Reflekssi: Masalahnya sudah sekian puluhan tahun belum juga diperhatikan oleh 
ormas-ormass tsb?

http://www.antaranews.com/berita/1293433307/ormas-islam-dan-pemerintah-perlu-bahas-tki

Ormas Islam dan Pemerintah Perlu Bahas TKI
Senin, 27 Desember 2010 14:01 WIB | Peristiwa | Naker | 

Jakarta (ANTARA News) - Organisasi kemasyarakatan Islam Al Irsyad mengatakan 
ormas-ormas Islam dan pemerintah perlu membahas penempatan TKI di luar negeri 
untuk menyusun kebijakan strategis agar pengiriman tenaga kerja itu tidak terus 
menimbulkan masalah.

"Karena Indonesia dan negara-negara penerima sama-sama saling membutuhkan. 
Alangkah baiknya, ormas-ormas Islam bisa duduk bersama dengan pemerintah guna 
mendorong pemerintah membuat kebijakan-kebijakan strategis," kata Ketua Umum  
DPP Perhimpunan Al-Irsyad, Yusuf Utsman Baisa, dalam keterangannya kepada pers 
di Jakarta, Senin.

Kebijakan strategis itu, katanya, terutama berkaitan dengan aturan dan prosedur 
yang komprehensif.

Al Irsyad menyatakan hal ini karena pengiriman TKI ke berbagai negara 
itu--termasuk negara-negara Islam -- ternyata menimbulkan sejumlah masalah.

Yusuf Utsman Baisa mengatakan, karena para TKI itu merupakan pahlawan devisa , 
maka sangat diperlukan adanya peraturan-peraturan yang bisa benar-benar 
melindungi mereka.. Ia memberi contoh, bahwa di Arab Saudi saja terdapat 
sekitar satu juta TKI dan baru-baru ini muncul kasus Sumiati yang disiksa 
majikannya sehingga harus dirawat di rumah sakit di Medinah.

Al Irsyad sangat berharap agar kasus-kasus para TKI itu tidak menimbulkan citra 
buruk terhadap agama Islam., hubungan di antara kedua negara, dan bahkan 
munculnya rasa kebencian antara dua komunitas muslimin tersebut.

Al Irsyad menyatakan bahwa tidak semua pengiriman TKW ke luar negeri 
menghasilkan cerita buruk terhadap para wanita Indonesia itu.

Dicontohkan, ada seorang TKW yang bernama Nuryati Salopari yang justru berhasil 
menimbulkan citra sangat positif. 

Karena kesulitan ekonomi setelah lulus SMA tahun 1998, ia memutuskan untuk 
menjadi TKW di Arab Saudi. Di sana ia mendapat majikan yang sangat baik, 
sehingga bisa mengumpulkan uang untuk biaya kuliah.

Nuryati Salopari kemudian pulang ke tanah air dan mulai kuliah sehingga 
berhasil meraih gelar dalam program S1 dan S2. Akhirnya Nuryati dan empat 
mantan TKI lainnya berhasil meraih penghargaan berupa piagam yang disebut" 
Purna Tenaga Kerja Indonesia" dari Menakertrans Muhaimin Iskandar yang 
diserahkan di depan wakil Presiden Boediono baru-baru ini .
(A011/B010)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke