Refleksi : Letak geografis Bogor melekat  pada Jakarta yang adalah pusat 
kekuasaan  pemerintahan NKRI.  Selain itu di Bogor ada Istana Paduka Yang mulia 
Presiden Indonesia. 

Apakah pemerintah NKRI yang berpusat di Jakarta tidak tahu menahu apa yang 
terjadi di Bogor ataukah memang sengaja tidak mau ambil pusing dengan masalah 
yang dialami oleh sebahagian warganegara RI yang kebetulan bukan beragama 
Islam. 

Kalau di Bogor saja tidak diambil pusing berarti rakyat jauh dari Jakarta 
seperti Sulawesi Utara, Kalimantan Maluku, NTT, Papua atau dimana saja di 
kepulaun Nusantar dihadapkan pada masalah yang menyangkut diri mereka, maka 
oleh karena itu  jangan berpendirian masa bodoh terhadap tingkah laku dan 
langkah politik rezim SBY karena akibatnya bisa sangat merugikan. Bukankah SBY 
dan konco-konconya yang berkuasa  tercatat di masa lalu menjadi sponsor kaum 
teroris Laskar Jihad yang menyebabkan puluhan ribu korban jiwa  manusia di 
Sulawesi Tengah dan Maluku.  Pengalaman adalah guru terbaik, jadi sedia payung 
sebelum hujan!

http://www.antaranews.com/berita/1282996319/gereja-kristen-indonesia-bogor-minta-perlindungan-pemerintah

Gereja Kristen Indonesia Bogor Minta Perlindungan Pemerintah

Sabtu, 28 Agustus 2010 18:51 WIB | Peristiwa | Pendidikan/Agama | 
Bogor (ANTARA News) - Gereja Kristen Indonesia (GKI) Bogor meminta perlindungan 
pemerintah kota setempat terhadap bangunan gereja dan jemaah yang melakukan 
ibadah di dalamnya pascapembukaan gembok dan segel gereja.

"Seiring apresiasi kami kepada Pemerintah Kota Bogor atas eksekusi pembukaan 
segel gereja Jumat (27/8), kami meminta agar pemkot dan jajaran terkait tetap 
melindungi bangunan gereja GKI Jl. KH Abdullah Bin Nuh No. 31, Taman Yasmin 
Bogor dan menjamin keselamatan jemaah yang beribadah di dalamnya," kata Ketua 
Majelis GKI Bogor Pendeta Ujang Tanusaputra di Bogor, Sabtu.

Ia mengemukakan, pihaknya masih merasakan adanya ancaman dari sekelompok 
masyarakat terhadap bangunan gereja dan kebebasan beribadah di dalam gereja itu 
meski Pemerintah Kota Bogor secara resmi telah membuka gembok gereja dan tanda 
segel di gedung itu.

Pendeta Ujang mengatakan, setelah melalui serangkaian proses, Pemkot Bogor dan 
GKI Bogor mencapai kesepakatan untuk memelihara kerukunan umat beragama di 
wilayah Kota Bogor. 

Karena itu pada hari Jumat (27/8), Pemkot Bogor secara resmi membuka gembok dan 
tanda segel di tembok gedung GKI Bakal Pos Taman Yasmin Bogor yang dilakukan 
oleh Satuan Polisi Pamong Praja setempat.

Hal ini diperkuat dengan penyerahan berita acara pembukaan segel bangunan Nomor 
645.8/27-Sat.Pol.PP./VIII/2010. 

Dalam berita acara tersebut tertera alasan pembukaan segel yakni; `karena 
bangunan GKI tersebut telah memenuhi kewajibannya dengan mengantongi IMB Nomor 
645.8-372 Tahun 2006 dan telah berkekuatan hukum tetap sesuai putusan 
Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung Nomor 41/G/2008/PTUN-BDG perihal 
Pembatalan Surat Kepala Dinas Tata Kota dan Pertamanan Kota Bogor Nomor 
503/208-DTKP tanggal 14 Februari 2008 tentang Pembekuan Izin.`

Namun, menurut Pendeta Ujang, tindakan bijaksana Pemkot Bogor itu 

dinodai dengan adanya spanduk yang tiba-tiba terpasang di gerbang gereja pada 
Sabtu (28/8) yang menyatakan bahwa `gereja disegel kembali` oleh sekelompok 
orang yang tidak beridentitas jelas yang mengatasnamakan warga sekitar. 

Gerbang gereja digembok kembali oleh kelompok tersebut dengan menggunakan satu 
buah gembok dan satu buah rantai besi yang dikunci dengan dua buah gembok 
lainnya.

Menyadari bahwa segel gereja sudah dibuka secara resmi dengan prosedur resmi 
oleh instansi resmi yakni Pemerintah Kota Bogor, maka pihak gereja menganggap 
segel, rantai dan gembok-gembok yang muncul kemudian adalah liar dan melanggar 
hukum. 

Dengan demikian pihak gereja memutuskan untuk menurunkan spanduk dan membuka 
gembok dan rantai liar tersebut.

Menyadari hak konstitusional warga negara untuk melakukan ibadah sesuai dengan 
agama dan keyakinan yang dimiliki di rumah ibadahnya masing-masing, maka jemaat 
GKI Bogor menjadwalkan akan mengadakan ibadah Minggu dua mingguan seperti yang 
selama ini dilakukan. 

"Ibadah tersebut akan dilangsungkan pada Minggu 5 September 2010 di lokasi 
gereja Taman Yasmin tepat pukul 08.00 WIB. Kami berharap Pemerintah Kota Bogor 
dan seluruh aparat yang terkait dapat terus memastikan tegaknya UUD 1945, 
Pancasila dan semboyan nasional Bhinneka Tunggal Ika di wilayah Kota Bogor bagi 
seluruh warga Kota Bogor," katanya. 
(D012/R007)








[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke