Apakah Ambisi Anak Krakatau Bisa Lebih Berprestasi Dari Bapaknya ?

Pada masa prasejarah sebelum tahun 416 Masehi, pulo Sumatra bersatu
dengan ujung barat pulo Jawa, sehingga kita bisa berjalan kaki dari
Jakarta ke Sumatra yang waktu itu masih bersatu. Diantara sambungan
ini diwaktu itu berdiri dua gunung api, yaitu sebelah utara adalah
gunung api Batuwara dan yang sebelah selatan adalah gunung api Kapi
yang kemudian meletus sehingga tanah diantara Jawa dan Sumatra
tenggelam.  Sehingga sekarang menjadi selat Sunda karena seluruh tanah
bagian timur gunung Batuwara tenggelam dan semua penduduknya mati,
perkampungannya musnah tenggelam kedasar laut.  Air laut yang mendadak
naik bukan hanya menenggelamkan wilayah sebelah timur gunung api
Batuwara, tetapi juga menyebabkan terpisahnya pulau Jawa, pulau Madura
dan pulau Bali.

Pada tahun 535, kembali terjadi letusan gunung api yang mungkin adalah
ledakan gunung api Batuwara.  Namun ledakan kali ini justru melahirkan
dua buah pulau diantara pulo Jawa dan pulo Sumatra.  Letusan gunung
api ini menyebabkan naiknya suhu bumi diseluruh dunia yang menyebabkan
es dikedua kutub bumi mencair sehingga air laut meninggi, akibatnya
satu dari dua pulo yang tercipta sebelumnya kembali tenggelam sehingga
tersisa hanya satu pulo saja yang kemudian dikenal dengan nama pulo
Krakatau.  Nama pulo "Krakatau" ini berasal dari ejaan bahasa
Portugis, sewaktu pelaut Portugis singgah di pulo ini, dia bertanya
kepada penduduk pribumi waktu itu "pulo apa ini?", oleh penduduk
pribumi itu dijawab "kagak tau" yang merupakan bahasa betawi yang
berarti "tidak tahu".  Kemudian pelaut Portugis ini menyebut pulo ini
sebagai pulo "Krakatoa".  Kejadian ini telah banyak menimbulkan
spekulasi, bahwa dongeng nabi Nuh sebenarnya berasal dari Indonesia
dimana diceritakan bahwa air laut akan naik menenggelamkan daratan. 
Padahal para ulama Kristen menganggap bahwa dongeng nabi Nuh merupakan
kejadian bermilyard tahun sewaktu mencairnya es dikutub yang
menyebabkan terpisahnya pulo Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya, dengan
Australia.  Kalo kita mau berpikir logis rasional, tentu tidak mungkin
ada catatan tengang dongeng nabi Nuh pada saat milyardan tahun yang
lalu dimana manusia pun belum hadir dibumi ini.  Lalu darimana
datangnya dongeng nabi Nuh itu sementara manusia sendiri belum ada???
 Bahkan nabi Nuh juga belum ada pada saat pemisahan pulo2 Borneo,
Sulawesi, Irian Jaya, dengan Australia.

Pada 1680 Mei dan 1681 Februari, kembali terjadi letusan gunung api
Krakatau yang dilaporkan oleh dua orang Belanda.

Pada 1780, dalam catatan harian John Ledyard warganegara Amerika yang
bergabung dalam sebuah kapal angkatan laut Inggris dengan komandan
kapalnya John Gore dan kapten kapalnya James Cook, menceritakan bahwa
sewaktu expedisinya singgah di Batavia mereka menemukan sebuah pulo
didekatnya yang dinamakan pulo "Cocoterra" dimana katanya ada dua mata
air yang satu dingin dan yang satu lagi panas mendidih.  Catatan ini
juga menyertakan denah lokasi atau peta yang sangat jelas yang
ternyata kemudian adalah pulo Krakatoa ini.

Pada 1809, Belanda menjadikan pulo Krakatoa sebagai tempat pembuangan
kriminal atau penjara seperti halnya Nusa Kambangan sekarang ini.

Pada 1880, seorang ahli ilmu alam dan geology Belanda bernama
Dr.Ir.Rogier Diederik Marius Verbeek menjadi orang pertama yang
melakukan penelitian terhadap pulo Krakatoa dengan gunung apinya. 
Dari penelitian beliau inilah ilmu geology berkembang pesat dimana
akhirnya tercipta bidang khusus yang dinamakan "Volcanology".  Dua
tahun kemudian yaitu 

pada tahun 1883, terjadilah ledakan dahsyat gunung Krakatoa dimana
untuk pertama kalinya seorang ahli Belanda (Verbeek) menjadi saksi
mata daripada ledakan gunung api Krakatoa yang disertai tsunami dimana
guncangannya terasa diseluruh dunia, dari Amerika, ke Inggris, hingga
ke Afrika.  Gelombang laut naik hingga lebih dari 30 meter, langit
diseluruh dunia menjadi gelap, kekuatan ledakan diperkirakan sekitar
200 Megaton TNT yang identik dengan 13000 kali kekuatan bomb atom yang
dijatuhkan di Jepang. Letusan ini melemparkan 25 milliard cubic
batu2an dan debu yang disusul dengan Tsunami dan paling sedikit 36417
korban2 yang mati dan ribuan yang luka2 padahal populasi Indonesia
pada waktu itu masih sekitar dibawah 0.2 juta-an.  Akibat letusan
Krakatau pada saat ini, Seluruh pulau Krakatau lenyap tenggelam
kebawah laut.  Gempa dahsyat menggoyang pulau Jawa, korban mati akibat
gempa ini mencapai kota Semarang, ditemukan mayat2 mengambang hampir
diseluruh laut Jawa.  Diperkirakan penduduk Lampung semuanya tewas.
Beberapa pulo didekatnya juga semuanya tewas, tak satupun yang
ditemukan ada yang hidup.  Pulo2 yang mendadak menjadi kosong ini
tetap tak berpenghuni hingga puluhan tahun lamanya sehingga tumbuh
hutan2 lebat yang tidak ada manusianya yang kemudian menjadi tempat
yang baik untuk berkembangnya banyak binatang liar dimana kemudian
pulo2 ini dinamakan Ujung Kulon yang sekarang menjadi tempat hutan
lindung nasional untuk melindungi margasatwa dan dilarang untuk dihuni
manusia.

Pada 1927, kembali terjadi ledakan kecil yang melahirkan sebuah pulo
kecil ditempat yang sama dimana dulunya merupakan lokasi pulo Krakatau
dan yang sekarang kita namakan sebagai "Anak Krakatau".  Pada
hakekatnya, anak Krakatau ini tidak berbeda dengan pulo Krakatau yang
dulu, artinya, anak gunung api Krakatau yang sekarang adalah gunung
api yang sama dengan bapak gunung api Krakatau yang dulu.  Namun kita
namakan anak gunung Krakatau karena pulo atau gunung api Krakatau
dulunya sudah hilang tanpa bekas akibat ledakan pada 1883.

Pada tahun 2000, dua orang peneliti Geologist dari Caltech Institute
USA, menjadi korban letusan anak Krakatau, keduanya mati sewaktu
sedang melakukan observasi penelitiannya.

Sekarang kembali kegiatan anak Krakatau meningkat, apakah hal ini
terkait dengan Tsunami di Aceh dan juga berbagai gempa yang
menggoncang seluruh wilayah di Indonesia???  Hingga kini belum ada
laporannya yang pasti.  Atas dasar hasil penelitian geologist, wilayah
pulo anak Krakatau ini terletak diatas pertemuan dua lempeng pipa yang
menghubungkan seluruh gunung api yang ada didunia, yaitu dari lempeng
Indo-Australia dengan lempeng Eurasian yaitu lempeng yang
menghubungkan gunung2 api dari Eropah dengan gunung2 api diseluruh
Asia.  Juga menjadi pertanyaan yang belum terjawab, apakah lumpur
magma bumi dari Lapindo merupakan bagian dari lempeng pipa
Indo-Australia yang kebetulan bocor sedikit.

Apakah kiamat-nya dunia akan dimulai dari Indonesia sebagai pusatnya?
 Kalo pada mulanya sebuah pulo besar bisa terputus-putus menjadi empat
pulo besar yang terpisah oleh selat (Sumatra, Jawa, Bali, dan Madura)
oleh sebuah ledakan gunung api Kapi pada masa sebelum 416 Masehi, maka
besar kemungkinannya ledakan dimasa dekat ini akan membuat Jawa Barat
dan Sumatra Selatan tenggelam kedasar laut yang juga mungkin akan
menenggelamkan pula pulo Bali dan Madura dan ratusan atau ribuan pulo2
kecil lainnya.  Bencana Alam Semesta ini merupakan tantangan para
ahli2 dari seluruh dunia, terutama tentunya para ahli2 Amerika yang
sekarang banyak sekali membangun tempat2 observasi hampir diseluruh
Indonesia dari Sabang hingga ke Merauke.

Namun dalam AlQuran dan Bible tidak ditemukan wahyu Allah yang
memperingatkan manusia untuk berwaspada datangnya hari kiamat yang
dimulai dari selat Sunda ini.  Mungkin juga sudah ada ayat2nya memberi
tahu tanda2 dari Allah yang dikirim melalui wahyunya didalam Alquran,
cuma kita sebagai umat Islam belum dapat menemukan tafsirnya sekarang
ini sehingga masih menunggu wahyu Allah selanjutnya yang akan
dikirimkan melalui nabi2 terakhir yang menyamar sebagai ahli2 geology
dari Amerika.  Allah akan menyelamatkan umatnya melalui Amerika.

Ny. Muslim binti Muskitawati.





Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke