Seorang kawan pernah berujar yang (tentunya hipotesa dg syarat batas)
bahwa
jumlah pengungsi gak hanya sebanding namun kwadratis jarak pusat petaka,
kecuali ERP-nya yang harus tunggu approval DPR, kalau ada.
Faham ERP @mBoong?

Kemarin jarak bahaya (dari puncak Merapi) 10 km, lalu 15 km lalu 20 km
kalau yang dipakai SOP ya maklum sajalah. Disamping, banyak juga warga
yang "mbalelo" (menyebabkan tugas petugas dan sukwan terpecah).
Per SOP keknya sudah pas. Namun begitu "radius" ditambah, nah barak-
barak pengungsian, katanya dipindah, dipindah dan ditambah lagi.
nT tau konsekwensi kalau radius bahaya diperpanjang lagi?
Dg kondisi sekarang,  Adisuciptro ga "aman" utk pesawat. Nah, "bantuan"
bisa cepat gak? Kata TV jarak pandang saat kejadian ditempat-
tempat tertentu (termasuk "ring-road") gak lebih 3 m. (Di Mentawai
banyak
sukarelawan ga keangkut ketempat musibah, lalu banyak yang minta pulang
dan atau dipindah ke "merapi". Mestinya jalan darat). Di Salatiga, kata
koran,
dimana jaraknya dari pusat disaster nun sekian (puluh) km, kaca bis yang
masuk stand plat disiram air (oleh pulisi!!)

Ada yang bilang, waktu hari Sabtu dimana pengungsi mbuldag di Satdion
Maguwoharjo,karena diantaranya himabawan TOA-TOA dimesjid, respon
  masyarakat demikian dahsyat shg 3 truk nasi bungkus ga kemakan
namun ditempat lainnya ada yang ga kebagian. Bukan nDeboost belain
SBY lho @mBoong.

Oh ya, nT bandingin perang sama tanggap darurat? Dasar u...@mboong
kebanyakan sagu. Kwkwkwk .............

Mandi dulu sana.

--- In [email protected], "sunny" <am...@...> wrote:
>
> Refleksi : Bukankah sekarang SBY berkantor di Jawa Tengah,  koq
bantuan untuk pengungsi belum juga muncul.
>
> Bisa dibayangkan jika jenderal SBY, sebagai komandan staf jendral  di
medan perang, logistik bantuan tak kunjung datang kepada para prajurit
di medan pertempuran  yang sangat membutuhkan, bisa berarti anak buahnya
jadi umpan peluru, lari terbirit-birit atau menyerah tanpa syarat
kepadaa musuh.
>
>
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/11/07/69943/Ribuan-P\
engungsi-Belum-Tersentuh-Bantuan
>
> 07 Nopember 2010 | 23:53 wib
>
>
>
> Ribuan Pengungsi Belum Tersentuh Bantuan
>
> Foto: Yulianto
>
> Boyolali, CyberNews. Ribuan pengungsi bencana Merapi hingga kini belum
tersentuh bantuan Pemkab. Mereka tersebar di tempat pengungsian
rumah-rumah warga di wilayah Kecamatan Mojosongo, Musuk hingga Kecamatan
Ampel. Untuk mendapatkan bantuan dari pemkab juga harus melalui prosedur
rumit. "Repot mas, prosedurnya rumit harus melalui kepala desa
setempat," ujar Sigit, salah satu relawan, Minggu (7/11).
>
> Dijelaskan, kondisi tersebut dialami 200 lebih pengungsi di Desa
Karangnongko, Kecamatan Mojosongo. Untuk meringankan beban mereka, Sigit
mencoba melakukan koordinasi dengan petugas atau relawan di Pemkab
Boyolali. Namun, ternyata pengajuan bantuan tidak bisa serta merta
dilakukan. Sebab, tempat pengungsian itu tidak termasuk yang
direkomendasikan pemkab. Dirinya diminta agar meminta surat pengantar
dari kepala desa setempat. "Akhirnya saya mencoba mengontak teman-teman
di sejumlah LSM di Jakarta dan Bandung. Alhamdulillah, bantuan bisa
turun."
>
> Pihaknya semula bermaksud memindahkan para pengungsi yang tempat yang
direkomendasikan. Hanya saja, para pengungsi tersebut keberatan karena
lokasi pengungsian sudah penuh. Mereka memilih tinggal sementara di
sebuah rumah warga di Desa Karangnongko karena lokasinya lebih tenang
dan tidak berdesakan. Apalagi, para warga setempat siap membantu makanan
secara patungan.
>
> Kondisi senada dikemukakan Sinam, koordinator Jaringan Informasi
Lingkar (Jalin) Merapi. Menurutnya, ribuan pengungsi di sejumlah tenpat
di wilayah Kecamatan Ampel belum mendapatkan bantuan dari pemerintah.
Untungnya, para warga sekitar turut membantu. Diharapkan, pemerintah
juga mau turun untuk mengecek pengungsian yang tersebar tersebut.
>
> Terpisah, Bupati Boyolali Seno Samodro menegaskan, pihaknya sudah
menginstruksikan seluruh aparat hingga jajaran terbawah untuk
bahu-membahu membantu para pengungsi. Bagaimanapun, kebutuhan para
pengungsi harus diperhatikan, utamanya kebutuhan makan. Saat ini masih
tersedia beras yang cukup untuk memasok kebutuhan para pengungsi.
"Apapun yang terjadi, pengungsi tidak boleh diabaikan. Dapur umum yang
dikelola pemkab dan instansi terkait serta yang diusahakan masyarakat
siap untuk menyediakan logistik makanan."
>
> ( Joko Murdowo /CN14 )
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke