Mas @A-Wie, trims perhatiannya terhadap keselamatan rakyat. nDeboost
kebetulan punya sedikit pengalaman dengan para presuure-vessel ini.

Hydro static test secara regular, per jadwal, sebaiknya dilakukan. Hanya
sering kita ga sadar bahwa perlakuan begini ada. Makanya tabung penjual
balon ada yang meledak-ledak.


Juga test ketebalan dinding vessel.

Kesulitan pengetesan adalah, kadang petugas (fihak ke-3) yang certified
ngetest, ga nemu data material didinding vessel, atau didokumen
manufacturer. (Alias sudah ga punya dokumen lagi.) Akibatnya, indeks
bias wall-thickness-meter main kira dari material vessel yang juga main
kira. Nah nanti kalau nemu ketebalan (yang paling tipis) dari dinding
vessel, barulah estimate MAWP (Maximum Allowable Pressure) di"hitung"
dari perkiraan yang macem-macem ini. Nah test hidrostatis berdasarkan
hitungan inilah. Jadi kalau "blub" mledos, ya kalik ada bagian vessel
yang lebih tipis namun ga terpantau saat pengetesan ketebalan. (Ngetes
ketebalan dindning pertitik!!) Kalau hidro test "aman", kasih 1/2 harga
MAWP sebagai "safe operating pressure". Namun siapa yang ngurusin
pressure meter? Pernah lihat penjual balon gas masang meter ini
ditabungnya? Pressure gauge ini juga perlu kalibrasi regular!!



Atau air compressor yang terutama dipakai penambal ban di
pinggir-pinggir jalan, perlakuannya sama saja. Sering ga diperlengkapi
dengan yang namanya pressure switch atau pressure safety valve.

Kalupun toh ada, ga pernah tahu masih kerja apa ga karena ga ada
catatannya test terakhir. Oh ya, pressure gauge pada air compressor
menimbang environment yang vibrasi, dipilih dari yang tipe khusus biar
"jeroannya" ga amburadul kena getaran Dan ini cukup mahal.




Maunya pemerintah juga kasih perhatian ya sama pengusaha kecil kek gini?
Test dan pengarahan gratis sebelum menyebabkan "industrial accident"?
Kalau berdasar pertimbangan petugas, vessel

ga layak pakai, kasih subsidi tuk beli sebelum njeblos ditempat umum?
Kan tabung gas dan kompor juga gratis?





Salam,

nDeboost


--- In [email protected], a.wid...@... wrote:
>
> Urusan gas, ndeboost cukup paham nih...ayo bro kasih
pencerahannya...biar pada ngga salah pakai, kasian pada meledak...
> -----Original Message-----
> From: "muskitawati" muskitaw...@...
> Sender: [email protected]
> Date: Mon, 26 Jul 2010 01:55:18
> To: [email protected]
> Reply-To: [email protected]
> Subject: [proletar] Tabung Elpiji Yang Bocor Sekalipun Tidak Bisa
Meledak !!!
>
> Tabung Elpiji Yang Bocor Sekalipun Tidak Bisa Meledak !!!
>
> Masih banyak masyarakat yang salah menerka bahwa tabung Elpiji mereka
yang meledak itu disebabkan kebocoran dipentilnya sedangkan pemerintah
menuduh kebocorannya terletak di slang atau di regulatornya.
>
> Disini saya perlu jelaskan, bahwa biarpun pentilnya bocor, biarpun
slangnya bocor, biarpun regulatornya bocor, TETAP TABUNG ELPIJI TIDAK
MUNGKIN MENELDAK.
>
> Saya perlu perjelas disini, kalo anda punya ruang yang tidak ada
oxigen-nya, biarpun disundut obor sekalipun tabung gas elpiji tidak bisa
menyala.
>
> Kompor gas yang menggunakan gas Elpiji hanya bisa menyala apinya kalo
gas elpiji disemprotkan oleh nossle dari kompor gas sehingga tercampur
dengan udara luar yang mengandung gas O2.  tanpa adanya gas O2, biarpun
anda sundut2kan dengan obor, maka kompor gas anda tidak akan pernah bisa
menyala.
>
> Jadi kalo sampai terjadi ada tabung elpiji yang bisa meledak, maka gas
oksigen itu bukan berasal dari udara luar, tetapi berasal dari oksigen
yang sudah ada dalam tabung yang bercampur didalamnya bersama gas
elpiji.
>
> Bahkan gas asetilen yang digunakan untuk ngelas juga sama, tidak bisa
menyala tanpa oksigen.  Hampir belum pernah terdengar ada tabung gas
asetilen buat ngelas ini ada yang meledak.  Tapi memang tabung gas
asetilen ini bisa meledak apabila ada aliran balik dari gas oksigennya
kedalam tabung asetilen.  Oleh karena itu disetiap regulator asetilen
selalu dipasang valve yang secara otomatis akan menutup aliran balik gas
oksigen sehingga keamanan-nya juga sangat tinggi.
>
> Tetapi gas elpiji berbeda dari gas asetilen, karena gas elpiji malah
tidak ada bahayanya sama sekali karena tidak mungkin ada aliran balik
gas oksigen kedalam tabung karena tidak pernah ada kompor gas yang
memerlukan tekanan gas oksigen seperti dalam penggunaan gas asetilen
dalam ngelas.
>
> Sekali lagi, TIDAK MUNGKIN ADA TABUNG GAS ELPIJI YANG BISA MELEDAK,
karena untuk bisa menyalapun gas elpiji memerlukan gas oksigen dari
luar.
>
> Tabung gas Elpiji hanya bisa meledak kalo ada kesalahan dari pengisi
atau bahkan kesalahan dari pertamina sendiri yang mengisikan gas
Elpijinya tercampur dengan gas Oksigen sehingga hanya dengan melalui
nosselnya saja akan sudah bisa membuat tabungnya meledak akibat tekanan
oksigen yang dibakar menaikkan tekanan dalam tabung elpiji itu.  Jadi
yang bikin meledak itu bukan gas Elpiji-nya tapi gas oksigen yang sudah
ada didalam tabung bersama gas Elpiji-nya.
>
> Cara mengatasinya cuma satu jalan, pemerintah harus menyewa konsultan
professional dari luar negeri yang ahli dibidang ini untuk memeriksa
semua tempat pengisian tabung gas elpiji ini, termasuk memeriksakan
reservoar2 gas2 elpiji yang dimiliki pertamina ini untuk diperiksa dan
analisa kandungan oksigennya.  Jadi meledaknya tabung elpiji lebih
disebabkan kesalahan teknis oleh pemerintah, dan janganlah kesalahan
pejabat pemerintah ini dibebankan kepada rakyat atau konsumennya. 
Mengorbankan konsumen untuk kesalahan pemerintah sangatlah amoral dan
melanggar HAM.
>
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke