Refleksi : Kalau benar   visa untuk team investigasi TKI ditolak, lantas mau 
bikin apa?

http://www.sapos.co.id/index.php/berita/detail/Rubrik/12/9687

Senin, 22 November 2010 
Arab Saudi Tolak Visa Tim Investigasi TKI


       
      JAKARTA. Tim investigasi khusus TKI yang ditugaskan Presiden Susilo 
Bambang (SBY) menelusuri fakta penyiksaan dan pembunuhan buruh migrant Arab 
Saudi tak kunjung berangkat. Kendalanya, visa yang diajukan tim tersebut 
ditolak pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang disampaikan melalui Kedubesnya di 
Jakarta.


      Hal itu cukup ironis mengingat tim terdiri dari sejumlah pejabat tinggi 
negara yang dipimpin langsung Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan 
Anak Linda Amalia Sari Agum Gumelar. Tidak jelas benar alasan tak kunjung 
keluarnya visa tersebut membuat para anggota tim geram. "Saya tegaskan, sampai 
hari ini saya belum menerima visa. Enggak tau apa masalahnya, tapi kita hormati 
saja karena mereka berhak menentukan siapa yang boleh masuk ke negaranya," ujar 
Linda dengan nada tinggi ketika ditemui di Jakarta Minggu kemarin (21/11).


      Linda pantas gusar. Karena tekanan dari media sangat besar terutama 
karena tak kunjung ada kejelasan kapan tim akan berangkat ke Arab Saudi. 
Sedangkan, kasus yang melibatkan dua TKI yakni Sumiati (korban penyiksaan asal 
Dompu, NTB) dan almarhumah Kikim Komalasari (TKW korban pembunuhan di Arab 
Saudi) terus bergulir tanpa kehadiran tim bantuan hukum dan perlindungan dari 
Indonesia.


      Menurut Linda, sejumlah anggota tim yang terdiri dari para pejabat 
gabungan esselon I dan II dari sejumlah instansi sudah jadi dalam satu-dua hari 
ini. Namun, visa khusus kunjungan Menteri masih belum jelas karena hanya bisa 
diputuskan oleh pihak berwenang di Kerajaan Arab Saudi dan bukan oleh 
Kedubesnya di Jakarta."Jangan suudzon dulu. Baiknya saya tunggu dulu. Semoga 
pekan ini sudah ada kejelasan." Kata dia.


      Besar kemungkinan, tim bentukan Presiden akan berangkat dalam dua kloter. 
Kelompok yang pertama terdiri dari para pejabat gabungan dari Kemenlu, 
Kemenakertrans, dan BNP2TKI yang akan berangkat. Sedangkan, Linda sebagai ketua 
tim akan menunggu izin Kerajaan Arab Saudi.


      Secara terpisah, pemerintah menyatakan bahwa Jenazah Kikim Komalasari 
binti Uko Marta, 36, diperkirakan baru bisa tiba di Tanah Air dalam satu hingga 
dua pekan mendatang. Pemerintah masih mengurus surat yang diperlukan untuk 
kepulangan jenazah Kikim dari Arab Saudi. Sembari menanti proses hukum kepada 
majikan yang membunuhnya, jenazah akan segera dikebumikan di kampung halamannya 
sesuai permintaan keluarga. Yakni, di Kampung Babakan Hurmat RT 3/1, Desa 
Mekarwangi, Kecamatan Haurwangi, Cianjur, Jawa Barat. (zul/iro/jpnn)
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke