Dengan kudung HAM maka RI ini bisa diganggu kestabilannya oleh LSM kaki tangan 
asing yg senengnya ngongkreh ongkreh negara orang.makanya saya setuju jaman 
mBah Harta LSM dilibas,saat itulah RI punya kestabilan tertinggi 
didunia.Walaupun banyak banyak tokoh Islam yg dibuikan mBah harta tapi saya 
ridlo soalnya RI jadi apaik.Malaysia dan Singapore waktu itu dg RI wedi.

S.Har.

--- In [email protected], "sunny" <am...@...> wrote:
>
> Refleksi : Bila diizinkan akan bisa mencoreng muka kaum penjajah.
> 
> http://www.mediaindonesia.com/read/2010/10/22/176884/130/101/Human-Rights-Watch-Minta-Usut-Kekerasan-di-Papua
> 
> 
> Human Rights Watch Minta Usut Kekerasan di Papua 
> 
> 
> Jumat, 22 Oktober 2010 01:40 WIB      
> Penulis : Amahl Sharif Azwar
> JAKARTA--MICOM: Human Rights Watch (HRW), sebuah organisasi nonpemerintah 
> yang berbasis di Amerika Serikat yang intens melakukan penelitian dan 
> pembelaan masalah-masalah HAM, mendesak pemerintah Indonesia untuk menindak 
> tegas pelaku kekerasan terhadap warga Papua sebagaimana terekam dalam video 
> yang tersebar di internet beberapa waktu lalu. 
> 
> Demikian disampaikan deputy Asia director Human Rights Watch Phil Robertson. 
> Menurutnya, siapa pun pelaku kekerasan di dalam video itu harus dibawa ke 
> meja hijau. "Penyiksaan yang diperlihatkan di dalam video ini membutuhkan 
> investigasi mendalam yang secepatnya, bukan investigasi internal militer yang 
> ditutup-tutupi," papar Robertson yang mengaku sulit mengatakan mana yang 
> lebih mengagetkan, kekerasan yang dilakukan atau rasa percaya diri para 
> pelaku yang menganggap perbuatan mereka sah. 
> 
> Lebih lanjut, HRW menilai sistem peradilan militer di Indonesia yang anggota 
> yuridisnya dikuasai personel militer kurang transparan. Pengadilan militer di 
> Indonesia tidak independen ataupun imparsial. Selama bertahun-tahun, 
> pengadilan militer di Indonesia gagal menyelesaikan kasus pelanggaran berat 
> HAM yang dilakukan anasir militer. 
> 
> Secara terpisah, seorang sumber dari Mabes TNI, kepada Media Indonesia 
> mengatakan belum ada perkembangan terbaru atas investigasi kasus video 
> penganiayaan warga Papua. Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono pun belum 
> mendapatkan klarifikasi yang detail dari Pangdam Cenderawasih Mayjen TNI 
> Hotma Marbun. Apabila terbukti, pelaku akan dikenai tindakan sesuai hukum 
> yang berlaku, bahkan bisa termasuk tindakan pemecatan. 
> 
> "Kami masih meneliti kebenaran video itu. Masih kita selidiki apakah itu 
> memang betul itu asli atau buatan. Belum ada laporan yang masuk kepada kami," 
> ujar sumber yang menolak namanya disebutkan itu. 
> 
> Sebelumnya, Asian Human Right Commission yang merupakan salah satu lembaga 
> HAM yang berbasis di Australia, merilis video kasus penganiayaan di Papua via 
> internet. Penganiayaan diduga terjadi bulan ini di kawasan Tingginambut, 
> Puncak Jaya, Papua. Dalam rekaman video terlihat sekelompok orang berpakaian 
> militer menyiksa sejumlah warga setempat yang dituduh terlibat Organisasi 
> Papua Merdeka. Video itu dikabarkan sempat beredar di laman Youtube akhir 
> pekan lalu, tetapi diblokir 2x24 jam kemudian. (*/OL-8)
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke