http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/10/10/01/137804-kesalahan-taufik-kiemas-manusiawi

Kesalahan Taufiq Kiemas Manusiawi
Jumat, 01 Oktober 2010, 21:22 WIB

     
Nunu/Republika


Taufiq Kiemas dan Megawati
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kesalahan Taufiq Kiemas ketika membacakan UUD 1945 
saat hari Kebangkitan Pancasila pada Jumat, (1/10) dianggap sebagai hal yang 
manusiawi. Anggota DPR dari partai PDI-P, Emir Moeis mengatakan tak tahu jika 
Taufiq Kiemas melakukan kesalahan. "Saya tidak dengar," katanya saat dihubungi. 

Ia mengatakan kalaupun kesalahan dilakukannya, hal itu merupakan sesuatu yang 
manusiawi. "Salah kan biasa, sangat manusiawi," katanya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Taufiq Kiemas keseleo lidah saat membacakan UUD 
1945. Taufiq mulai keseleo lidah pada saat membacakan alinea kedua Pembukaan 
UUD 1945. 

Ini merupakan kesalahannya yang kedua. Saat pelantikan Presiden SBY pada 20 
Oktober 2009.

Red: Djibril Muhammad

++++


http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberita&kid=33&id=42717

02 Oktober 2010 | 

BPLagi, Kiemas ''Keseleo Lidah''Jakarta (Bali Post) -

Keseleo lidah kembali dilakukan Ketua MPR Taufiq Kiemas. Kiemas salah menyebut 
butir-butir dalam Pancasila ketika membacakan naskah Pembukaan Undang-Undang 
Dasar 1945 pada upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen 
Pancasila Sakti, Jumat (1/10) kemarin. 

Pada upacara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertindak sebagai inspektur 
upacara. Sementara tiga pimpinan parlemen masing-masing mendapat tugas berbeda. 
Ketua DPD-RI Irman Gusman menjadi pembaca teks Pancasila, Ketua DPR-RI Marzuki 
Alie membacakan Ikrar Kesetiaan terhadap Pancasila. Sementara Taufiq Kiemas 
selaku Ketua MPR-RI mendapat tugas membacakan naskah Pembukaan Undang-Undang 
Dasar 1945 yang di dalamnya tertuang butir-butir Pancasila.

Meski sudah membaca teks, namun suami mantan Presiden Megawati Soekarnoputri 
ini masih melakukan kesalahan berulang kali. Saat membacakan sila ketiga 
Pancasila, politisi senior PDI Perjuangan ini keliru. Persatuan Indonesia yang 
dipimpin oleh hikmat... kata Taufiq. Padahal, sila ketiga seharusnya berbunyi 
Persatuan Indonesia.

Saat membaca sila keempat, Kiemas mengulangi kesalahan. ''Kerakyatan yang 
dipimpin oleh hikmat permusyawararatan perwakilan. (kurang; kebijaksanaan 
dalam-red).'' Menyadari kesalahannya, dia pun segera meralat. Namun, pada sila 
kelima kesalahan diulangi lagi. ''Keadilan sosial bagi seluruh bangsa 
Indonesia,'' ucap Kiemas. Padahal, sesuai teks yang dirumuskan oleh Presiden 
Soekarno itu, sila kelima Pancasila seharusnya berbunyi, Keadilan sosial bagi 
seluruh rakyat Indonesia. 
Taufiq Kiemas juga pernah keseleo lidah saat memimpin rapat paripurna MPR di 
Gedung MPR/DPR yang dihadiri Presiden Yudhoyono, dan sejumlah tokoh nasional 
lainnya beberapa waktu lalu. (kmb4) 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke