http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2007073001043416
Senin, 30 Juli 2007
BURAS
Soal Pendapatan Rakyat!
H.Bambang Eka Wijaya:
"MIMBAR rakyat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di Unila,
Sabtu, menyinggung soal pendapatan per kapita rakyat Lampung di kisaran 600
dolar AS (dibulatkan dari tahun 2005 565 dolar AS), jauh di bawah per kapita
nasional--1.500 dolar AS--sesuai dengan kata Wakil Presiden M. Jusuf Kalla!"
ujar Umar. "Lebih memilukan, pendapatan absolut mayoritas rakyat masih lebih
rendah lagi dari pendapatan per kapita daerahnya yang amat rendah itu!"
"Itu terjadi karena mayoritas warga Lampung terdiri dari petani gurem
(lahan sempit) dan buruh--sebagian besar buruh tani pula!" sambut Amir. "Survei
lokal (tahun 2003) di kawasan pertanian lada Lampung Utara--lambang kejayaan
masa lalu--mencatat pendapatan petani komoditas ini rata-rata di bawah Rp4 juta
per keluarga per tahun!
Itu bukan hanya di bawah pendapatan per kapita daerah, tapi juga di bawah
garis kemiskinan BPS Rp170 ribu per kapita per bulan, dengan keluarga Indonesia
rata-rata empat jiwa! Petani tanaman pangan dengan mayoritas lahannya di bawah
setengah hektar, tak jauh beda!"
"Pendapatan buruh juga masih setara itu!" tegas Umar. "Buruh pabrik dan
sektor formal dengan UMR Rp550 ribu per bulan, dengan keluarga dua anak jadi
sekitar Rp700 ribu per bulan, per kapitanya relatif pas-pasan di garis
kemiskinan BPS! Artinya, sekadar bertahan hidup! Buruh tani dan sektor informal
yang tak ada standar gaji, jauh lebih menderita!"
"Ketimpangan pendapatan per kapita itu bisa lebih tajam lagi jika angka
kisaran 600 dolar AS itu terbentuk dari PDRB (pendapatan domestik regional
bruto) provinsi yang mencakup total ekspor lewat pelabuhan Lampung, yang lebih
20 persen nilainya diperoleh dari ekspor pulp, batu bara, dan komoditas lain
eks Sumatera Selatan!"
timpal Amir. "Betapa, dengan itu pendapatan per kapita rakyat yang sudah
rendah masih tereduksi lagi! Intinya, kenapa itu terjadi berkepanjangan?"
"Itu berkepanjangan akibat tak ada organisasi atau gerakan buruh dan tani
yang mampu membuat bargaining secara politis dalam proses distrbusi kue
pembangunan (APBD I dan II) secara memadai--dibanding dengan yang rutin
dinikmati kelompok elite!" tegas Umar.
"Kalaupun ada gerakan buruh dan tani masih lemah, akibatnya sering malah
cuma dijadikan tunggangan untuk mengamankan kepentingan elite, bukan demi
buruh-tani!"
"Dalam kondisi seperti itu, program atau proyek sekadar basa-basi elite
takkan mampu mengimbangi laju kemerosotan yang terjadi dalam kehidupan buruh
dan tani!" tegas Amir. "Terutama kemerosotan akibat involusi
pertanian--terminologi Clifford Geertz--luas lahan yang sama memikul beban
penduduk yang terus lebih berat!" tegas Umar.
"Itu yang terjadi pada petani lada Lampung Utara atau pertanian pangan di
lahan transmigrasi!"
"Akibat involusi pertanian itu bukan hanya tanah yang menjerit terlalu
berat memikul beban penduduk!" timpal Amir. "Aktivis dari Way Kanan malah
mengirim SMS, tanaman kopi dan lada di daerahnya harakiri--bunuh diri--akibat
beban kemiskinan penduduk yang makin tak mampu dipikulnya! Lihat buktinya,
produksi komoditas itu di Way Kanan, Lampung Utara dan Tanggamus, tahun ini
merosot hingga lebih 50 persen!" ***
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/