Anak Martha, katanya, bertanya: apakah Indonesia itu tidak terlalu
cepat merdekanya?

Pertanyaan yang cerdas dan provocatif (ini bahasa Inggeris lho,
artinya mengundang fikiran).

Saya coba memberi beberapa elemen jawaban atas pertanyaan itu.

Kita surut sedikt.

Pendidikan di Indonesia dimajukan sebagai kelanjutan politik etis.

"Sekolah Raja" didirikan di Bukit Tinggi misalnya.

Sekolah Tinggi Hukum didirikan di Jakarta.

Sekolah Tinggi Teknik di Bandung di dirikan...

Orang Indonesia juga dikirim belajar ke negeri Belanda (Hatta misalnya).

Mereka itu diharapkan tentuya untuk menjadi pemimpin Indonesia nanti,
seperti juga telah dibayangkan oleh Hogendorp sejak permulaan abad ke
XIX. (1819)

Inilah masaalahnya: orang-orang yang dididik itu (Soekarno, Hatta
dll.) nggak sabaran mau  berkuasa.

Dan - inilah kunci masaalahnya - berkuasa sendiri.

Setelah Indonesia Merdeka mereka singkirkan orang berkulit putih dari
puncak kekuasaan, kecuali orang seperti Poncke Princen..

Mereka duduki Istana Gubernur Jendral dan mereka teruskan ceremoni à
la Gubernur Jendral 

(Saya pernah ikut aubade dulu didepan Istana Gubernur Jendral yang
jadi Istana Negara di Jakarta).

Inilah kesalahan orang-orang rasialis seperti Soekarno: menyingkirkan
orang-orang berkulit putih dri puncak kekuasaan.
 
Dan bukan hanya orang kulit putih, tapi juga orang-orang yang
disebutnya Blandis.

Soekarno itu adalah manusia rasis.

Mari kita balik lagi ke permulaan abad XX.

Van Mook tahun 1917 mendirikan Indonesisch Verbond van Studeerenden. 

Yang menjadi anggotanya bukan hanya orang berkulit sawo matang, tapi
juga van Mook yang berkulit putih.

Dan yang kulitnya kuning bermata sipit.

Adalah orang Indonesia buat van Mook semua orng yang hidup di
Indonesia, yang ketika itu bernama Hindia Belanda.

Dan dia betul.

Beda dengan kolaborataor fascist Jepang Soekarno, van Mook bukan rasis.

Saya ulang kalimat saya:

Kita tidak tahu pasti apakah yang terjadi bila orang seperti van Mook
itu diberi kesempatan juga untuk ikut berkuasa di Indonesia.

Yang kita tahu adalah bahwa dengan disingkirkannnya orang seperti van
Mook dan Blandis-Blandis dari gelanggangn kekuasaan maka Indonesia
jadi dedel duwel seperti sekarang ini.





Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke