--- In [email protected], "wawan" <selarasmi...@...> wrote: > > Fatalisme Ideologi Islam.... > > ___ > > Ini satu kritik saya dalam bagaimana ajaran islam/ideologi islam membunuh > sense manusia sehingga menjadikannya seperti zombie > > ajaran islam sangat doktrinal, mereka menjustifikasi segalanya lewat suatu > kitab buku mati. > > dan mereka dibiasakan dengan tradisi membaca buku mati kitab > suci...berulang-ulang... > atau mereka dibiasakan melakukan tradisi ibadah yang berulang-ulang... > atau juga mereka dibiasakan datang ke rumah ibadah dengan mendengarkan > ceramah berulang-ulang... > > perulangan itu pada hal yang sama, utamanya Al-Quran dan Hadist. > > saya kira ini semuanya meaningless bagi melatih hidupnya sense atau > kemanusiaan dalam diri seorang moslem > > > namun sebenarnya moslem mengenal tasawuf atau tarekat, saya pernah > mempraktekannya, saya kira ini jalan terbaik bagi seorang muslim untuk > mengolah kepekaan atau sensenya.... > > atau juga bisa melatih dengan memainkan alat-alat musik, memainkan alat musik > akan melatih kepekaan kita > atau juga dengan memelihara binatang atau tanaman, karena hal itu juga akan > melatih kepekaan kita. Dengan mempunyai binatang peliharaan kita akan > terbiasa memberinya makanan. > > saya kira bagi umat islam yang hanya membaca kitab suci berulang-ulang, > menjalankan ibadah berulang-ulang, datang ke mesjid, atau bahkan islam > radikal yang mengharamkan musik, maka tak pelak mereka akan menjadi zombie.... > > *** > Ajaran kejawen saya kira lebih manusiawi daripada islam doktrinal. Di dalam > ajaran kejawen dikenal dengan istilah olah roso/olah kepekaan. > Yang saya sayangkan dari ajaran kejawen hanya saja tradisi intelektualnya > sangat minim. Namun dalam hal manusiawi-nya saya kira ajaran kejawen yang > mengolah kepekaan jauh lebih baik dari pada ajaran islam gurun pasir. > > *** > > Fatalisme Ideologi > > Prinsip utama dalam Islam adalah ketaatan pada hukum Allah > > ini akan menyebabkan > > 1. Mereka tidak bisa fokus pada pengembangan sosial kemanusiaan, mereka akan > lebih mementingkan urusan vertikal individu daripada horizontal komunal. >
ini kan ngaco. udah jelas disebut "hablum minannas dan hablum minallah" artinya, hubungan sesama manusia dulu, baru hubungan keatas. jangan suka diwolak walik kayak gitu dong. kalo nggak bgerti mendingan sampeyan mingkem aja dah... > 2. Mereka akan hanya menghabiskan waktunya dengan beribadah dan kurang > melatih sense-nya, padahal sense sangat berguna untuk mengembangkan > kemanusiaan pada diri manusia > apa salahnya dengan orang yang beribadah? justru makin banyak beribadah makin bagus. asal jangan makin banyak neken dumpret, nggak mungkin makin bagus kan?! sampeyan nggak pernah dan nggak ngerti tentang beribadah, kok bisa menyalahkan orang yang rajin beribadah? > 3. Karena mereka terlalu fokus pada tujuan after life, maka mereka > mengkesampingkan ilmu-ilmu dunia yang berguna bagi sosial kemanusiaan. Umat > islam akan minim kontribusi intelektual thd sosial kemanusiaan universal. > tuh kan, makin ngaco lagi... semua doa islam selalu menekankan dunia dulu baru akhirat, "robbana attina fi dunya hasanah, wa fil akhirati...". > 4. Mereka akan mengalami konflik psikologis, karena sosok idealisnya adalah > nabi mohammad dan menyebabkan mereka akan kehilangan jati dirinya sendiri > sebagai manusia dengan segala keunikannya. > orang islam tidak mengalami akan konflik psikologis karena secara spiritual sangat kuat. orang yang suka neken dumpret, minum alkohol, orang seperti itu yang pasti akan mengalami konflik psikologis. sebutin dong dalilnya kalo sampeyan punya opini, jangan hanya opini ngawur tanpa dasar sama sekali. > catatan: > tidak semua umat islam akan mengalami psikologi seperti 4 poin diatas, tapi > per ideologi, Islam akan mendorong manusia mempunyai fatalisme ideologi > seperti 4 poin diatas. > > Indonesia tidak akan pernah bisa maju kalau didalam sistem berpikir > manusianya menganut fatalisme ideologi seperti diatas yang menyebabkan > manusia akan menjadi zombie. > > Indonesia saat ini kiranya dipimpin oleh umat islam yang cukup intelektual, > tapi minim sensibilitas kemanusiaan terutama terhadap umat miskin. > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
