http://www.pos-kupang.com/read/artikel/54670/regionalntt/floresa/2010/11/1/110-desa-di-flotim-rawan-pangan


110 Desa di Flotim Rawan Pangan 
Senin, 1 November 2010 | 14:31 WIB

LARANTUKA, POS KUPANG.Com -- Sebanyak 110 dari 226 desa di Flores Timur 
dipastikan mengalami rawan pangan tinggi dalam tahun 2010 ini. Empat desa 
mengalami risiko kerawanan sedang dan 112 desa kerawaan ringan.

Penjabat Bupati Flotim, Drs. H. Muhammad S.Wongso menyampaikan hal itu, Sabtu 
(30/10/2010),  saat memberikan tanggapan atas pemandangan umum fraksi-fraksi 
DPRD Flotim terhadap rancangan peraturan daerah (Perda) tentang Bea Perolehan 
Hak Atas Tanah dan Bangunan. 

Sidang itu dipimpin Ketua DPRD Flotim, Drs. Marius Payong Pati, didampingi  
Wakil Ketua, Antonius Hubertus G. Hadjon, ST dan Theodorus M. Wungubelen, S. H. 

Anggota DPRD yang hadir hanya 16 orang, sementara sisanya sedang melakukan 
dinas luar daerah. Dari pemerintah turut hadir Assiten II Dominikus Demon, S. H 
dan beberapa kadis.
Menjawab pertanyaan Fraksi Partai Demokrat terkait ketersediaan pangan akibat 
iklim yang berubah dan ancaman kerawanan pangan, Wongso mengatakan, dari data 
yang ada pemerintah telah mengambil langkah antisipasi setelah menerima laporan 
kerusakan di tingkat desa, kecamatan dan para kepala BPP. 

Pada awal Maret 2010, Badan Penyuluh Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten 
Flotim telah menurunkan tim untuk melakukan pendataan kembali, pemantauan dan 
investigasi sebagai upaya deteksi dini. 

"Data yang dikumpul menyangkut  indikator pertanian, sosial ekonomi dan 
kesehatan kemudian dianalisis dan diperoleh klasifikasi risiko kerawanan 
pangan," jelas Muhammad Wongso.

Walau demikian, kata Wongso, berdasarkan analisis Dinas Pertanian dan 
Peternakan setempat pada tanggal 27 September 2010, terlihat bahwa produksi 
sumber pangan karbohidrat padi, ubi-ubian, sorgun dan ubi-ubian untuk musim 
tanam 2009-2010 masih mencukupi kebutuhan sampai akhir tahun bahkan surplus 
sebanyak 13.173 ton. 

"Hasil analisa situasi pangan ini secara sepintas nampak berbeda dengan 
klasifikasi risiko kerawanan pangan yang digambarkan Badan Ketahanan Pangan," 
kata Wongso.

Wongso mengatakan, klasifikasi risiko kerawanan pangan dianalisis berdasarkan 
tiga indikator, yakni indikator pertanian dengan menghitung luas tanam dan luas 
kerusakan serta prediksi luas panen. 

Indikator lainnya, sosial ekonomi seperti kepala keluarga miskin dan indikator 
kesehatan, yakni status gizi serta hasil investigasi mengenai harga bahan 
pangan, pola konsumsi dan indikator spesifik lokal lainnya.

"Klasifikasi risiko kerawanan pangan ini dilakukan berdasarkan data pada akhir 
bulan Maret 2010 dan di saat sebagian tanaman belum dipanen, sementara analisa 
situasi pangan dilaksanakan pada bulan September 2010,"jelasnya.

Terhadap kondisi tersebut, kata Wongso, pemerintah telah dan akan melakukan 
intervensi dengan pengalokasian sisa cadangan beras pemerintah pusat tahun 2010 
sebanyak 77 ton untuk 77 desa, bantuan sosial rawan pangan dari APBD I sebanyak 
Rp 50 juta untuk 10 desa dan intervensi dari sumber dana tugas pembantuan Rp 25 
juta. 

"Upaya intervensi yang dilakukan masih belum mencukupi kebutuhan masyarakat. 
Lagi pula musim penghujan tahun ini datang lebih cepat, sementara sebagian 
besar petani belum rampung menyiapkan lahan," tambah Wongso. (iva/aly)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke