http://www.sinarharapan.co.id/cetak/berita/read/38-persen-orang-indonesia-berisiko-osteoporosis/

Senin, 18 Oktober 2010 13:33 
38 Persen Orang Indonesia Berisiko Osteoporosis


SURABAYA - Gaya hidup tidak sehat semakin memicu tingginya penderita keropos 
tulang atau yang dikenal dengan osteoporosis. 

     
Jika sekitar 10 tahun lalu penderita penyakit ini rata-rata umur 50 tahun ke 
atas, saat ini penderitanya cenderung lebih muda. 
Angka harapan hidup masyarakat Indonesia yang semakin meningkat juga semakin 
menambah jumlah penderita osteoporosis. Berdasarkan hasil penelitian dari Pusat 
Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Gizi tahun 2006 lalu, sebanyak dua 
dari lima orang Indonesia berisiko terkena osteoporosis. 


"Jadi sekitar 38 persen orang Indonesia berisiko mengalami keropos tulang pada 
usia menjelang tua. Hal ini terjadi karena gaya hidup yang berpengaruh pada 
pola makan yang kurang sehat. Bahkan kecenderungannya penderita penyakit ini 
memiliki usia lebih muda dibanding 10 tahun yang lalu," kata Anita Hutagalung, 
Ketua Umum Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwa­tusi), ditemui di 
sela-sela acara senam dan jalan sehat, puncak Hari Osteoporosis Nasional (HON) 
2010 di Surabaya, Minggu (17/10). Tema HON tahun ini adalah "Tegakkan Tubuhmu, 
Cegah Osteoporosis".


Prevalensi osteoporosis pada perempuan lebih tinggi karena sebagian besar 
perempuan Indonesia kekurangan 50 persen kebutuhan kalsium hariannya. Meski 
demikian, Anita membantah bahwa hanya kaum perempuan saja yang berisiko terkena 
osteoporosis. Sebab, data menunjukkan bahwa sebanyak 32,3 persen perempuan 
terkena osteoporosis dan 28,8 persen laki-laki juga osteoporosis. "Nilainya 
tidak terpaut jauh sehingga bisa disimpulkan bahwa perempuan dan lelaki pun 
berisiko terkena penyakit tulang keropos ini," ungkapnya. Karena itu, kampanye 
osteoporosis bukan hanya ditujukan pada orang yang sudah tua saja. Justru 
masalah ini dikampanyekan pada kalangan muda lebih penting, agar mereka siap. 


Wakil Ketua Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi) dr Tanya TM Rotikan, 
SpKO mengatakan, meskipun 28,8 persen laki-laki dan 32,3 persen perempuan sudah 
terkena osteoporosis, pada dasarnya terdapat 41,8 persen laki-laki dan 90 
persen perempuan memiliki gejala osteoporosis. 


"Pencegahan osteorporosis tidak cukup hanya dengan mengonsumsi makanan 
berkalsium, tetapi juga harus diiringi dengan gaya hidup sehat, seperti 
olahraga rutin dan menghindari minuman beralkohol atau bersoda, serta rokok," 
paparnya. 


Para penderita osteoporosis, lanjutnya, memiliki risiko besar terhadap kasus 
patah tulang belakang. Ironisnya, hanya setengah dari semua patah tulang 
belakang tidak mendapatkan perhatian secara klinis atau tidak diobati. "Banyak 
kasus patah tulang belakang yang menyebabkan cacat dan nyeri, namun sering 
diabaikan atau salah didiagnosis sebagai nyeri punggung karena ketegangan otot 
atau arthritis," tambahnya. 

Risiko Tinggi
Dr Azimal, Direktur Pengen­dalian Penyakit Tidak Menular Ditjen Pengendalian 
Penyakit dan Penyehatan Ling­kungan (P2PL) Kemen­terian Kesehatan mengatakan, 
kalau di dunia, rata-rata satu dari tiga orang terkena osteoporsis, sedang­­kan 
di Indonesia, dua dari lima orang terkena penyakit tersebut. "Berarti risiko 
orang Indonesia terkena osteoporosis lebih besar," kata Azima. Hal ini terjadi 
karena konsumsi kalsium penduduk Indonesia masih rendah, rata-rata 270-300 mg 
per hari, padahal menurut standar seharusnya 1.000-1.200 mg per hari. 
Heru Kuncoro, Direktur Marketing Fonterra Brand Indonesia (Anlene), sebagai 
mitra dalam senam dan jalan sehat massal HON 2010 ini mengatakan, pihaknya akan 
terus melakukan pemeriksaan terhadap tingkat kepadatan tulang masyarakat. 
(chusnun hadi)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke