Mas, yakin tadi minum alkohol???
bukan enchepabol?
tulisan nya bagus,
katanya kalau minum alkohol, bisa fly, jadi inget yang
asik asik...  ini kok malah inget yang suram suram,
masalah ibu hamil yang di tolak RS, masalah pelik
tanah air....  
apa karena minuman gratis ya.... nggak ngefek...

--- Ignatius Sapto Condro <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> Dari Ignatius Sapto Condro A.B. (iscab) untuk semua
> 
> 
>
http://iscab.blogs.friendster.com/ignatius_sapto_condro_atm/2007/12/selamat_natal_2.html
> 
> 
> Natal 2007
> 
> 
> Fröhliche Weihnachten
> 
> Ini Natal kedua di Bremen, Jerman. Dingin, tanpa
> kehangatan pelukan Sang
> Kekasih.
> Salju 3 hari lalu hilang terbasuh hujan. Misa Natal
> seperti biasa di St.
> Johann.
> Tema khotbah tidak dapat kutangkap semua, maklum
> bahasa Jerman masih
> pas-pasan ditambah malas mendengar khotbah.
> 
> 
> Merry Christmas
> 
> Pesta Natal kemarin dirayakan di rumah kawan-kawan
> Muslim, sebetulnya sih
> perayaan ultah salah satu penghuni rumah.
> Kemudian datang MMA (asal Bogor, UI pula, punya nama
> mirip negara
> Afghanistan) dan TRY (asal Aceh, ITB pula), yang
> juga Muslim, tapi menenggak
> minuman beralkohol lebih banyak dari saya.
> Datang A (asal Bandung, sempat mampir Kiel, tinggal
> dekat kuburan di
> Bremen).
> Datang juga Sin, asal Singapura (kaga tahu gimana
> cara nulis namanya).
> Lalu Anata (cewe Rusia) yang rambutnya mirip Adam's
> Family, ada putih alami
> (baca uban) yang membuat indah rambutnya.
> Lalu Lorena (cewe Mexiko) yang kalau nari gayanya
> selalu aneh, loncat-loncat
> kaga karuan.
> Oh, ya, ada juga Sunthar (cowo India, suku Tamil),
> ternyata suka dangdut
> Indo.
> 
> 
> Feliz Navidad
> 
> Menu pesta natal itu, yang sempat masuk mulutku:
> - keripik
> - salat
> - makaroni
> - Amaretto (alkohol 28%), rasanya manis
> - sepertinya Wein (alkohol 9%)
> - Lorsch (alkohol 38%), rasanya kaya puyer
> Perutku perut Indo. Minum minuman haram, kaga mabuk,
> malah sakit perut.
> (yang aku kaga mabuk boleh dikomentari oleh hadirin
> pesta itu)
> Tapi kaga nyangka, MMA dan TRY ini minum lebih
> banyak dariku.
> Mudah-mudahan karir politik mereka di Indonesia kaga
> kena pengaruh alkohol.
> Siapa tahu MMA ini bakal masuk PKS. Juga TRY ini
> bakal jadi gubernur Aceh
> suatu hari.
> TRY entah mabuk atau tidak, malah nyanyi lagu Rhoma
> Irama sambil
> ketawa-ketawa, betul-betul paradox.
> MMA ini tiba-tiba mengembangkan Mazhab Hanafi dan
> Syafii, katanya selama
> kaga mabuk, minuman itu tidak haram.
> Tapi matanya mulai redup aneh.
> 
> 
> Pozdrevlyayu s prazdnikom Rozhdestva i s Novim Godom
> 
> Einsamkeit? Jain.
> Kaga ada pelukan hangat Sang Kekasih.
> Kaga ada bokap nyokap. Kaga ada Eyang Kakung dan
> Eyang Putri.
> Kaga ada Tante Ida, Tante Yayuk, Tante Riri, Tante
> Nana, Tante Vero, dll.
> Kaga ada Om Beny, Om Rady, Om Asto, Om Budi, dll.
> Kerabatku di negeri seberang, seperempat keliling
> bumi jauhnya.
> 
> 
> Buono Natale
> 
> Lalu kawan-kawan kuliah dan kursus pada mudik.
> 
> Martha, cewe Polandia, cantik, matanya indah dan
> senyumnya manis, jurusan
> Desain Grafis.
> Wajahnya ceria, jarang ada orang Polandia berwajah
> ceria.
> Kaga jadi makan bareng denganku. Sekarang mudik ke
> Gdansk.
> 
> Isabelle, cewe Perancis, senyumnya manis, bokongnya
> berbulu lebat (tahu dari
> mana?), jurusan Ilmu Politik.
> sempat di Mensa dilirik TRY (temanku asal Aceh itu
> lho).
> Dia kaga bisa makan pakai sumpit dengan benar. Dia
> juga mudik ke Bordeaux.
> 
> Juan Alfonso ramirez Martinez juga mudik ke Mexico.
> Jadi kaga ada kawan konsultasi Rhapsody dan Latex.
> 
> Roderich Wahsner, Bapak kosku.
> Merayakan Natal di rumah sakit. Sepertinya tulang
> paha patah karena jalan
> licin, ada Glatteis di malam Natal.
> Rumahku sepi (baca rumah kosku).
> 
> Akan tetapi ada orang Indonesia yang bisa
> kukunjungi:
> Mas Yadi, Mba Mia, Dendy, Eva, Vita, Oecoep, dll.
> Tiada yang lebih enak daripada makan dan minum
> gratis.
> Mangan ora mangan sing penting ngumpul.
> Kehangatan mereka pelipur kesepianku di Bremen.
> 
> 
> Joyeux Noel
> 
> Natal ini, sembari diiringi lagu-lagu di radio dalam
> berbagai bahasa,
> (Jerman, Perancis, Spanyol, Arab, dll - Jerman emang
> multikulti),
> seusai pesta pora, kurenungkan beberapa hal.
> 
> Mengapa ketika mendengar cerita Natal, aku terbayang
> bayi-bayi yang
> terbuang?
> Di Jerman, koran memberitakan bayi yang dibuang di
> tempat sampah atau di
> pinggir jalan.
> Angela Merkel dan parlemen Jerman sempat berbicara
> tentang perlindungan anak
> harus masuk "Grundgesetzt" (semacam UUD Jerman?).
> Di Bandung, sebulan sekali, katanya selalu ada 1-2
> berita koran, tentang
> bayi dibuang di sungai Cikapundung yang membelah
> kota kembang ini.
> 
> Aku membayangkan Maria yang mengandung Yesus,
> sembari membayangkan
> kegundahan wanita yang hamil tak diinginkan.
> Entah kaga pakai kondom (dan pil, serta alat
> kontrasepsi lain), entah ditipu
> lelaki, entah diapa-apain.
> Aku membayangkan kegundahan Yusuf yang bingung mau
> menikahi Maria atau
> tidak. Sempat dia berpikir menikah lalu cerai.
> Kegundahan yang sama dengan laki-laki ogah kondom
> yang menghamili pacarnya.
> Nikah dulu baru cerai.
> Jadi nikah itu cuma demi status, ya?
> 
> Untung, Yusuf ketemu malaikat yang datang jauh-jauh
> dari surga (Emangnya
> surga itu jauh, ya?).
> Jadi dia bisa diyakinkan untuk menikahi Maria dan
> menemani Maria di
> masa-masa kehamilannya lalu di masa persalinannya.
> Ini adalah Suami SIAGA (Siap Antar Jaga).
> 
> 
> I'D Miilad Said ous Sana Saida
> 
> Satu lagi, aku membayangkan Kaisar pertama Romawi
> yaitu Agustus.
> Dia bikin sensus penduduk yang mewajibkan penduduk
> balik ke daerah asalnya.
> Bikin aturan kok rumit-rumit, ya?
> aku membayangkan birokrasi Indonesia yang
> kadang-kadang menyebalkan.
> Maria lagi hamil harus pergi jalan kaki ke
> Jerusalem.
> 
> Lalu ketika sudah kontraksi, Maria tidak bisa
> mendapat tempat bersalin
> layak.
> Semua menolak yusuf dan Maria.
> Jadi ingat ibu-ibu miskin yang ditolak rumah sakit
> di Indonesia.
> Atau ibu-ibu miskin yang bayinya ditahan rumah
> sakit, tidak boleh diambil
> sebelum melunasi biaya rumah sakit.
> Ibu miskin yang tidak dapat hak operasi caesar,
> dipaksa melahirkan normal,
> yang akhirnya kepala bayi sampai putus.
> Kehamilan dan persalinan pertama yang traumatis,
> melihat darah muncrat dari
> badan kecil tanpa kepala.
> Pantas saja angka kematian ibu melahirkan di
> Indonesia 
=== message truncated ===



      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping


Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke