UN Resolution 181: Jews Palestine and Arab Palestine !!!
Berakhirnya perang dunia kedua, memberi kesempatan Amerika memperkuat peranan
United Nation didunia atau perserikatan bangsa2 yang diciptakannya yang
berpusat di New York. Akibat dari kemenangan Amerika dalam perang dunia kedua,
berhasil memaksa semua negara2 didunia yang tadinya menolak untuk menjadi
anggauta UN ini akhirnya rame2 masuk menjadi anggautanya sehingga peranan
Amerika dalam percaturan politik dunia semakin dominant pasca berakhirnya
perang dunia kedua ini.
Peristiwa penting dengan dimulainya peranan Amerika di Timur Tengah adalah
penyerahan mandat Inggris atas jajahannya di Palestina kepada UN yang disusul
dengan tindakan Perserikatan Bangsa2 mengeluarkan resolusi 181 pada tanggal 29
November 1947 yang membagi wilayah Palestina menjadi dua, yaitu Jews Palestine
dan Arab Palestine. Sementara itu dinyatakan Jerusalem-Bethlehem akan tetap
berada dibawah kekuasaan Internasional yang dikelola oleh UN.
http://en.wikipedia.org/wiki/United_Nations_Partition_Plan_for_Palestine
The United Nations Partition Plan for Palestine was a resolution adopted on 29
November 1947 by the General Assembly of the United Nations. Its title was
United Nations General Assembly Resolution 181 (II) Future Government of
Palestine.
The resolution recommended the termination of the British Mandate for Palestine
and the partition of the territory into two states, one Jewish and one Arab,
with the Jerusalem-Bethlehem area being under special international protection,
administered by the United Nations.
Jadi kepada semua pembaca saya mohon berulang kali membaca keputusan UN nomor
181 ini, karena mau perang sampai kiamat sekalipun keputusan diatas tidak bisa
diubah kecuali tentunya kelima negara2 UN Security Council bersedia
mengubahnya. Namun bisa dipastikan tidak akan berubah atau diubah karena
resolusi ini justru dirancang oleh kelima negara pemegang hak veto ini. Jadi
jangan diperdebatkan atas lahirnya resolusi ini karena resolusi ini sudah yang
PALING ADIL untuk diterapkan di Timur Tengah.
Yang jadi pembicaraan kita sekarang adalah, siapakah negara Jews Palestine ini,
dan yang manakah negara Arab Palestine ini. Ternyata yang muncul baru satu
negara Arab Palestine yang kita kenal sebagai Negara Yordania, sementara negara
Israel meskipun 80% lebih populasinya Yahudi, namun negara yang terbentuk
adalah negara Republic Israel yang Democratic bukan merupakan Jews State.
Amerika inilah yang memaksakan pembentukan Israel yang demokratik ini.
Belakangan muncul pemberontakan diwilayah Israel dimana kelompok Arab menolak
negara Israel dan ingin membentuk negara sendiri yang mereka sebut negara Islam
Palestine. Dibawah Yasser akhirnya berhasil mendapatkan perhatian menjadi
preliminary member di UN. Namun pertikaian berlangsung terus karena pihak Arab
Palestine ini terus menerus melanggar perjanjian terkait Syariah Islam yang
mewajibkan pemusnahan genocide orang2 Jews ini. Permasalahan tidak mungkin
bisa selesai kalo sudah terkait kepada hukum Islam.
Sementara Arab mau memaksakan pembentukan negara Islam, dilain pihak di-Israel
juga menuntut pelaksanaan resolusi 181 secara murni yaitu pembentukan Jews
State atau negara Yahudi.
Banyak negara didunia yang kemudian mendukung Abbas yang mewakili kurang dari
10% Arab Palestina untuk mewujudkan Republic Palestina yang demokratik yang
bukan Syariah Islam.
Namun negara Israel sendiri, secara diam2 mengadakan kontak2 rahasia dengan
pihak Hamas yang mewakili lebih dari 90% Arab Palestina ini untuk rancangan
pembentukan Jews State sebagai pengganti pengakuan terhadap negara Islam yang
akan diproklamirkan pihak Hamas.
Negara2 Arab menolak Hamas karena sekte Islam yang dianut Hamas adalah sekte
Syiah yang didukung oleh pihak Iran yang sangat bermusuhan dan memusuhi Islam
Sunni pimpinan Arab Saudia.
Meskipun selama ini se-olah2 Israel berperang dan memerangi Hezbollah dan
Hamas, namun sebenarnya kontak2 rahasia antara Israel dengan kedua organisasi
Islam ini lebih kuat katimbang dengan Islam Sunni yang dikomandoi dari Arab
Saudia. Karena tekanan ancaman yang dihadapi Israel sepanjang sejarah
datangnya dari Islam Sunni bukan dari Islam Syiah.
Apa yang sekarang sedang dirancang Israel adalah, menunggu saat yang tepat
untuk meresponi pengakuan pihak Hamas terhadap Jews Palestine state sebagai
exchange atau pertukaran pengakuan terhadap negara Islam Arab Palestine.
Proses ini mungkin bisa berlangsung kurang dari 5 tahun menunggu bubarnya
kelompok Abbas dan ditariknya pengakuan Internasional terhadap kelompok Abbas
untuk digantikan Hamas. Memang hal ini bukan proses yang gampang, karena
penentang utamanya adalah negara2 Arab yang beraliran sekte Islam Sunni.
Tetapi apabila rencana ini berhasil dimana Hamas akan membentuk negara Islam
Palestina, maka Israel juga akan menjadi negara Yahudi. Dan sebagai akibat
daripada kejadian bersejarah ini, maka ratusan ribu orang2 Arab yang sekarang
tinggal di Israel akan diusir keluar menuju ke wilayah negara Hamas. Dilain
pihak, Hamas juga akan mengizinkan segelintir sisa2 Yahudi yang ada untuk
diperkenankan pindah ke Israel.
Meskipun dalam resolusi 181 menetapkan Jerusalem-Bethlehem berada dibawah
kekuasaan UN, namun akibat wilayah ini disalah gunakan sebagai pangkalan
militer oleh Yordania beserta semua negara2 Arab untuk melakukan serangan
mematikan di tahun 1967, maka Israel telah merebut dan menganexasi wilayah ini
untuk selamanya menjadi ibukota resmi Israel. Sedangkan tuntutan negara2 Arab
tentang Jerusalem-Bethlehem agar juga menjadi wilayah Arab Palestina adalah
absurd tidak akan pernah membuka agenda untuk dibicarakan, karena resolusi UN
belum pernah ada perencanaan wilayah ini merupakan wilayah Arab-Palestina.
Kalo nantinya dimasa depan semua rencana Israel berhasil diwujudkan, maka
timbangan kekuatan antara Islam Syiah dan Islam Sunni akan berubah. Kalo
selama ini Islam Sunni mendominasi umat Islam sedunia, nantinya kekuatan ini
bisa menjadi berimbang atau malah menjomplangkan kekuatan Islam Sunni untuk
digantikan dominasi Islam Syiah. Permasalahan yang dihadapi negara2 barat
hanyalah ketergantungan mereka kepada minyak Arab belum bisa digantikan oleh
minyak dari Timur Tengah. Tetap masalah ini dimasa depan kiranya bisa diatasi
dengan berhasilnya Irak, Afghanistant dan Iran untuk menggeser dominasi minyak
Arab menjadi dominasi minyak Timur Tengah. Hal ini juga saya kira tidak akan
lebih dari 5 tahun dari sekarang karena masalah keamanan Afghanistant-pun
tampaknya sudah berhasil ditegakkan dan seluruh tentara Amerika sekarang sedang
dalam proses ditarik pulang.
Moga2, semua rencana ini bisa berlangsung dengan mulus sehingga perekonomian
dunia bisa lekas recovery dan dominasi Arab memang akan makin kelam termasuk
orang2 Arab di Israel akan mengalami penderitaan yang cukup menyakitkan karena
harus dideportasi keluar untuk menetap dinegara baru dibawah Hamas. Tak
diragukan, hal ini pasti ditentang oleh orang2 Arab di Israel tsb karena mereka
tahu segala kondisi dinegara Hamas pasti jauh lebih buruk dari Israel, dan
mereka akan berusaha mencari assylum ke negara2 Barat terutama ke Amerika atau
mungkin akan dialihkan ke Indonesia untuk menunjang perekonomian yang makin
jelek dinegara ini.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/