http://www.equator-news.com/index.php?mib=berita.detail&id=21493

   
Kamis, 22 Juli 2010 , 06:35:00
Makalah HK Dikupas Tuntas
Kapolda: Memperkuat Permohonan Maaf


 
Kuil Sampokong Semarang bukti asimilasi budaya Han Tionghoa dengan warga 
tempatan, namun di Singkawang mungkinkah terjadi? (Repro)
PONTIANAK. Makalah berjudul 'Sekilas Melayu, Asal Usul dan Sejarahnya' karangan 
Walikota Singkawang, Dr Hasan Karman SH MH, dibahas menyeluruh dalam seminar di 
Rektorat Untan, Rabu (21/7). Isi makalah itu tak sepantasnya dipersoalkan lagi. 

"Saya saja masih keturunan bajak laut. Tapi itu dulu. Untuk apa kita yang 
mempersoalkan lagi," ujar DR Muhlis Paeni, staff ahli Kementrian Kebudayaan dan 
Pariwisata saat menjadi pembicara dalam seminar tersebut.

Makalah yang ditulis Hasan Karman (HK) tersebut memang menjadi polemik selama 
beberapa bulan terakhir. Pasalnya polemik terjadi karena ada pihak yang tidak 
terima dengan sepenggal kalimat dalam makalah itu yang mengidentikkan Melayu 
masa lalu dengan keberadaan perompak. Namun dalam seminar kemarin, makalah HK 
itu dinilai wajar dan mengandung kebenaran.

"Jika bangsa Indonesia dan kerajaan Melayu yang diperspektifkan sebagai 
perompak, tentu saja benar jika dilihat dari dimensi sejarahnya. Namun hal 
tersebut bukan dijadikan sebagai hal yang memalukan karena memang zaman dahulu 
banyak perompak," ujar Muhlis.

Selain Muhlis, acara yang dihadiri unsur Muspida di Kalbar itu juga 
menghadirkan pembicara lainnya yakni Dekan Fisipol UGM, DR Pratikno, serta HK 
selaku pembuat makalah yang mengambil referensi dari buku karangan Yuan 
Bingling berjudul Chinese Democracies; A Study Of The Kongsis Of West Borneo 
(1776-1884). 

Dalam seminar kemarin, HK menjelaskan makalah setebal 7 lembar yang dibuatnya 
tidak ada unsur yang menyinggung. "Saya menulis makalah ini semata-mata untuk 
menyampaikan pesan bahwa semua suku yang ada di Kalbar merupakan satu 
kesatuan," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, HK juga menyampaikan permintaan maafnya kepada beberapa 
pihak yang merasa tersinggung. Permintaan maaf itu ditujukan terhadap efek dari 
makalah yang dibuat. "Saya yang menjadi orang yang paling goblok jika saya 
menghina suku yang masih satu kesatuan dari Kalbar," ujarnya. 

Menurutnya, makalah yang dibuatnya bahkan timbul setelah dua tahun kemudian. 
"Sudah tidak ada lagi dalam laptop saya, syukur saya ada fotokopiannya. Hingga 
kini pun saya masih berpikir dimana letak kesalahan tersebut," tukasnya.

Kapolda Kalbar, Brigjen Pol Drs Erwin TPL Tobing dalam sambutannya menyambut 
baik pelaksanaan seminar tersebut. "Seminar ini diharapkan bisa menjadi 
penguatan permohonan maaf di Sambas beberapa waktu lalu," ujar Erwin.

Erwin menegaskan, makalah itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan agama 
maupun etnis. Makalah itu hanya menyangkut keterusikan warga. "Ke depan kita 
harapkan ada hubungan baik antara sesama," ujar Erwin. (bdu) 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke