http://www.equator-news.com/index.php?mib=berita.detail&id=23223

   
Sabtu, 11 Desember 2010 , 10:20:00

FPR Demo Desak 12 Tuntutan



 
Massa FPR membentangkan spanduk dan poster dalam aksinya, Jumat (10/12) di 
Bundaran Untan. Massa juga menyampaikan 12 items aspirasi di Kantor Gubernur.
Pontianak. Ratusan massa yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) 
berujuk rasa di Tugu Digulis Untan, Jumat (10/12). Mereka menuntut penegakan 
Hukum dan HAM yang dianggap masih tebang pilih. Akibatnya, banyak kasus hukum 
yang tidak sesuai dengan harapan. 

FPR juga mendatangi Kantor Gubenrur Kalbar. di lokasi ini, FPR menyuarakan 12 
tuntutan yang dibacakan Agus Sutomo, Koordinator Aksi HAM sedunia. Kedua belas 
tuntutan itu antara lain meminta pencabutan izin konsesi perkebunan skala besar 
dan yang bermasalah.

Selain itu, meminta penghentian kriminalisasi kaum tani dan masyarakat adat, 
kembalikan tanah rakyat, cabut sistem kerja kontrak dan out sourching, naikan 
upah buruh sesuai standar KHL, usut tuntas kekerasan terhadap buruh migrant.

FPR juga meminta pemberhentian komersialisasi dan privatisasi dunia pendidikan, 
mekinta realisasi anggaran pendidikan 20 persen dari APBD, APBN diluar gaji 
guru dan Dosen, berikan layanan kesehatan dan pendidikan gratis untuk rakyat, 
selamatkan danau sentarum, tangkap, penjarakan dan miskinkan koruptor, usut 
tuntas kasus penembakan Saparudin serta meminta penarikan semua pasukan yang 
berjaga di perkebunan, tambang dan HTI.

Aksi massa yang mengatasnamakan dirinya Front Perjuangan Rakyat, memulai 
aksinya dari bundaran Untan menuju ke Kantor Gubenur. Barisan mahasiswa, LSM 
dan juga masyarakat petani sekaligus korban dari perijinan bagi perusahaan 
kelapa sawit oleh Pemda setempat.

Sebelumnya, aksi massa yang berjalan kaki tersebut tidak diperbolehkan masuk ke 
halaman Gedung Kantor Gubernur. Alasannya sedang ada rapat tertutup bersama 
Kodam, serta dinas terkait lainnya. 

Peserta aksi kecewa, sempat terjadi dialog panas dengan Staf Ahli Bidang Hukum 
dan Politik Togi L Tobing, namun akhirnya Koordinator Aksi HAM sedunia 
mengalah. 

Togi menemui pengunjuk rasa dan hanya bisa menjelaskan singkat sedang ada rapat 
sehingga tidak bisa diganggu. Para peserta aksi hanya diterima di depan pintu 
gerbang saja, kalau mau masuk ke dalam hanya perwakilan dan tanpa spanduk itu 
tidak masalah.

"Kami tidak ingin ada kejadian apapun, karena mereka rapat di dalam. Kami minta 
pengertiannya, peserta aksi hanya diterima di depan pintu pagar saja. Mengenai 
tuntutan, intinya tetap akan kami sampaikan kepada bapak gubernur," paparnya. 

Mengenai 12 tuntutan, Togi L Tobing menyatakan akan ditindaklanjuti kepada 
pimpinan. Tentunya, hasil yang diharapkan akan baik nantinya. "Sebab hal ini 
merupakan tuntutan hati nurani demi kesejahteraan rakyat. Tapi kita berusaha, 
sebab persoalan tersebut tidak bisa sama dengan membalikkan telapak tangan," 
paparnya di hadapan massa.

Usai berorasi dan mendengar penjelasan dari Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik 
Togi L Tobing, SH, MH, massa pun membubarkan diri menuju lokasi semula di 
bundaran Untan.(sul)






[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke