Taik anjing lo, goblog banget analisanya
-----Original Message----- From: "muskitawati" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 19 Sep 2010 02:21:06 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [proletar] Wanita Karir Dalam Gunjingan Calon Suami Yang Ideal !!! Wanita Karir Dalam Gunjingan Calon Suami Yang Ideal !!! Bukan cuma dikalangan umat Islam, juga dikalangan umat beragama lainnya termasuk disemua kalangan yang tidak beragama pun pergunjingan selalu ada. Bedanya, pergunjingan yang dilakukan sembunyi2 dan pergunjingan yang bebas berkembang sehingga menjadi topik diskusi. Baik didunia pria maupun didunia wanita, mempergunjingkan atau membicarakan pasangan lawan jenis yang ideal untuk pasangan hidup adalah hal yang lumrah terjadi diseluruh dunia. Umum bagi setiap orang mendambakan yang cantik/ganteng, kaya, berpendidikan, dan lain2. Namun hal2 umum ini dalam lingkungan agama tertentu seperti lingkungan Islam, sering kali idealnya diubah menjadi tidak umum. Misalnya, pasangan ideal yang didambakan itu tidak perlu cantik/ganteng, tidak perlu kaya, tidak perlu berpendidikan, tapi yang paling penting berkeimanan Islam yang tinggi, rajin shalat. Dan dalam kalangan wanita Islam yang berpendidikan biasanya juga ditekankan tidak boleh punya madu. Namun dunia wanita di Indonesia lebih banyak mempergunjingkan calon suaminya yang mampu memberi nafkah, untuk itu persyaratannya adalah minimum sarjana, karena hanya titel sarjana saja yang memungkinkan bisa mendapatkan gaji yang cukup untuk rumah tangga. Meskipun persyaratan ini tidaklah diungkapkan secara terbuka atau terang2an, tetapi pasti, gelar sarjana besar pengaruhnya terutama bagi laki2 calon suami dalam menyunting seorang isteri. Permintaan atau persyaratan inilah yang menyebabkan berbagai perguruan tinggi diciptakan baik oleh swasta maupun oleh pemerintah. Gelar kesarjanaan ini sangat ampuh untuk melamar isteri, melamar kerjaan, melamar menjadi pemain politik dlsb. Membuka perguruan tinggi di Indonesia sangat mudah dan murah biayanya, jadi enggak heran kalo nantinya diseluruh Indonesia semuanya memiliki titel sarjana. Contohlah, untuk membuka perguruan Tinggi agama Islam, modalnya cuma sewa kantor, papan tulis, kapur, dan AlQuran beserta Hadistnya. Murid2nya ditarik uang sumbangan, uang bangku, uang kuliah, uang praktek, dan uang pendaftaran tentunya. Wanita Karir ... dalam pergunjingan menemukan calon suami ideal !!! Susi (accountant), Tina (dokter), Lusi (insinyur), dan Mina (dokter gigi) SUSI: eeeeh... udah 6 bulan yang lalu gue pacaran sama cowok yang lumayan wajahnya, dan dia kasih gue kartu namanya, ternyata dia sarjana ekonomi, gue jadi jatuh cintrong deh. LUSI: cowoknya itu tampang lumayan tapinya berdoku enggak atau cuma modal tampangnya doang ??? SUSI: babe-nya sih kaya, tapi dia sendiri katanya bekerja di pemerintah di Departement Pendidikan. Dan dia katanya dalam proses pindah ke perbankan sesuai dengan bidang kesarjanaannya. TINA: waaah... kalo shalatnya rajin sih bisa juga tuh jadi calon ! SUSI: kalo soal sholat sih enggak pernah absen tuh ! Pribadinya hemat, bukan pemboros. Kayaknya ideal untuk suami. Tapi soal sholat sih itu sekunder bisa dibentuk belakangan. LUSI: calon suami itu utamanya harus dipastikan kerjaannya apa, latar belakang pendidikannya apa, dan tentu asal usul ortunya dan kekayaannya seberapa? Soal agama, sholat, dan hobby-nya sih bisa dibentuk belakangan. Sedangkan utamanya itu enggak bisa dibentuk belakangan, harus jadi modal permulaan sebelum perkawinan. MINA: cowok nya itu namanya siapa ? SUSI: namanya "Abdullah Hamid" MINA: Oooo... dia sih udah tahun lalu mau ngelamar gue, tapi ditolak ortu gue karena titelnya itu Sarjana Ekonomi Syariah, kerjaannya honorer guru agama Islam, dia ngelamar ke bank2 Syariah enggak diterima karena yang dicari oleh bank Syariah juga Sarjana Ekonomi beneran bukan ekonomi Syariah. Sarjana ekonomi beneran harus menguasai matematika dan kalkulus untuk memperhitungkan bunga berbunga, tapi ekonomi Syariah enggak perlu matematika karena Islam melarang riba, tapi cukup bisa hafal beberapa ayat2 Quran. Jadi kalo enggak ada Riba tentunya enggak perlu matematika buat ngitung2 bunga. SUSI: astagafirullah..., gue ketipu dong, baru tahu kalo ada titel sarjana ekonomi syariah, itu sih bukan titel professional tapi titel pengangguran terselubung, sama dengan titel tukang santet !!! Kurang ajar bener tuh cowok mau coba2 nipu gue. Gue putusin hari ini juga... dasar sial guenya. MINA: makanya, ati2 kalo milih calon suami, jangan asal titel sarjana aja, tetapi bidang professi apa kesarjanaannya. Kalo sarjana bidang agama itu sih bukan sarjana tapi cuma angan2 aja titel2annya. LUSI: iya, memang betul juga sih, masa kita mau dikasih makan doa2 aja? Rupanya bagi kita wanita sarjana harus hati2 sama cowok yang ngaku2 sok bertitel. Ny. Muslim binti Muskitawati. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
