Direktur Itu Bersyahadat         
Monday, 07 January 2008 14:54
Ketika pertama kali mengikuti kelas the Islamic Forum, wanita ini
cukup menyebalkan sebagian peserta. Pasalnya, orangnya seringkali
tertawa lepas, bersuara keras dan terkadang dalam mengekpresikan
dirinya secara blak-blakan. Bahkan tidak jarang di tengah-tengah
keseriusan belajar atau berdiskusi dia tertawa terbahak. Hal ini
tentunya bagi sebagian peserta dianggap kurang sopan.
Theresa, demikian dia mengenalkan dirinya, sangat kritis dan agresif
dalam menyampaikan pandangan-pandangannya. 'e2'80'9cFrom what
I'e2'80'99ve learned I do believe Islam is the best religion'e2'80'9d,
katanya suatu ketika. 'e2'80'9cbut why women can not express
themselves freely as men?, lanjutnya.

Dalam sebuah diskusi tentang takdir dan bencana alam, tiba-tiba
Theresa menyelah 'e2'80'9cwait..wait'e2'80'a6what? I don'e2'80'99t
think God will allow people to suffer'e2'80'9d. Ternyata maksud
Theresa adalah bahwa Allah itu Maha Penyayang dan tidak mungkin akan
menjadikan hamba-hambaNya menderita. Dia menjelaskan bahwa tidak
mungkin bisa disatukan antara sifat Allah Yang Maha Pemurah dan
penyayang dan bencana alam yang terjadi di berbagai tempat.

Biasanya saya memang tidak terlalu merespon secara serius terhadap
pertanyaan atau pernyataan si Theresa tersebut. Saya tahu bahwa dia
memang memiliki kepribadian yang lugas dan apa adanya, dan sangat
cenderung untuk merasionalisasi segala hal. Belakangan saya tahu bahwa
Theresa dengan nama akhir (last name) Gordon, ternyata adalah direktur
sebuah rumah sakit swasta di Manhattan. Kedudukannya itu menjadikannya
cukup percaya diri dan berani dalam mengekspresikan dirinya.

Namun dalam tiga minggu sebelum Ramadan lalu, terjadi perubahan
drastis pada sikap dan cara bertutur kata Theresa. Kalau biasanya
tertawa terbahak apa adanya, dan bahkan tidak ragu-ragu memotong
pembicaraan atau penjelasan-penjelasan saya dalam diskusi-diskusi di
kelas, kini dia nampak lebih kalem dan sopan. Hingga suatu ketika dia
bertanya: 'e2'80'9cIs it true that Islam does not allow the women to
laugh loudly?'e2'80'9d Saya mencoba menjelaskan kepadanya: 'e2'80'9cIt
depends on its context'e2'80'9d jawabku.

'e2'80'9cSome women or people laugh loudly for no reasons but an
expression of bad attitude. But some others do laugh because that is
their nature'e2'80'9d, jelasku.

Maksud saya dalam penjelasan tersebut, jangan-jangan Theresa sering
tertawa keras dan apa adanya memang karena tabiatnya. Bukan karena
prilaku yang salah. Kalau memang itu sudah menjadi bagian dari
tabiatnya, tentu tidak mudah merubahanya. Sehingga kalau saya terfokus
kepada masalah ketawa, jangan-jangan dia terpental dan lari dari
keinginannya untuk belajar Islam.

Suatu hari Theresa meminta waktu kepada saya setelah kelas. Menurutnya
ada sesuatu yang ingin didiskusikan. Setelah kelas usai saya tetap di
tempat bersama Theresa. 'e2'80'9cI am sorry Imam'e2'80'9d katanya.
'e2'80'9cWhy and what is the reason for the apology?'e2'80'9d,
tanyaku. 'e2'80'9cI think I'e2'80'99ve been impolite in the class in
the past'e2'80'9d, katanya seraya menunduk. 'e2'80'9cSister Theresa, I
have been teaching in this class for almost 7 years. Alhamdulillah,
I'e2'80'99ve received many people with many backgrounds. Some people
are very quite and some others are the opposite'e2'80'9d, jelasku.
'e2'80'9cBut I always keep in mind that people have different ways of
understanding things and different ways of expressing things'e2'80'9d,
lanjutku.

Saya kemudian menjelaskan kepadanya karakter manusia dengan merujuk
kepada para sahabat sebagai contoh. Di antara sahabat-sahabat agung
Rasulullah SAW ada Abu Bakar yang lembut dan bijak, tapi juga ada Umar
yang tegas dan penuh semangat. Ada Utsman yang juga lembut dan sangat
bersikap dewasa, tapi juga ada Ali yang muda tapi tajam dalam
pandangan-pandangannya. 'e2'80'9cEven between themselves, they often
involved in serious disagreement'e2'80'9d, kataku. Tapi mereka salaing
mamahami dan saling menghormati dalam menyikapi perbedaan-perbedaan
yang ada.

'e2'80'9cDo you think I will be able to change?'e2'80'9d, tanyanya
lagi. Saya berusaha menjelaskan bahwa memang ada hal-hal yang perlu
dirubah dari cara bersikap dan bertutur kata, dan itu adalah bagian
esensial dari ajaran agama Islam. Tapi di sisi lain, saya ingin
menyampaikan bahwa dalam melakukan semua hal dalam Islam harus ada
pertimbangan prioritas. 'e2'80'9cI am sure, one day when you decide to
be a Muslim, you will do so'e2'80'9d, motivasi saya. 'e2'80'9cBut
don'e2'80'99t expect to change in one day'e2'80'9d, lanjutku.

Hampir sejam kami berdialog dengan Theresa. Ternyata umurnya sudah
mencapai kepala 4. Bahkan Theresa adalah seorang janda beranak satu
wanita dan sudah menginjak remaja.

Hari-hari Theresa memang sibuk Sebagai direktur rumah sakit di kota
besar seperti Manhattan, tentu memerlukan kerja keras dan pengabdian
yang besar. Tapi hal itu tidak menjadikan Theresa surut dari belajar
Islam. Setiap hari Sabtu pasti disempatkan datang walaupun terlambat
atau hanyak untuk sebagian waktu belajar.

Sekitar dua minggu sebelum Idul Adha, Theresa datang ke kelas sedikit
lebih awal dan nampak berpakaian rapih. Selama ini biasanya
berkerudung untuk sekedar memenuhi peraturan mesjid, tapi hari itu
nampak berpakaian Muslimah dengan rapih. 'e2'80'9cYou know what,
I'e2'80'99ve decided to convert'e2'80'9d, katanya memulai percakapan
pagi itu. 'e2'80'9cAlhamdulillah. You did not decide it
Sister!'e2'80'9d, kataku. 'e2'80'9cWhen some one decides to accept
Islam, it'e2'80'99s God'e2'80'99s decision'e2'80'9d, jelasku.

Beberapa saat kemudian beberapa peserta memasuki ruangan. Saya
menyampaikan kepada mereka bahwa ada berita gembira. 'e2'80'9cA good
news, Theresa have decided to be a Muslim today'e2'80'9d. Hampir saja
semua peserta yang rata-rata wanita itu berpaling ke Theresa dan
menyalaminya. 'e2'80'9cSo the big lady will be a Muslim?'e2'80'9d,
kata salah seorang peserta. Memang Theresa digelari 'e2'80'9cbig
lady'e2'80'9d karenanya sedikit gemuk.

Menjelang shalat Dhuhur, saya meminta Theresa untuk mengambil air
wudhu. Sambil menunggu adzan Dhuhr, saya kembali menjelaskan
dasar-dasar islam secara singkat serta beberapa nasehat kepadanya.
Saya juga berpesan agar kiranya Theresa dapat menggunakan posisinya
sebagai direktur rumah sakit untuk kepentingan Islam. 'e2'80'9cInsha
Allah!'e2'80'9d, katanya singkat.

Setelah adzan dikumandangkan saya minta Theresa untuk datang ke ruang
utama masjid. Di hadapan ratusan jama'e2'80'99ah, Theresa
mempersaksikan Islamnya: 'e2'80'9cLaa ilaaha illa Allah-Muhammadan
Rasul Allah'e2'80'9d. Allahu Akbar! [www.hidayatullah.com] New York,
December 24, 2007

Shalom,
Tawangalun.




------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke