APBD Defisit, Pajak Seks Diberlakukan
Sabtu, 11 Desember 2010 | 05:46 WIB
shutterstock
Ilustrasi

BERLIN, KOMPAS.com - Memiliki defisit sebesar 100 juta euro memang memusingkan. 
Cara menutupinya ada dua macam, meningkatkan pajak atau menekan pengeluaran.

Salah satu kota di Jerman yang keuangan daerahnya defisit memutuskan untuk 
memberlakukan pajak prostitusi. Pajak "kesenangan" baru itu meminta para 
pekerja seks komersial di Dortmund membeli karcis harian seharga 6 euro atau 
sekitar Rp 72.000 setiap mereka bekerja. Jika tidak membeli karcis, mereka 
dikenai denda lebih besar.

Diperkirakan, dari penjualan tiket harian tersebut akan terkumpul dana sebesar 
750.000 euro per tahun. "Dortmund memiliki masalah keuangan seperti juga kota 
lain di Jerman," ujar juru bicara pemerintah kota Dortmund, Michael Meinders.

"Kami telah mengkaji beberapa jenis pajak seks, tetapi pajak jenis inilah yang 
paling dapat dilakukan dan praktis," ujarnya lagi. Pajak baru itu akan mulai 
berlaku pada Agustus mendatang. Alternatif lainnya adalah mengenakan pungutan 
sebesar 1 atau 2 euro untuk setiap orang yang masuk ke kawasan lampu merah di 
Dortmund, tetapi ide ini mendapatkan sedikit dukungan. (Reuters/Joe)



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke