http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2010082301194616

      Senin, 23 Agustus 2010 
     

      BURAS 
     
     
     

Nasib Petani Terlupakan!


       
      "NASIB petani yang mayoritas warga bangsa dan kantong kemiskinan ternyata 
terlupakan, tak disinggung dalam pidato Presiden SBY di DPR 16 Agustus!" ujar 
Umar. "Akibat pidato yang tidak menukik ke persoalan substansial pertanian itu 
muncul kekhawatiran, pembangunan pertanian tak sampai ke daerah hingga jurang 
antara si miskin dan si kaya semakin lebar!" (Kompas, [19-8])

      "Kenyataan itu cukup memprihatinkan!" sambut Amir. "Padahal, di sisi 
lain, para petani dewasa ini menuntut perhatian yang lebih serius, selain iklim 
labil dan serangan hama terus meluas, banyak masalah lama belum teratasi dengan 
revitalisasi pertanian yang dicanangkan sejak priode pertama pemerintahan SBY!"

      "Masalah lama itu seperti permodalan, yang meski ada tapi aksesnya sulit 
oleh petani, sehingga jadi tidak signifikan!" timpal Umar. "Itu menurut Ketua 
Umum Kontak Tani Nelayan Andalan Winarno Tohir pada Kompas (idem). Juga soal 
kekurangan 17 ribu tenaga penyuluh! Belum lagi infrastruktur pertanian seperti 
jaringan irigasi dan damnya banyak rusak-senasib infrastruktur jalan raya!"

      "Bahkan masalah revitalisasi pertanian sudah sejauh mana hasilnya sama 
sekali tak disinggung dalam pidato itu!" tegas Amir. "Di sisi lain, pasar dalam 
negeri semakin tergantung pada produk pertanian asal impor, dari gandum, 
buah-buahan, sampai kedelai-hingga tak kepalang mengubah pola konsumsi warga, 
dari aneka olahan gandum hingga produk olahan kedelai seperti susu!"

      "Pada konsumsi buah, untung masih ada pisang, pepaya, melon, semangka dan 
lengkeng yang bisa produktif sepanjang tahun!" timpal Umar. "Tanpa itu, 
konsumsi buah kita juga bisa sepenuhnya tergantung pada impor-

      seperti gandum!"

      "Untuk itu, sejalan dengan peningkatan aliran dana APBN ke daerah, 
diharapkan para kepala daerah dan DPRD mengambil peran lebih besar dalam 
peningkatan usaha tani di daerahnya!" tegas Amir. "Isu yang merebak di pusat 
seolah kemampuan daerah menyerap anggaran rendah jadi tak relevan lagi, 
mengingat justru dana yang diperlukan daerah untuk memprioritaskan sektor 
pertanian dan revitalisasinya ini bahkan jauh lebih besar dari peningkatan 
anggaran ke daerah!"

      "Dengan demikian, justru ketika Presiden terlupa memberikan janji dan 
solusi bagi peningkatan kesejahteraan petani, ditarik menjadi peluang penting 
bagi pemerintah dan politisi daerah untuk mengisi perannya!" tegas Umar. 
"Terbuka peluang lebih besar bagi kepala daerah dan politisi DPRD untuk 
mewujudkan janji kampanye mereka kepada kaum tani! Jangan sia-siakan itu!"

      H. Bambang Eka Wijaya
     






[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke