidak hanya satu orang. "(Tersangka baru) tahap pertama dan 
akan ada tersangka lain lagi yang berkaitan dengan locus delicty-nya. Mereka 
semua akan segera diambil tindakan hukum," lanjutnya.

Hendardi yang juga sempat menjadi anggota Tim Pencari Fakta kasus Munir ini 
menambahkan jika tersangka itu baru di tingkat lapangan. "Polisi kelihatannya 
belum ketemu motif politik dalam dalam kasus ini. Jika tidak ketemu kita akan 
celaka. Padahal ini bukan kasus kriminal biasa,"

lanjutnya.

Polisi memang membuka kembali kasus pembunuhan Munir pasca bebasnya Pollycarpus 
Budihari Priyanto yang menjadi satu-satunya terpidana dalam kasus ini. Tak 
hanya bekerja sendiri, polisi juga menggandeng sejumlah pihak untuk mencari 
alat bukti baru seperti dengan Amerika (FBI), Belanda (NFI), dan Perancis.

Di bagian lain Kapolri sebelum mengikuti rapat terbatas membahas IPDN (Institut 
Pemerintahan Dalam Negeri) di kantor presiden belum bersedia menyebut nama 
tersangka baru kasus kematian Munir.

''Sekarang masih penyidikan. Nanti saya sampaikan pada waktunya. Saya belum 
dapat nama dari Bareskrim. Tapi memang ada nama yang diperkirakan teman-teman 
(wartawan, Red),'' kata Sutanto.

Ketidakterbukaan Polri sebenarnya bisa mengakibatkan masyarakat menilai 
institusi penegak hukum tidak serius mengungkap kematian Munir. Namun Sutanto 
sama sekali tidak khawatir. ''Nggak apa-apa lah. Ini kan butuh waktu,'' katanya.

Selain Polly sebenarnya polisi sudah menetapkan tiga orang tersangka dalam 
kasus ini. Namun proses untuk ketiga orang itu tidak pernah jelas. Mereka 
adalah Oedi Irianto (kru pantry), Yeti Susmiarti (pramugari) dan mantan Vice 
President Corporate Security Garuda Ramelgia Anwar.

Jika Oedi dan Yeti disangka ikut meracun Munir maka Ramelgia disangka 
memalsukan surat tugas yang diberikan kepada Polly. Munir tewas dalam pesawat 
Garuda yang terbang dari Jakarta-Belanda pada 7 September 2004. Belakangan 
aktivis HAM itu diketahui diracun arsen. (naz/tom)




[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke