Tgl 8 Nov - 13 Nov 2010.

Sehabis sholat subuh, gw menyiapkan koper dan travel bag untuk bersiap-siap ke 
bandara.  Hari itu, gw bersama istri akan melakukan perjalanan spiritual 
berhaji untuk melengkapi rukun Islam yang terakhir.  

I was very excited to go to Mecca karena perjalanan ini sangat berbeda dengan 
perjalanan yang gw pernah lakukan sebelumnya.

Persiapan perjalanan pergi ke Mekkah sangat berbeda dengan perjalanan lainnya 
yang pernah gw lakukan.  Kalo pergi ke Amerika, ke Eropa atau kemanapun juga, 
kita tinggal siapin koper lalu berangkat.  Paling untuk mempersiapkan koper 
kita cuma butuh watu 2 hari aja paling lama, nggak perlu persiapan lainnya.  

Persiapan pergi ke Mekkah memerlukan waktu sekitar 1 bulan.  Kita harus 
mempersiapkan mental dan jasmani, dan yang paling penting kita harus siap lahir 
dan batin.  

Mekkah itu sangat berbeda dengan kota tempat tujuan lainnya di seluruh penjuru 
dunia.

Semua umat Islam di dunia yang jumlahnya lebih dari 2 milyar orang, sholat 
menghadap Mekkah.  Jadi bisa dibayangkan deh, atmosfir di Mekkah pasti akan 
sangat 'sejuk' atau sangat 'panas'.  

No wonder some people are going nut at Mekkah.
 
Ketemu di mesjid bandara Soetta sekitar jam 10 bersama rombongan dan di mesjid 
itu keluarga melepas rombongan calon haji yang brangkat lebih dari 140 orang (3 
bis).  

Pesawat Garuda take off jam sekitar 13.00 dan ETA di bandara Jeddah jam 19.00 
waktu Arab Saudi.  Travelling time from Jakarta to Jeddah around 9 hours 
flight.  Setelah makan di pesawat, gw langsung 'neken' esligan supaya bisa 
istirahat dan akan bisa segar di Jeddah.

Pada saat 20 menit sebelum memasuki Jeddah, para calon haji mengganti pakaian 
dengan pakaian ihram.  Pakaian ihram ini adalah pakaian 2 lembar bahan berwarna 
putih tanpa jahitan.  

Sesudah berpakaian ihram ini kita harus menahan emosi, membatasi omongan, tidak 
mengeluarkan kata2 kasar, pokoknya kita harus berusaha menahan nafsu, perasaan, 
dan emosi kecuali takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Ketika mendarat di Jeddah, gw sempet 'freak out' melihat betapa banyaknya 
jemaah calon haji di bandara Jeddah tersebut.  Gw nggak pernah melihat 
sedemikian banyaknya orang yang 'flock' berada dalam 1 airport.  

Ribuan jemaah haji berbaris teratur untuk melewati imigrasi di Jeddah.  Gw 
hitung dari mulai pesawat mendarat antri sampai melewati imigrasi memakan waktu 
sekitar 3 jam.

Pegawai imigrasi Arab kerjanya 'semau gue', kalo mereka mau makan, mereka 
tinggalin aja kerjaannya dan langsung makan, udah gitu, the worst part adalah, 
mereka kan tulisannya berbeda dengan kita.  Jadi, agak lama bagi mereka untuk 
membaca dan mengetik nama kita yang memakai huruf latin.

Selama 3 jam, most of the time we're standing, kita melatih kesabaran kita, dan 
daripada pikiran gw melantur nggak karuan dan 'piss off'  melihat kerja orang 
Arab yang geblek, mendingan gw berdzikir pake tasbih aja deh.  

Ketika gw sedang antri, tiba2 tuh Arab keluar dari booth nya.  Laahh..??!  
Terpaksa gw pindah dan antri lagi di barisan lainnya.

The good thing is, di dalam airport sangat sejuk karena full ac dan sesudah 
keluar dari imigrasi gw masih harus menunggu bis lagi selama berjam-jam diluar. 
 The bad thing is, di luar sana disamping udaranya panas, tempat duduk juga 
terbatas.  

Jadi, kenapa musti terburu-buru keluar?

Setelah keluar dari imigrasi, gw masih harus menunggu lagi bis yang akan 
mengangkut kita ke Mekkah.  Kita menunggu bis sekitar 4 jam, and we don't know 
what to do!  

Mau tidur nggak bisa tidur karena cuaca panas dan berpakaian ihram yang nggak 
nyaman itu, mau duduk nggak enak juga karena badan kita bener2 cape setelah 
melakukan penerbangan selama 9 jam. 

Sebagian orang mengatakan bahwa berpakaian ihram tidak boleh merokok, karena 
itu juga merupakan bagian dari menahan nafsu.  Gw sih cuek ngerokok aja, karena 
ngerokok juga merupakan terapi mental buat gw.  Buat para perokok segala macam 
suasana dan perasaan emang harus merokok.

Kalo suasana dan perasaan lagi happy, pasti menyalakan rokok karena perasaan 
gembira.  Kalo perasaan lagi kesal, piss off, apalagi sedang menunggu kayak gw 
di Jeddah, udah pasti 'ngudud' lah.  Walaupun gw udah tahu bahwa merokok itu 
berbahaya bagi kesehatan, tapi ada lagi yang lebih berbahaya dari merokok.  

For the first time in history, sex is more dangerous than the cigarettes after 
all.  Hehehe...

Setelah menunggu bis sekitar 3 jam, akhirnya kita brangkat meninggalkan Jeddah 
sekitar jam 2 pagi dan melanjutkan perjalanan ke Mekkah.  Dalam perjalanan ke 
Mekkah kita harus melalui "check point" sekitar 15 menit, pemerintah Arab Saudi 
memberi jemaah makanan kecil dan air mineral, dan jemaah hanya menunggu di 
dalam bis tanpa harus keluar dari bis.

Sampai di Mekkah udah hampir mendekati sholat subuh.  Gw melihat banyak sekali, 
ribuan orang jemaah berpakaian ihram, yang berjalan menuju Masjidil Haram untuk 
sholat subuh.  

Bis tiba dan berhenti di basement hotel dan jemaah turun dari bis dan langsung 
menuju Masjidil Haram karena urusan koper dan lainnya diurus oleh travel.  Udah 
nggak sempet lagi melakukan apapun juga karena waktu sholat subuh udah mepet.

Gw bener-bener terkejut melihat Masjidil Haram.  

Ini adalah bangunan mesjid terbesar yang pernah gw lihat dan pada saat itu 
Masjidil Haram ini penuh dengan lautan manusia.  Mesjid ini mampu menampung 2 
juta jemaah, dan pada saat itu Masjidil Haram itu semuanya penuh dengan jemaah 
dari berbagai macam bangsa, berbagai macam warna kulit, dari seluruh penjuru 
dunia!!

Tentunya gw sangat penasaran ingin sholat di dalam Masjidil Haram sambil 
melihat Kabah, tapi karena saat itu sudah mendekati waktu sholat subuh, 
sehingga gw hanya bisa sholat di halaman Masjidil Haram aja.  Gw nggak 
habis-habisnya memandang dengan kagum kebesaran Masjidil Haram dari halaman 
luarnya.  

This mosque is goddamn huge!!

Setelah selesai sholat subuh, gw langsung ke hotel untuk sarapan lalu tidur dan 
istirahat karena perjalanan yang sangat melelahkan dari Jakarta.  Lumayan lah, 
gw bisa tidur sekitar 4 jam untuk melepaskan penat dan lelah sampe jam 10-an 
untuk mandi dan bersiap-siap melakukan ibadah Umroh, tawaf dan sa'i, di 
Masjidil Haram.

This was my first and my new experience to see Kabah with my own eyes.    

Tawaf adalah mengelilingi Kabah sebanyak 7 kali berlawanan arah jarum jam.  
Pada saat tawaf rombongan saya lebih dari 40 orang dan disusun 4 baris dengan 
komposisi laki-laki di luar dan perempuan didalam barisan.  Ini untuk mencegah 
agar rombongan tidak terpecah karena desakan dari luar rombongan yang bisa 
memecah rombongan.  

Jadi kalo ada desakan atau benturan yang mencoba masuk dari luar rombongan, 
laki-laki mendesak balik, membentur balik, agar supaya mereka tidak bisa masuk 
ke dalam rombongan.  

Ada tendensi jika bertawaf setelah 2 atau 3 putaran, akan makin masuk kedalam 
mendekati Kabah, maka laki-laki yang bertugas mengawal supaya rombongan tidak 
terpecah. 

Pada saat tawaf sekitar jam 10-an, cuaca sangat panas menyengat, tapi lantai 
marmernya tetap dingin.  Ada yang mengatakan bahwa lantai marmer diberi 
pendingin semacam air cond, gw nggak tau juga tuh.  

Tapi yang jelas, walaupun udara sangat panas menyengat dan humidity is very 
low, lantai marmer tempat bertawaf tetap dingin.

Setelah selesai tawaf, lalu kita berdoa dan sholat di belakang Hijir Ismail, 
lalu minum air Zamzam yang banyak bertebaran dipenjuru Kabah dan setelah itu 
langsung melakukan Sa'i.  

Sa'i juga dilakukan dengan 7 kali, tapi tidak seberat seperti Tawaf karena Sa'i 
dilakukan di ruang tertutup dan full air cond.  Udaranya sejuk dan tidak 
bertabrakan dan berebutan seperti Tawaf diluar tadi.

Setelah selesai Sa'i lalu melakukan tahalul awal, memotong sedikit rambut, dan 
setelah itu kembali ke hotel dan sudah melepas ihram dan memakai pakaian bebas. 
 

Alhamdulilah, satu langkah Umroh sudah terpenuhi, tinggal menunggu sekitar 4 
hari lagi untuk menghadapi puncak haji, mabit (bermalam) di Mina, wukuf di 
Arafah, mabit di Muzdalifah dan jumroh.

Selama 4 hari (10-14 Nov) di hotel sambil menunggu ke Mina, praktis kami tidak 
melakukan apa-apa, kecuali rutinitas sehari-hari.  Bangun jam 3 pagi lalu ke 
Masjidil Haram dan sholat tahajud, baca Al Quran sambil menunggu sholat subuh.  
Setelah sholat subuh, gw sarapan pagi, balik ke kamar dan tidur lagi.

Bangun sekitar jam 10-an, lalu mandi dan jalan ke Masjidil haram lagi untuk 
sholat duha, baca Al Quran sambil menunggu sholat Lohor.  Setelah Lohor makan 
siang, ngobrol sebentar dan merokok sambil menunggu Ashar.

Komunutas perokok itu biasanya ramah, mudah bergaul, dan kompak.  Hal ini 
disebabkan karena 'smoking area' sangat terbatas maka para perokok biasanya 
ngumpul dan merokok di 'smoking area' yang terbatas tersebut.  

Dan biasanya, merokok itu ada waktu tertentu, biasanya sehabis makan, sehingga 
perokok itu berkumpul sambil merokok setiap habis makan sehingga membuat mereka 
kompak.  Bandingkan dengan non perokok yang sangat individual dan jarang 
bersosialisasi.  Geek.
   
Setelah Ashar, biasanya gw balik ke kamar, tiduran sambil ngobrol ama temen 
sekamar.  Ashar adalah waktu yang paling pendek, karena setelah sholat Ashar 
nggak ada lagi sholat sunat.  Jadi, biasanya setelah sholat Ashar dilanjutkan 
sholat jenazah, langsung balik ke kamar menunggu Maghrib.

Pada saat sholat Maghrib, gw biasanya datang 20 menit sebelum adzan, lalu gw 
naik ke lt 3.  Di lantai 3 pemandangannya sangat indah, open air, kita bisa 
melihat burung merpati, burung elang beterbangan di atas kita, dan twilight 
zone.  Breath taking view.

Setelah sholat maghrib, gw menunggu Isya di mesjid sambil baca Quran, dan 
setelah Isya, gw balik ke hotel untuk dinner dan setelah dinner ngobrol di 
lobby hotel sampe jam 9-an dan balik ke kamar.  Tidur.

Gitu aja tuh rutinitas gw selama 4 hari, sampai tgl 14 Nov, menunggu ke Mina 
untu berwukuf dan jumroh.


Lanjut...




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke