http://www.suarapembaruan.com/News/2007/08/01/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY Gubernur Aceh Bertemu Komunitas Ache di Paraguay SP/Sotyati Pejabat Indonesia, termasuk Gubernur NAD Irwandi Yusuf, bergambar bersama warga Ache Paraguay di Kementerian Luar Negeri Paraguay, 9 Juli 2007. Delapan wajah di salah satu ruang pertemuan di Kementerian Luar Negeri Paraguay, 9 Juli lalu, langsung menyita perhatian delegasi Promosi Terpadu Indonesia. Bukan hanya mereka berbeda secara fisik dengan para pejabat dan staf Kementerian Luar Negeri Paraguay. Penampilan busana mereka juga berbeda. Pakaian Maria L Duarte dan Margarita Mbywangy, misalnya, mengingatkan stereotipe ibu-ibu suku Indian yang digambarkan dalam film-film Hollywood. Topi kulit menghiasi kepala Margarita, menutupi kepangan rambut hitamnya yang tebal. Di luar kemeja dan rok panjang yang dikenakan, ia masih membalut tubuhnya dengan jaket tebal gelap sepanjang paha. Beda lagi dengan penampilan Maria di sebelahnya. Kalung dengan bandul berbentuk ikan menggantung di lehernya. Di balik roknya yang sepanjang betis, tampak celana panjang ketat yang kemudian dibalut sepatu boot. Mereka adalah komunitas suku Ache di Paraguay. Komunitas suku Ache Indian itu duduk bersebelahan dengan Direktur Jenderal Politik dan Bilateral Paraguay Ceferino Valdez, serta para peneliti dari Institute for Indigenous People (INDI). Di antaranya Direktur INDI Augusto Fogel, antropolog Andrea Chamorro, dan sosiolog Cristobal Ortiz. Di ruangan yang sama hadir pula, delegasi Indonesia dipimpin oleh Direktur Jenderal Eddi Hariyadhi dari Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Departemen Luar negeri RI. Di jajaran anggota delegasi, tampak Duta Besar RI untuk Argentina, Paraguay, Uruguay Sunten Z Manurung, Kasubdit I Direktorat Amselkar Adriana Hermin Mala, dan Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Irwandi Yusuf dan staf. Di meja besar yang memisahkan kedua delegasi itu, ada pemandangan yang menarik. Tampak ikan-ikan dari kayu berbagai ukuran, diletakkan berjajar. Sungguh suatu peristiwa yang bersejarah. Dua suku bangsa yang mempunyai nama nyaris sama dan tinggal berjauhan dipisahkan jarak sebentangan samudera, bertemu untuk pertama kali. Pertemuan berlangsung sedikit kaku pada awalnya. Perkenalan berlangsung resmi. Baik pejabat dari Indonesia maupun pejabat Paraguay, bersepakat bahwa budaya adalah alat yang tepat untuk memperkuat hubungan kedua negara. Saatnya bagi kedua negara untuk meningkatkan hubungan bilateral yang telah terjalin selama 25 tahun. Kekakuan pelan-pelan mencair ketika Gubernur Irwandi Yusuf mulai berbicara. "Saya merasa feel at home, dan sekaligus berterima kasih memperoleh kesempatan ini," katanya. Menggarisbawahi pernyataan Direktur Jenderal Eddi Hariyadhi dan Duta Besar Sunten Manurung, ia mengatakan kedatangannya ke Paraguay selain berkaitan dengan diplomasi kebudayaan, juga mengundang pejabat Kementerian Luar Negeri Paraguay, para peneliti INDI, maupun warga Ache untuk berkunjung ke Aceh, melihat kekayaan budaya Aceh. "Saya mengundang Prof Andrea Chamorro supaya meneliti lebih jauh kemungkinan keterkaitan Aceh dan Ache ini, karena komunitas Ache di Paraguay ini ada kemiripan dengan warga Gayo, yang benar-benar suku asli Aceh," Irwandi menambahkan. Kesepakatan Kerja Sama Acara itu sebetulnya sudah mengusik keingintahuan sejak susunan acara dibagikan kepada anggota delegasi Promosi Terpadu Indonesia ke Argentina, Paraguay, dan Cile, penggal awal Juli lalu. Dalam salah satu acara tercantum pertemuan delegasi Indonesia dengan komunitas Ache di Paraguay. Maklum, promosi terpadu yang diselenggarakan Departemen Luar Negeri RI tahun ini di Amerika Latin mengikutsertakan tim kesenian dari Nanggroe Aceh Darussalam. Termasuk di dalamnya Gubernur Irwandi Yusuf dan istrinya, Darwati Abdul Gani, serta Kadis Kebudayaan Provinsi NAD Muhammad Adnan dan Staf Biro Keistimewaan Aceh Aidi Kamal. Rasa penasaran makin menggelitik ketika secara khusus Duta Besar RI untuk Argentina, Paraguay dan Uruguay Sunten Manurung, mengatakan pertemuan tim Aceh dengan komunitas Ache itu bakal difasilitasi pejabat Kementerian Luar Negeri Paraguay. "Salah satu alasan mengapa tahun ini promosi terpadu mengikutsertakan tim kesenian tradisional Aceh adalah karena juga akan bertemu dengan komunitas Ache di Paraguay," katanya, dalam Welcoming Luncheon di Wisma Duta RI di Buenos Aires, Rabu, 4 Juli. Pertanyaan demi pertanyaan langsung bermunculan. Mungkinkah mereka warga Aceh yang berkelana hingga ke Benua Amerika sekian tahun lalu? Ingatan langsung melayang ke komunitas keturunan Arab di Argentina yang melahirkan pemain sepakbola terkenal Omar Gabriel Batistuta. Kalaupun meleset, mungkin seperti komunitas keturunan Bugis di Afrika Selatan. Namun, rupanya penelitian mengenai asal-usul komunitas Ache, seperti dikatakan Andrea Chamorro, masih terus dilakukan. Maria, menyebutkan, cerita turun-temurun dari nenek moyang menyebutkan mereka datang dari Asia. Di sisi lain, Margarita menambahkan kisah nenek moyang yang mengatakan kemungkinan warga Ache di Paraguay itu datang dari kawasan Amazon, Brasil, karena di kawasan itu juga bisa ditemukan komunitas Ache, yang oleh sosiolog Cristobal Ortiz disebut "Ache Brother". Tak banyak, memang, referensi tentang Ache. Penelusuran data menyebutkan empat peneliti secara serius mencurahkan perhatian ke komunitas Ache, yakni Munzel pada 1974, Davis pada 1988, Arens 1976, serta Hill dan Hurtado pada 1996. Dalam banyak literatur itu, paling menonjol adalah perjuangan untuk memperoleh hak atas tanah bagi kehidupan mereka. Warga suku asli, dicirikan atas ketergantungannya pada lingkungan hidup. Mereka menjaga dan melestarikannya. Tetapi, apa yang dirasakan komunitas Ache sekarang adalah lingkungan hidup yang rusak, bukan hanya karena faktor alam, namun juga faktor manusia. "Sebagian besar dari kami berusaha dalam bidang cindera mata, tetapi kami belum bisa mengembangkannya dalam bentuk industri," ujar Margarita. Data yang lain tentang komunitas Ache muncul dari pasangan Damien dan Emma Mawer, pasangan doktor dan guru yang pernah menghabiskan waktu hidup berdampingan dengan komunitas itu di Puerta Burra, di wilayah timur Paraguay. Komunitas Ache seperti dilaporkan Damien Mawer, sebagai suku asli, sudah mulai meninggalkan ketergantungannya kepada hutan. Komunitas itu sudah mulai membangun usaha pertanian dan sekolah untuk komunitasnya, namun masih memerlukan bantuan untuk peningkatan kesehatan. Banyak pertanyaan masih memenuhi benak kedua belah pihak. Adakah kemungkinan keterkaitan Aceh dengan Ache? Dirjen Eddi Hariyadhi menegaskan, pertemuan itu barulah langkah pertama. "Kita memerlukan langkah ke depan bersama, contohnya penelitian bersama," katanya. Tekad itu diabadikan dalam penandatanganan kesepakatan dalam pertemuan bilateral kedua pejabat negara hari berikutnya. Namun, ikatan emosional paling tidak sudah terjalin, ketika warga Ache itu memberikan cindera mata berbentuk ikan aneka ukuran yang dijajar di meja pertemuan itu kepada masing-masing anggota delegasi Indonesia. Ikatan emosional pun terjalin ketika komunitas Ache itu berkesempatan bertemu dengan tim kesenian dari Sanggar Cut Nyak Dhien, ketika tampil berpentas di Club Centenario, Asuncion, 10 Juli. Alba Portillo, warga Ache yang bekerja sebagai guru di lingkungan kementerian pendidikan Paraguay, menemui Rachmad Syukran, penari dan pemain musik. Ia mengajak Syukran berfoto bersama. "Kata dia, saya mengingatkannya pada anak laki-lakinya," kata Syukran. [SP/Sotyati] Last modified: 1/8/07 [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
