Berita ini juga disajikan dalam website http://kontak.club.fr/index.htm


                        Komite Bangkit Indonesia

                        perjuangkan “Jalan Baru”

Jalan yang berlandaskan kebhinekaan, keragaman budaya, dan pluralisme


Setelah berhari-hari pers dan televisi Indonesia dibanjiri oleh berita,
tulisan atau komentar tentang demo di depan gedung DPR dan Universitas
Atmajaya, yang mengakibatkan berbagai kerusakan  dan ditahannya Ferry
Juliantono (Sekjen Komite Bangkit Indonesia) maka penting bagi kita semua
untuk juga memperhatikan penjelasan dari Komite  Bangkit Indonesia mengenai
berbagai hal yang berkaitan dengan masalah yang dihebohkan hari-hari ini.



Mengingat seriusnya masalah sekitar penahanan Ferry Juliantono ini
dihubungkan dengan pentingnya gerakan melawan kenaikan harga BBM, maka
berikut di bawah ini disajikan seutuhnya press-release dari Komite Bangkit
Indonesia, yang dikeluarkan oleh Ketua Umumnya, Rizal Ramli, mantan menko
perekonomian dalam pemerintahan Abdurrachman Wahid.



Seperti yang bisa kita simak bersama-sama, dalam press release ini telah
disorot berbagai hal penting dan serius tentang masalah ekonomi, politik,
dan kekuasaan, antara lain tentang POLRI dan BIN. Tanda-tanda diulanginya
kembali praktek-praktek rejim Orde Baru juga disinggung di dalamnya.



Press-release ini, yang berjudul “Teruskan Perjuangan Untuk Mengawasi Dan
Mengawal Hak Angket BBM Agar Bermanfaat Untuk Rakyat » berbunyi sebagai
berikut :



1. Komite Bangkit adalah gerakan moral dan intelektual yang dilakukan secara
damai baik melalui diskusi-diskusi, seminar, sosialisasi  dengan berbagai
kelompok masyarakat.

Komite Bangkit dibentuk untuk memperjuangkan “Jalan Baru”, jalan anti
neokolonialisme. Jalan yang lebih mandiri, yang akan membawa kemakmuran dan
kesejahteraan mayoritas rakyat . “Jalan Baru” adalah jalan yang berlandaskan
kebhinekaan, keragaman budaya, dan pluralisme. Dengan landasan itu, Komite
Bangkit akan mendorong renaissance kebudayaan sehingga tercipta suatu
masyarakat yang lebih kreatif dan inovatif (innovative and creative
society). Bukan sekadar masyarakat terbuka (open society) yang sering hanya
menjadi korban dari globalisasi. Masyarakat yang lebih kreatif dan inovatif
akan mampu menarik manfaat sebesar-besarnya dari kekuatan dan kejayaan masa
lalu, serta menarik pengalaman dan manfaat dari kebudayaan antarbangsa.



2. Komite Bangkit Indonesia memang memimpin dalam orasi dan unjuk rasa yang
dihadiri langsung oleh Ketua Umum Komite Bangkit Indonesia DR. Rizal Ramli
pada  20 Mei 2008 dalam rangka 100 tahun Kebangkitan Nasional. Unjuk rasa
tersebut diikuti oleh sepuluh ribuan peserta baik dari kalangan pemuda,
mahasiswa, aktivis pergerakan, petani, buruh dan serikat pekerja. Unjuk rasa
tersebut berlangsung dengan aman dan damai, seperti diungkapkan di media
cetak dan tayangan media elektronik. Unjuk rasa tersebut juga diamankan oleh
Pimpinan Kepolisian Resor (Kapolres) Jakarta Pusat yang sangat simpatik dan
damai.



3.  Komite Bangkit tidak setuju dan tidak pernah merencanakan cara-cara
kekerasan untuk menyatakan pendapat. Komite Bangkit Indonesia menentang
segala bentuk kekerasan baik oleh masyarakat maupun oleh aparat keamanan
tetapi Komite Bangkit Indonesia mendukung unjuk rasa dan pernyataan pendapat
yang dilakukan secara damai dan tertib, seperti halnya unjuk rasa yang kami
lakukan pada 20 Mei 2008, karena hal itu dijamin oleh Undang-Undang dan
merupakan salah satu ciri dari negara demokratis.



4. Agresivitas sekelompok kecil pengunjuk rasa pada 24 Juni di Jakarta tidak
dibenarkan, tetapi juga harus dipahami bahwa agresivitas tersebut dipicu
oleh tindakan-tindakan aparat sebelumnya yang sangat represif dan telah
membawa korban. Penyerbuan kampus ke Universitas Nasional yang diikuti
pemukulan para aktivis dan mahasiswa, insiden Monas yang dipicu oleh sikap
provokatif aparat keamanan, meninggalnya mahasiswa UNAS Alm. Maftuh Fauzi
karena pukulan-pukulan di bagian belakang kepala yang mengakibatkan Maftuh
pingsan, muntah-muntah, geger otak, dan pemukulan dan penangkapan puluhan
mahasiswa aktivis lainnya telah memicu suasana yang semakin mengeras.
Seandainya aparat bersikap mengayomi dan damai seperti pada saat mengamankan
20 Mei 2008 maka kecil kemungkinan akan terjadi konflik fisik seperti pada
tanggal 24 Juni 2008. Dalam kaitan itu kami meminta kepada pimpinan POLRI
yang mendapatkan independensinya setelah reformasi sebagai hasil perjuangan
pemuda dan mahasiswa dan kaum pergerakan, untuk segera memperbaiki citranya.
Jangan sampai pada hari Ulang Tahun yang ke-62 ini POLRI sekedar menjadi
alat kekuasaan dan kekuatan represif yang akhirnya akan menjauhkan POLRI
dari rakyat dan cita-cita awal reformasi. Kami percaya bahwa KAPOLRI  dan
jajaran Kepolisian RI tidak ingin kembali berada di bawah ABRI, apalagi di
bawah Lembaga Intelijen, selama POLRI sungguh-sungguh menjadi kekuatan
pengayom dan menimbulkan rasa aman di masyarakat.



5. Telah terjadi upaya sistematis untuk memberikan stigma anarkis dan
kekerasan kepada gerakan-gerakan demokratis yang memperjuangkan keadilan dan
kehidupan sosial ekonomi yang lebih baik untuk rakyat. Proses stigmatisasi
tersebut dilakukan dengan menggunakan konsep dan kosa kata ala ORBA dan
rezim otoriter seperti tuduh-menuduh oleh aparat intelijen tanpa landasan
hukum,  istilah-istilah seperti dalang mendalangi, tunggang menunggangi  dan
penculikan serta penangkapan tanpa surat penahanan.

Penggunaan konsep dan kosa kata ORBA tersebut adalah tanda-tanda awal
kembalinya rezim otoriter. Pendekatan dan cara-cara otoriter tersebut, pada
hakikinya merupakan upaya untuk membungkam perbedaan pendapat dan kritik
terhadap kebijakan pemerintah yang berkuasa. Komite Bangkit menyerukan
kepada seluruh lapisan masyarakat, pemuda, mahasiswa, dan kaum pergerakan
untuk mewaspadai dan melawan kecenderungan dan cara-cara otoriter tersebut.
Komite Bangkit juga mengingatkan kepada pemerintah saat ini untuk tidak
melupakan sejarah, jangan lupa kacang pada kulitnya bahwa pemerintahan saat
ini adalah hasil dari perjuangan mahasiswa, pemuda, dan kaum pergerakan
melawan pemerintahan otoriter ORBA pada tahun 1998.



6. “Penculikan” Saudara Ferry J. Juliantono oleh POLRI dan BIN dilakukan di
Kuala Lumpur, dengan memperlakukan Sdr. Ferry bagaikan teroris atau penjahat
transnasional. Kami mengucapkan selamat kepada POLRI dan BIN atas
keberhasilannya “menculik” Sdr. Ferry di Kuala Lumpur, tetapi menjadi
pertanyaan mengapa aparat kepolisian dan keamanan tidak pernah mampu
menangkap penjahat-penjahat ekonomi yang kabur ke luar negeri. POLRI dan BIN
sangat bersemangat menangkap seorang tokoh prodemokrasi yang menentang
kenaikan BBM dan memperjuangankan keadilan ekonomi untuk rakyat, tetapi
tidak mampu menangkap para penjahat dalam bidang ekonomi. Komite Bangkit
telah membantu Sdr. Ferry untuk mendapatkan bantuan hukum dan tuntutan pra
pengadilan atas tindakan “penculikan tersebut”. Lebih dari 20 lawyer akan
membantu Sdr. Ferry menghadapi tuduhan polisi (silahkan hubungi Sdr. Chudry
Sitompul no.hp. 0811137482 & Sdr. Sirra Prayuna no.hp. 08158763889).



7. Sejak semula Komite Bangkit Indonesia menentang kenaikan harga BBM secara
terbuka dan transparan karena kondisi rakyat Indonesia selama 1 tahun
terakhir sudah sangat sulit karena pemerintahan SBY tidak mampu melakukan
stabilisasi harga-harga bahan kebutuhan pokok. Pada saat yang bersamaan
Komite Bangkit menawarkan banyak cara lain untuk menyelamatkan anggaran
tanpa menaikkan harga BBM. Oleh karena itu, Komite Bangkit bersama
tokoh-tokoh nasional lainnya telah mendesak agar DPR menyetujui Hak Angket.
Melalui penyelidikan-penyelidikan yang dilakukan oleh DPR, kami mendesak
agar berbagai ketidakefisienan dan mafia migas bisa diberantas. Oleh karena
itu kami menyerukan agar pemuda, mahasiswa, aktivis pergerakan dan
teman-teman media di seluruh tidak usah takut terhadap upaya stigmatisasi
sistematis yang dilakukan oleh oknum pejabat dan  aparat. Kami juga
menyerukan agar pelaksanaan Hak Angket diawasi dan dikawal supaya bermanfaat
untuk rakyat.



Jakarta 1 Juli 2008



PS. Untuk mengetahui lebih banyak tentang Komite Bangkit Indonesia dapat di
klik http://bangkit.or.id/





No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.526 / Virus Database: 270.4.3/1527 - Release Date: 30/06/2008
18:07


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke