Bijbel bilang Iskaq Islam bilang yang dikurbankan Ismail,ayo kita chek
Bijbelmu.



I.MARI KITA TANYA SAMA BIJBEL.

Coba kita Tanya sama Bijbel berapa umur Ismail saat Hagar
diusir,biasanya kalau beda dengan Quran sok ketemu kejanggalan.Quran
menyatakan Ismail masih bayi waktu Hagar diusir.

KEJADIAN 20: 9.

Pada saat itu Sara melihat ,bahwa anak yang dilahirkan Hagar sedang 
main
dengan Ishaq anaknya sendiri.10.Berkatalah Sara kpd Abraham:"Usirlah
hamba perempuan itu beserta anaknya ,sebab anak tsb takkan jadi
ahliwaris bersama sama dengan anakku Ishak.Bla bla..14.Keesokan 
harinya
pagi2 Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kpd
Hagar.Ia meletakkan itu beserta anaknya diatas BAHU Hagar.Maka 
pergilah
Hagar ke padang gurun Bersyeba.

Dari ayat diatas pasti tuan2 mengira kalau Ismail saat tsb masih 
Balita
soale dia masih ditaruh diatas bahu Hagar.Tambah diperkuat diayat
15.Ketika air yang dikirbat itu habis,dibuangnyalah anak itu kebawah
semak2,dan ia duduk agak jauh.sebab katanya :Tidak tahan aku melihat
anak itu mati.

Jadi anda makin yakin bahwa usia Ismail saat itu masih Balita.Ayo kita
tanya Bijbel benarkah pendapat tsb,ternyata bukalah KEJADIAN 16:
16.Abraham berumur 86 tahun ketika Hagar melahirkan Ismail.

Lalu di KEJADIAN 21: 5 dinyatakan pada saat Ishak lahir umur Abraham 
100
tahun.Jadi usia Ismail sudah 14 tahun pada saat Ishak lahir,lantas pas
Hagar diusir usia Ishak sendiri sudah disapih taruhlah 2 tahun makanya
usia Ismail ternyata 16 tahun.La waktu ditaruh dibahunya Hagar opo 
tidak
semplok? Atau waktu Ismail dibuang kesemak opo Hagar tidak dihajar 
oleh
Ismail?

Itulah akibat ada tangan kotor yang berusaha merubah sejarah dengan
ngrubah Alkitab untuk tujuan tertentu toh akan konangan juga walaupun
dengan otak saya yang tidak usah S3 sekalipun.

Bagi bangsa non Yahudi siapapun anak Abraham yang dikorbankan no 
problem
tapi tidak bagi Yahudi.Dia keturunan Ishak sudah bertahun tahun 
sebagai
penggarap kebun anggur kok mau dicabut yo berontak ,wajar kan?

Oh ya ada lagi Ishaq disebut sebagai anak tunggal Abraham ,seolah olah
Tuhan tak mengakui bahwa Ismail itu anaknya juga dupeh anak 
budak.Setahu
saya (tapi menurut Islam ding) parameter Allah itu hanya satu TAQWA.
Jadi budak atau Jendral,kere atau cukong,elek atau cantik wajahnya itu
oleh Allah tak dilihat,kecuali taqwanya.Kelihatannya Bijbel masih
mempersoalkan lahiriah orang, iki Tuhan tenan opo bukan?Jadi lokasi
Faran(baca sinar gemerlap dari Faran) yang mau dikaburkan kedaerah di
Mesir itu jangan dipercaya dulu sebelum masalah ini clear.Yang jelas 
ZAM
ZAM itu lokasinya di Mekah bukan di Mesir.

Kesimpulan:

Sifat Sara kurang mulia karena ngusir orang senaknya dan pikirannya
asset melulu , la nanti pas anaknya mau dikorbankan orang pencemburu 
itu opo iklas?

Kalau Hagar sudah teruji dia diusir OK tinggal digurun OK karena dia
yakin suaminya menyuruh gitu pasti diuruh Allah,jadi keberserahdirinya
pada Allah tinggi.Dialah satu2nya manusia yang dapat kehormatan Allah
dikuburkan disamping Baitullah yang bernama Hijir Ismail.Nabi saja
makamnya bukan disamping Ka'bah tapi di Madinah.

Shalom,

Tawangalun.

Kok Kristen tdk memperingati peristiwa Iskaq dikurbankan? kalau Idul
Qurban kan Islam menyembelih kambing,karena yakin akan peristiwa tsb.





--- In [EMAIL PROTECTED], "zebaoth.jehova"
<zebaoth.jehova@> wrote:
>
> ISMAIL BUKANLAH ANAK YANG DIKURBANKAN.
>
> Topik perdebatan anak yang dikurbankan telah menjadi isu selama
> berabad-abad dalam hubungan antara Islam – Kristen.
> Muslim meyakini bahwa anak yang dikurbankan adalah Ismail sekalipun
> Al-Qur'an sama sekali TIDAK MENYEBUTKAN nama anak yang dikurbankan
> tersebut.
>
> Tulisan dengan topik serupa sudah pernah muncul, namun saya akan
> menuliskan ulang dengan beberapa penambahan.
>
> I. MENURUT AL-QUR'AN
>
> Dibawah ini adalah terjemahan Al-Qur'an (QS 37 : 100 – 113) yang
> mengisahkan peristiwa pengorbanan tersebut.:
>
> Penyembelihan Ismail
> (ayat 100) : Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (SEORANG ANAK) yang
> termasuk orang-orang YANG SALEH
> (ayat 101) : Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak 
yang
> AMAT SABAR
> (ayat 102) : Maka tatkala anak itu sampai (pada UMUR SANGGUP) 
BERUSAHA
> bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata : "Hai anakku sesungguhnya aku
> melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa
> pendapatmu!". Ia menjawab : "Hai bapaku, kerjakanlah apa yang
> diperintahkan kepadamu ; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk
> orang-orang yang sabar."
> (ayat 103) : Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim
> membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran 
keduanya)
> (ayat 104) : Dan Kami panggillah dia : "Hai Ibrahim,
> (ayat 105) : sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu,
sesungguhnya
> demikianlah Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang berbuat
> baik.
> (ayat 106) : Sesungguhnya ini benar-banar suatu UJIAN YANG NYATA.
> (ayat 107) : Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang
besar
> (ayat 108) : Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di
> kalangan orang-orang yang datang kemudian
> (ayat 109) : (yaitu) "Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim
> (ayat 110) : Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang 
yang
> berbuat baik.
> (ayat 111) : Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman"
>
> Kabar gembira tentang kelahiran Ishak
> (ayat 112) : Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) 
Ishaq
> seorang nabi yang termasuk orang-orang yang SALEH.
> (ayat 113) : Kami limpahkan keberkatan atasnya dan atas Ishaq. Dan
> diantara anak cucunya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang 
zalim
> terhadap dirinya sendiri dengan nyata.
>
> Perlu diperhatikan bahwa 2 judul perikop yaitu Penyembelihan Ismail
dan
> Kabar gembira tentang kelahiran Ishak tidak ada dalam Al-Qur'an.
> Begitu pula kata yang tercetak dalam tanda kurung - (kelahiran) -
tidak
> terdapat dalam Al-Qur'an.
> Kata-kata tersebut hanya merupakan tafsiran dalam terjemahan
> Al-Qur'an.
>
> Jadi dari ayat-ayat diatas dapat disimpulkan bahwa :
> TIDAK ADA NAMA ISMAIL DALAM AYAT DIATAS
>
> Jadi akhirnya Islam harus menggunakan logika jungkir balik dan 
tambal
> sulam untuk membuktikan bahwa anak yang dikurbankan adalah Ismail.
> Ada 2 logika yang biasanya digunakan untuk menafsirkan bahwa ayat
diatas
> adalah pengurbanan Ismail :
>
> I.1 ANAK YANG SABAR
>
> Ayat 101 : Maka Kami beri dia kabar gembira dengan SEORANG ANAK YANG
> AMAT SABAR
>
> Karena di ayat lain Ismail disebut sebagai orang yang sabar.
> QS 21 : 85 :
> Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzulkifli. Semua mereka
termasuk
> orang-orang yang SABAR.
>
> Jadi karena anak tersebut orang sabar dan Ismail disebut sebagai 
orang
> sabar maka oleh Islam anak itu dimutlakkan pasti Ismail.
>
> Komentar :
> Pertama :
> Muslim senanatiasa menuduh bahwa cerita Kej 22 : 2 telah dipalsukan
> dimana nama Ishak seharusnya adalah Ismail.
> Kita coba terapkan logika tuduhan muslim dalam menilai kisah
pengorbanan
> menurut Al-Qur'an ini.
>
> Ayat 100 menyebutkan Ibrahim memohon anak yang SALEH.
> Anehnya di ayat 101 disebutkan Allah memberikan anak yang SABAR.
> Bukankah ini tidak tepat, yang dimohon adalah anak yang SALEH, 
kenapa
> oleh Allah SWT yang diberi berubah menjadi anak yang SABAR.
> Sementara di ayat 112 setelah periwtiwa pengurbanan disebutkan Ishak
> adalah nabi yang SALEH.
>
> Dengan mengikuti logika pemalsuan, dengan mudah dapat dikatakan 
bahwa
:
> Ayat 101 telah dipalsukan, muslim telah merubah ayat yang asli 
(SALEH)
> menjadi ayat palsu (SABAR) demi mengkaitkan dengan Ismail.
> Jadi ayat yang benar adalah :
> ayat 101 : Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang
> amat SALEH
>
> Dengan demikian ayat 100 – 113 menjadi satu kesatuan yang kukuh.
> Ibrahim memohon anak yang SALEH
> Allah memberikan anak yang SALEH
> Ishak sebagai anak yang SALEH dengan rela bersedia dikurbankan
> Karena kerelaannya, Ishak diberkati menjadi Nabi yang SALEH.
>
> Kedua :
> Bagaimanapun sifat sabar sudah sepantasnya menjadi sifat dari
nabi-nabi.
> Ini bukanlah sifat yang spesifik yang hanya bisa dimiliki oleh 
Ismail.
> Hampir semua nabi pasti menghadapi tantangan dari kaumnya, dan 
mereka
> pasti harus bersifat sabar dalam misinya.
>
>
> I.2 DIJANJIKAN KEMUDIAN DISURUH MENGURBANKAN
>
> Tidaklah mungkin Allah menjanjikan kabar gembira dengan kelahiran
Ishak
> kemudian meminta Ibrahim untuk mengurbankannya.
>
> Pendapat ini sudah berkembang cukup lama, tercermin dari kisah 
dibawah
> ini.
>
> Sumber :
> Islam in the Balance
> Brother Mike, halaman 52 – 53 :
>
> Menurut seorang penulis muslim al- Massoudy, Ibn Abbas dan Ikrima
> berdebat soal identitas anak yang dikorbankan :
> Ikrima bertanya, " Siapa anak yang dikorbankan"
> Abdallah menjawab, "Ishmael"
> "Kenapa", tanya Ikrima
> Ibn Abbas menjawab, "Karena bagaimana mungkin Allah menyampaikan
> kabar gembira tentang kelahiran Ishak dan kemudian memerintahkan
Abraham
> membunuhnya."
>
> Komentar :
> Sebetulnya Al-Qur'an telah menjawabnya sendiri, yaitu :
> ayat 106 : Sesungguhnya ini benar-banar suatu UJIAN YANG NYATA.
>
> Ujian dimana anak yang dijanjikan dan diberitakan secara khusus
diminta
> untuk dikurbankan.
>
> Tentang berita kelahiran Ishak terdapat dalam ayat-ayat berikut :
> QS 11 : 71 :
> Dan isterinya berdiri (dibalik tirai) lalu dia tersenyum, maka Kami
> sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan 
dari
> Ishak (akan lahir puteranya) Ya'qub.
>
> QS 51 : 28 :
> (Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut
> terhadap mereka. Mereka berkata: "Janganlah kamu takut", dan mereka
> memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang
> alim (Ishak).
>
>
> II. MENURUT HADIS
>
> Hadis Shahih Bukhari mengisahkan bahwa nabi Ibrahim membawa ibu 
Hajar
> dan Ismael anaknya, yang MASIH MENYUSU ke wilayah Mekah. Tidak ada
sama
> sekali kisah pengurbanan. Tidak pula disebutkan Ibrahim mengunjungi
> Ismail saat masih anak-anak maupun remaja. SESUDAH ISMAIL MENIKAH,
> barulah Ibrahim datang ke Mekah 3 kali bolak-balik, dan baru pada
> kunjungan terakhir Ibrahim berhasil menjumpai Ismael. Dalam 
pertemuan
> ini tidak ada kisah pengurbanan, yang ada adalah kisah Ibrahim dan
> Ismail membangun Kabaah yang dikenal dalam Al-Qur'an.
>
> Sumber :
> Sahih Bukhari Volume 4, buku 55, nomer 583:
>
> Dikisahkan oleh Ibn Abbas:
> …... Abraham membawa Hagar dan anaknya ISMAEL YANG MASIH MENYUSU
> ketempat dekat Ka'ba dibawah pohon dilokasi Zam Zam, diposisi
> tertinggi dari rumah Allah. Pada saat itu tidak ada orang di Mekah,
> begitu pula tidak ada air. Jadi Abraham menyuruh mereka duduk 
ditempat
> itu dan meletakkan sebuah tas kulit berisi kurma dan air dalam tas
kulit
> dan kemudian pulang. Hagar mengikutinya dan berkata, "O Abraham!
> Kamu hendak pergi kemana, meninggalkan kami dilembah ini dimana 
tidak
> ada orang dan tidak ada apapun yang dapat menemani kami Hagar
mengulang
> kalimatnya berulang, tetapi Abraham tidak menoleh. Kemudian Hagar
> bertanya, " Apakah Allah yang memerintahkan ini?." Abraham
> menjawab, "Ya". Hagar berkata, " Jika begitu, Allah tidak
> akan meninggalkan kami". Dan Hagar kembali sementara Abraham terus
> berjalan pulang. …………
> ………. Malaikat berkata bepada Hagar, "Jangan takut , karena
> disinilah rumah Allah akan dibangun oleh anak ini dan ayahnya, dan
Allah
> tidak pernah mencampakkan umatNya. ………… Hagar hidup disana
hingga
> beberapa orang dari suku Jurhum mendapatinya dan Ismail
> disana…………….. ISMAIL TUMBUH BESAR DAN BELAJAR BAHASA ARAB DARI
> MEREKA (suku Jurhum) ………
> .…… SETELAH HAGAR MENINGGAL, ABRAHAM DATANG UNTUK PERNIKAHAN
ISMAEL
> sekaligus untuk melihat keluarganya yang telah dia tinggalkan, 
tetapi
> ABRAHAM TIDAK MENJUMPAI ISMAEL. Ketika Abraham bertanya kepada istri
> Ismael, dia menjawab, "Ismael pergi untuk mencari nafkah".
> ………..
> …….. Abraham tidak menjumpai Ismael dalam jangka waktu yang telah
> ditentukan Allah dan KEMUDIAN BERUSAHA UNTUK MENEMUI ISMAEL KEMBALI,
> TETAPI TIDAK BERHASIL. …..
> ……… Abraham kembali tidak menjumpai Ismael dalam jangka waktu
yang
> telah ditentukan Allah dan kemudian berusaha untuk menemui Ismael
> kembali. KALI INI ABRAHAM MELIHAT ISMAEL DIBAWAH POHON DI ZAM ZAM,
> sedang menajamkan anak panahnya. Ketika Ismael melihat Abraham, dia
> berdiri dan menyambutnya. Abraham berkata, 'Oh Ismael, Allah telah
> memberi perintah kepadaku." Ismael berkata, "Kerjakanlah apa
> yang telah diperintahkan Allah kepadamu." Abraham bertanya,
> "Apakah engkau mau membantuku?'. Ismael berkata, "Aku akan
> membantumu". Abraham berkata, "Allah telah memerintahkan untuk
> membangun sebuah rumah disini (red : Ka'ba)." Kemudian mereka
> mulai membangun rumah tersebut. …….
>
> Hadis sahih Bukhari ini memang memusingkan muslim karena KEKOSONGAN
> CERITA PENGURBANAN. Kesulitan tersebut terekam dalam kutipan 
berikut.
>
> Sumber :
> Sejarah Nabi Muhammad SAW
> Muhammad Husain Haekal.
> BAGIAN KEDUA: MEKAH, KA'BAH DAN QURAISY
> Kisah penyembelihan dan penebusan
>
> BEBERAPA AHLI BERSELISIH PENDAPAT TENTANG PENYEMBELIHAN ISMAIL SERTA
> KURBAN YANG TELAH DIPERSEMBAHKAN OLEH IBRAHIM. Adakah sebelum
kelahiran
> Ishaq atau sesudahnya? Adakah itu terjadi di Palestina atau di 
Hijaz?
>
> Jelas sekali karena :
> 1. Jika sebelum kelahiran Ishak, berarti harus terjadi sebelum 
Ismail
> diusir oleh Abraham. Timbul persoalan usia karena hadis Bukhari di
atas
> yang menyebutkan Ismail masih menyusu saat dibawa oleh Hajar. Secara
> perkiraan berarti usia anak tersebut masih dibawah 3 tahun. 
Sementara
> menurut Qur'an QS 37 : 102 : `Maka tatkala anak itu sampai (pada
> umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata : "Hai
> anakku …………" Secara kasar berarti sudah sekitar 10 tahunan.
>
> 2. Jika setelah Ishak lahir, berarti harus terjadi setelah Ismail
diusir
> oleh Abraham. Timbul persoalan karena hadis Bukhari diatas sama 
sekali
> tidak menyebutkan adanya peristiwa pengorbanan tersebut.
>
> Kekosongan cerita pengurbanan Ismail dalam tradisi Islam jelas
> mengherankan. Namun tidak mengherankan jika kita menilai secara 
kritis
> karena memang ISMAIL TIDAK PERNAH MENJADI TOKOH PENTING DI ERA PRA
> ISLAM.
>
> Itulah sebabnya Al-qur'an ternyata tidak menceritakan sama sekali
> tentang :
> • kelahiran Ismail dari Hagar
> • permusuhan Sara dan Hagar
> • pengusiran Hagar dan Ismail oleh Ibrahim
> • kisah kenabian Ismail
>
> Bahkan nama Hagar sama sekali tidak disebut dalam Al-qur'an.
>
> Bahkan asal usul Hagarpun TIDAK DIKETAHUI secara luas dijaman 
Muhammad
> SAW bahkan hingga era Muhammad Ibn Ishaq (695 M – 761 M) –
> penulis biografi tertua tentang Muhammad SAW.
>
> Sumber :
> Sirah Ibnu Ishaq – Ksah Sejarah Nabi Tertua
> Muhammad bin Yassar bin Ishaq
> Muhammadiyah University Press, 2002, jilid 1 halaman 4
>
> Muhammad bin Muslim bin Ubaidullah bin Shihab al Zuhri mengatakan
kepada
> saya bahwa Abdurrahman bin abdullah bin Ka'ab bin Malik al Anshari,
> dikenal juga sebagai al Sulami mengatakan bahwa nabi bersabda :
> "Ketika kalian nanti menaklukkan bangsa Mesir, perlakukanlah
> penduduknya dengan baik …….." SAYA BERTANYA kepada al Zuhri apa
> yang dimaksud dengan NABI DENGAN MENGANGGAP MEREKA SEBAGAI KERABAT.
Dia
> menjawab bahwa HAJAR, IBU DARI ISMAIL ADALAH SATU KETURUNAN DENGAN
> MEREKA.
>
> Jadi dijaman Muhammad ibn Ishaq hidup (695 M – 761 M), kisah
tentang
> Hajar ini tampaknya masih belum begitu dikenal sehingga kenyataan
bahwa
> Hajar berasal dari Mesir tidak diketahui oleh Ibn Ishaq.
>
> Kekosongan cerita seorang tokoh seperti Ismail inilah yang 
menimbulkan
> keganjilan.
> KENAPA KISAH NABI ISMAIL BEGITU MINIM DICERITAKAN DALAM AL-QUR'AN.
>
> Dari penelitian sumber-sumber pra Islam ternyata nama Ismail hampir
> tidak pernah disebutkan sebagai tokoh Arab.
> Lebih lanjut kutipan dari tokoh Islam modern tentang hubungan Ismail
dan
> Arab sbb :
> 1. Dr. Taha Husayn, seorang profesor dari Mesir, pendapatnya dikutip
> dalam buku Mizan al Islam karya Anwar Jundi, halaman 170 :
> "Dalam kasus cerita Abraham dan Ismail membangun Kabah cukup jelas,
> cerita ini muncul belakangan disaat Islam mulai berkembang. Islam
> mengeploitasi kisah ini untuk kepentingan agama"
>
> 2. W Aliyudin Shareef, dalam buku In Response to Robert Morey's
> Islamic Invasion, halaman 3 – 4 :
> "Pada masa sebelum Islam, Ismail tidak pernah disebutkan sebagai
> Bapa Bangsa Arab"
>
> Pembahasan lebih lanjut tentang Ismail, yang dapat diakses di :
>
> Apakah Muhammad SAW Keturunan Ismail, di
> http://indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=4265
> <http://indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=4265>
> http: //nomind.3.forumer.com/index.php?showtopic=104
> <http://nomind.3.forumer.com/index.php?showtopic=104>
>
> Paran, Baka dan Mekah, yang dapat diakses di :
> http://indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=4255
> <http://indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=4255>
> http ://nomind.3.forumer.com/index.php?showtopic=102
> <http://nomind.3.forumer.com/index.php?showtopic=102>
>
>
> Akibatnya timbullah perselisihan pendapat diantara mereka sendiri
> tentang siapa anak yang dikurbankan.
>
> Pertama :
> Sumber :
> Sejarah Nabi Muhammad SAW
> Muhammad Husain Haekal.
> BAGIAN KEDUA: MEKAH, KA'BAH DAN QURAISY
> Kisah penyembelihan dan penebusan
>
> Oleh karena di dalam Qur'an tidak disebutkan nama person korban itu,
> maka AHLI-AHLI SEJARAH KAUM MUSLIMIN BERLAIN-LAINAN PENDAPAT.
>
> Kedua :
> Selain Haekal, Yusuf Ali juga cukup berjiwa besar dengan mengakui
adanya
> perbedaan pendapat tentang anak yang dikorbankan ini sebagaimana
> tercatat dalam komentarnya terhadap surah 37.
>
> Sumber :
> The Holy Quran, Translation and Commentary
> A Yusuf Ali
> Halaman 1204, catatan kaki 4096
>
> "Ini terjadi di tanah yang subur antara Syria dan Palestina. Anak
> tersebut kemudian lahir, yang menurut tradisi Islam (YANG TIDAK
SEMUANYA
> SEPENDAPAT), adalah anak pertama Abraham yaitu Ismail …"
>
> Ketiga :
> Sementara seorang ulama kuno yaitu Ibnu Jarir at Tabari yang lahir 
di
> Thabrastan tahun 839 M, meninggal di Baghdad 932 M. Seorang ahli
sejarah
> yang terkemuka, ahli tafsir dan seorang imam. Kitab tafsirnya telah
> menjadi rujukan bagi segala ulama tafsir. Dalam kitabnya, Tabari
> mencatatkan perbedaan pendapat tentang siapa anak yang dikurbankan.
>
> Sumber :
> The History of al-Tabari, Vol. II, Prophets and Patriarchs
> Ibnu Jarir at Tabari (trans. William M. Brenner)
> State University of New York Press, Albany 1987, halaman 82 :
>
> "Cerita-cerita awal tidak sependapat tentang siapa anak yang
> dikurbankan. BEBERAPA MENGATAKAN ISHAK, SEMENTARA YANG LAIN 
MENGATAKAN
> ISMAEL. Kedua pendapat didukung dengan pernyataan yang berasal dari
> Rasulullah. Jika kedua pendapat berimbang, hanya Al-Qur'an yang
> dapat dijadikan bukti dimana Al-Qur'an menyebutkan nama ISHAK YANG
> LEBIH BISA DITERIMA SEBAGAI ANAK YANG DIKURBANKAN.
>
> Seorang Al-Tabari yang berlaku obyektif dan jujur akhirnya 
berpendapat
> bahwa Ishak adalah anak yang dikurbankan.
>
> Berikut ini adalah beberapa pendapat yang menyatakan Ishak adalah 
anak
> yang dikurbankan.
>
> Sumber :
> The History of al-Tabari, Vol. II, Prophets and Patriarchs
> Ibnu Jarir at Tabari (trans. William M. Brenner)
> State University of New York Press, Albany 1987, halaman 82 – 86 :
>
> Nama Ishak dinyatakan oleh Abu Kurayb- Zayd b. al-Hubab- al-Hasan b.
> Dinar- 'Ali b. Zayd b. Jud'an- al-Hasan- al-Ahnaf b. Qays- al-'Abbas
b.
> 'Abd al-Muttalib- Rasul Allah dalam percakapan berkata, "Kemudian 
Kami
> tebus dia dengan korban yang luar biasa." Dan dia juga berkata,
> "ANAK YANG DIKURBANKAN ADALAH ISHAK"
>
> Menurut Abu Kurayb - Ibn Yaman-Mubarak - al-Hasan-al-Ahnaf b. Qays-
al
-
> 'Abbas b. 'Abd al-Muttalib : Kutipannya, " Kemudian Kami tebus dia
> dengan kurban yang luar biasa." DENGAN MENGACU KEPADA ISHAK.
>
> Menurut al-Husayn b. Yazid al-Tahhan - Ibn Idris - Dawud b. Abi 
Hind -
> 'Ikrimah - Ibn 'Abbas : ANAK YANG DISURUH UNTUK DIKURBANKAN ADALAH
> ISHAK.
>
> Menurut Ya'qub - Ibn 'Ulayyah - Dawud - 'Ikrimah - Ibn 'Abbas : ANAK
> KURBAN ADALAH ISHAK.
>
> Menurut Ibn al-Muthanna - Muhammad b. Ja'far - Shu'bah - Abu Ishaq -
Abu
> al-Ahwas: Seseorang menyombongkan diri dihadapan Ibn Mas'ud, "Saya
> begini begitu, saya anak dari keturunan terhormat" Dan Abdallah ibn
> Mad'ud berkata, "Ini adalah Joseph b. Jacob, anak ISHAK, YANG
> DIKURBANKAN, anak Abraham, sahabat Allah"
>
> Menurut Ibn Humayd - Ibrahi, b. al-Mukhtar - Muhammad b. Ishaq -
 'Abd
> al-Rahman b. Abi Bakr - al-Zyhri - al-'Ala' b. Jariyah al-Thaqafi -
Abu
> Hurayrah - Ka'b : Ketika Tuhan berkata, "Kemudian Kami tebusnya 
dengan
> kurban yang ajaib", DIA SEDANG BERBICARA TENTANG ISHAK ANAK ABRAHAM.
>
> Menurut Ibn Humayd - Salamah - Muhammad b. Ishaq- 'Abdallah b. Abi
Bakr
> - Muhammad b. Muslim al-Zuri - Abu Sufyan b. al-'Ala' b. Jariyah
> al-Thaqafi, seorang sahabat dari bani Zuhrah - Abu Hurayrah - Ka'b
> al-Ahbar : ANAK ABRAHAM YANG DIPERINTAHKAN UNTUK DIKURBANKAN ADALAH
> ISHAK.
>
> Karena sumber Islam sendiri baik Al-Qur'an dan hadis tidak menyokong
> pandangan bahwa anak yang dikurbankan adalah Ismail, maka dengan
> mengesampingkan rasa malu akhirnya muslim terpaksa harus MENGAIS 
NAMA
> ISMAIL DARI ALKITAB YANG SELAMA INI MEREKA TUDUH SUDAH DIPALSUKAN.
Sikap
> mendua yang mencolok, jika ada yang menguntungkan Islam maka
dipakailah
> ayat tersebut, sebaliknya jika tidak menguntungkan maka dituduhlah
ayat
> tersebut palsu.
>
> Argumen yang digunakan adalah :
> Kej 22 : 2 : "Ambillah anakmu yang TUNGGAL itu, yang engkau kasihi,
> yaitu ISHAK" telah dipalsukan dan seharusnya berbunyi "Ambillah
> anakmu yang TUNGGAL itu, yang engkau kasihi, yaitu ISMAIL".
> Dari sini disimpulkan oleh muslim sbb :
> • Anakmu yang tunggal tidak mungkin mengacu ke Ishak.
> • Pasti ada satu perjalanan lagi yang tidak tercatat dalam hadis
>
> Sumber :
> Sejarah Hidup Muhammad
> Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury
> Robbani Press, 1998, halaman 6 :
>
> "Di dalam Kitab Kejadian ……… Kisah diatas minimal MENGANDUNG
> SATU PERJALANAN IBRAHIM KE MAKKAH, yakni sebelum Ismail berusia
remaja.
> Adapun tiga perjalanan yang lain telah diriwayatkan panjang lebar 
oleh
> Bukhari".
>
> Buku diatas mendapat penghargaan sebagai "Juara Pertama Lomba
> Penulisan Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW" yang diumumkan dalam
> muktamar Islam se Asia di Karachi 1398 H. Jadi buku diatas jelas
sangat
> berbobot.
>
> Karena menyadari bahwa hadis sahih Bukhari jelas-jelas menyatakan
Ismail
> masih bayi saat dibawa oleh Hagar, maka pengarang menempatkan
peristiwa
> pengorbanan tersebut setelah Hagar dan Ismail diusir namun sebelum
> pernikahan Ismail.
>
> Namun pandangan ini juga mengandung kelemahan mendasar, yaitu :
> • Pendapat Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury tentang adanya
> perjalanan ke 4 diatas hanya BERDASARKAN KEYAKINAN SAJA, tidak
didukung
> dengan sumber-sumber Islam apalagi sumber-sumber Alkitab.
> • Tidak ada kisahnya dalam kitab Kejadian dimana Abraham pergi ke
> Mekah
> • Kalau pengorbanan terjadi SETELAH DIUSIR, BERARTI ISHAK TELAH
> LAHIR, maka argument muslim bahwa Kej 22 : 2 telah dipalsukan dan
> seharusnya berbunyi "Ambillah anakmu yang TUNGGAL itu, yang engkau
> kasihi, yaitu ISMAIL" menjadi tidak benar lagi karena Ishak sudah
> lahir. JADI ISMAILPUN TIDAK DAPAT DISEBUT ANAK TUNGGAL.
>
> Akibatnya harus dikarang skenario, dimana Ismail dikurbankan saat
Ishak
> belum lahir, namun dari segi usia mengacu kepada kisah Alkitab 
dimana
> ada beda usia 14 tahun. Akibatnya informasi hadis yang menyebutkan
> Ismail diusir saat masih menyusu harus dikesampingkan.
>
>
> III. KESIMPULAN
>
> Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan beberapa hal :
>
> 1. Al-Qur'an tidak berani menuliskan nama Ismail
>
> Fakta yang sangat aneh.
> Al-Qur'an telah mengklaim dirinya sebagai BATU UJIAN bagi
> kitab-kitab sebelumnya.
> QS 5 : 48
> Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur'an dengan membawa kebenaran,
> membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan
> sebelumnya) dan BATU UJIAN TERHADAP KITAB-KITAB YANG LAIN itu.
>
> Pertanyaan logis, lantas apa yang harus diuji kalau kalau Al-Qur'an
> sendiri TIDAK BERANI menuliskan nama Ismail.
>
> Ketiadaan nama Ismail menjadi lebih ironis lagi karena Al-Qur'an
> telah mengklaim dirinya sebagai JELAS.
> QS 16 : 89 :
> "......... Dan Kami turunkan kepadamu Alkitab (Al-Qur'an) untuk
> MENJELASKAN SEGALA SESUATU dan petunjuk serta rahma ....."
>
> Bagaimana mau menjelaskan bahwa anak kurban adalah Ismail sementara
> tidak berani menjelaskan dengan nama.
>
> 2. Allah SWT tidak berani mengoreksi Yahudi
>
> Tuduhan muslim bahwa Yahudi telah merubah Taurat (Kej 22 : 2) 
ternyata
> tidak dikoreksi oleh Allah SWT dengan keras. Allah SWT memilih untuk
> "mengoreksi" dengan cara menuliskan "seorang anak",
> "anaknya" atau "anak itu". Apakah ini cukup sebagai
> koreksi. Apa susahnya bagi Allah untuk menuliskan dalam Al-Qur'an
> NAMA ISMAIL?? Kenapa Allah SWT menjadi pengecut dengan tidak berani
> mengkonfrontir Yahudi.
>
> 3. Adanya perbedaan pendapat dikalangan komunitas muslim awal
>
> Fakta dimana pendapat awal muslim tidak satu tentang siapa anak yang
> dikurbankan ini jelas fakta penting. Jika sedari awal, Al-Qur'an dan
> Muhammad SAW sudah menegaskan anak yang dukurbankan adalah Ismail,
> mustahil sebagian muslim akan berpendapat Ishak adalah anak yang
> dikurbankan. Jadi hanya dapat disimpulkan sebaliknya yaitu GENERASI
AWAL
> MUSLIM JUSTRU PERCAYA BAHWA ANAK YANG DIKURBANKAN ADALAH ISHAK.
>
> 4. Pengurbanan Ismail adalah cerita bohong kemudian
>
> Dimasa pra Islam, Ismail bukanlah tokoh Arab. Bahkan asal usul Hajar
> saja tidak diketahui hingga masa Ibn Ishaq hidup. Jadi kisah
PENGURBANAN
> ISMAIL INI PASTI KISAH YANG DIKARANG BELAKANGAN SETELAH YAHUDI DI
> JAZIRAH ARAB DIUSIR KELUAR sehingga muslim dengan aman dapat 
mengklaim
> Ismail sebagai anak pengurbanan tanpa adanya tentangan dari Yahudi.
> Klaim Ismail sebagai anak pengurbanan jelas tidak dapat dilakukan 
oleh
> muslim saat Yahudi masih di jazirah Arab karena akan langsung
> dikonfrontir oleh Yahudi dengan Tauratnya.
>

--- End forwarded message ---

--- End forwarded message ---



------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke