Suami Arab Bunuh Isterinya-Pembantu Yang Jadi Tertuduh

Di Indonesia boleh dikatakan belum pernah atau jarang terjadi adanya
pembantu yang membunuh isteri majikannya ataupun anak gadis majikannya.

Tapi Anehnya, kenapa banyak sekali pembantu2 dari Indonesia ini
mendadak jadi pembunuh isteri2 dari majikan mereka dan juga anak2
gadis dari majikan mereka tempat bekerja.

Dari berbagai laporan para pembantu yang berhasil diselundupkan kepada
rekan2nya keluar dari penjara, semua pembantu yang jadi tertuduh
membunuh isteri majikan atau anak gadis majikan hanya bisa menyatakan
bahwa dia tidak melakukan pembunuhan siapapun juga.

Wanita2 Amerika keturunan Arab banyak sekali bercerita bagaimana suami
di Arab itu mencari pembantu2 Indonesia yang digunakan untuk jadi
kambing hitam dalam membunuh isterinya.

> "Ibrahim Y. Syihab" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Sebagai seorang pekerja professional Indonesia
> yang saat ini mendapatkan penempatan di Timur
> Tengah, saya sudah mendengar tentang berita beginian
> (walau belum dari saksi kunci langsung) melainkan
> dari sesama orang Indonesia yang ada di TimTeng
> sini. Masalahnya orang Indon masih terus menerus 
> membela orang Arab, jadi mau apa lagi? Indonesia 
> masih terus kasih devisa ke Arab dengan melalui 
> haji. Orang Indon masih goblok, jadi mau apa lagi? 

Kita tak bisa menyalahkan si pembantu itu goblok, masalahnya bukanlah
terletak di goblok atau pintarnya seorang pembantu melainkan terletak
dalam hukum Syariah yang mempersyaratkan kesaksian yang diterima
berdasarkan ajaran Islam yaitu seorang saksi yang ketakwaannya tidak
diragukan.

Jadi kalo membandingkan kesaksian antara budak dan majikan, maka budak
tidak memiliki hak sama sekali untuk kesaksiannya dijadikan pertimbangan.

Kejahatan tetap kejahatan, orang2 Arab Saudia di Amerika yang saya
kenal sekalipun tidak ada yang menyukai kriminal seperti ini terjadi
dinegaranya, itulah sebabnya banyak dari mereka yang pindah keluar
dari tanah airnya untuk menjadi warganegara Amerika.

Silahkan anda bayangkan sendiri, seorang suami yang sudah bosan kepada
isterinya dengan mudahnya mencari pembantu.  Setelah setahun dua
tahun, isterinya dicekik sang suami disampingnya sewaktu sedang tidur
nynyak.  Pagi2 hari sang suami berangkat kerja, dan meninggalkan
isterinya yang sudah terbunuh.

Pulang kerja, sang suami menelepon polisi melaporkan adanya pembunuhan
yang dilakukan oleh pembantunya.  Kemudian sang suami menyuruh
pembantu keluar untuk membeli sesuati, dan saat ini tentu benda2 yang
dijadikan alat pembunuh kemudian dimasukkan kedalam kamar pembantunya.
 Sepulangnya sang pembantu mengerjakan perintah sang suami majikan,
dia sudah ditunggu oleh polisi yang langsung membawanya ke penjara. 
Prosesnya tidak ber-belit2, atas dasar laporan dan kesaksian sang
suami disertai penemuan barang2 bukti dikamar pembantunya sudah cukup
untuk diambil keputusan fatal bagi sang pembantu yang tidak tahu apa2.

Padahal kalo saja dilakukan rekonstruksi, bisa dibuktikan bahwa si
pembantu tak mungkin memiliki tenaga yang cukup yang bisa mencekik
mati leher majikannya.  Namun rekonstruksi hanya bisa diminta oleh
sang pelapor bukan oleh sang pembantu.

Andaikata kasus ini mau ditengahi oleh Kedubes RI sekalipun sama
sekali tidak berguna, karena pembela yang disewa tidak bisa memberi
kesaksian apapun padahal kesaksian dibawah sumpah itulah yang bisa
menyelamatkan sang pembantu.  Pembela disana bukanlah membela
pelakunya karena meskipun sang pembela itu disewa oleh sang pembantu,
namun dalam sidang dia justru membela majikannya karena dalam Syariah
berlaku ketentuan bahwa  seorang Arab Islam harus membela sesamanya
bukan membela budak2nya.

Memang penasaran sekali bagi pembantu2 yang dihukum mati untuk
perbuatan yang tidak pernah mereka perbuat.

Ny. Muslim binti Muskitawati.












Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke