Refleksi : Negara yang tidak bisa  menjamin hak dan memberi perlindungan memada 
kepada warganegaranya adalah negara gagal. Eksistensi negara demikian, bukan 
saja tidak membawa keuntungan kepada rakyat, tetapi juga menyusahkan dengan 
beban kehidupan yang makin  hari makin bertambah berat untuk dipikul.


http://www.suarapembaruan.com/home/masyarakat-diminta-kumpul-dana-pulangkan-tki/2643

Masyarakat Diminta Kumpul Dana Pulangkan TKI
Rabu, 12 Januari 2011 | 15:30

 Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah 


[JAKARTA] Migrant Care bersama koalisi masyarakat sipil lainnya mengajak 
masyarakat Indonesia untuk bergabung dalam "RP 1000 untuk pemulangan TKI". 
Estimasi biaya pemulangan 200 TKI hanyalah Rp 1,7 milyar. 

"Biaya ini hanyalah 0,9% dari anggaran Presiden SBY untuk kunjungan ke luar 
negeri yang mencapai Rp 179 milyar," kata Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis 
Hidayah, kepada SP, di Jakarta, Rabu (12/1).  

Sampai Rabu (12/1), genap tiga bulan sudah sekitar 200 buruh migran Indonesia 
terlantar di kolong jembatan di Saudi Arabia dalam kondisi yang memprihatinkan. 
Dengan segala keterbatasan, mereka, terutama para perempuan dan anak-anak 
bertahan untuk hidup di tengah ketidakpedulian pemerintah terhadap nasib 
mereka. Mereka tidur di trotoar dalam dingin hanya dengan beralaskan tikar dan 
setiap hari menanti uluran tangan siapapun untuk sekedar makan. 

Negara yang secara konstitusional memiliki kewajiban untuk melindungi warga 
negaranya, terbukti tidak memiliki rasa kemanusiaan untuk menjalankan kewajiban 
konstitusional tersebut untuk melindungi TKI yang terlantar di kolong jembatan. 
Hingga kini tidak ada upaya untuk mobilisasi anggaran untuk pemulangan mereka. 
Hal ini berbanding terbalik dengan anggaran studi banding anggota DPR atau 
anggaran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk kunjungan ke luar negeri.

Menurut Anis, setiap tahun TKI  menyumbangkan PNBP (Penghasilan Negara Bukan 
Pajak) sebesar RP 600 milyar dari biaya perlindungan US$ 15 yang dibayarkan 
setiap akan berangkat. Selain itu, tahun 2010, TKI juga menyumbangkan devisa 
dari keringat mereka sebesar US$ 7,1 milyar.

Koalisi masyarakat mengajak partisipasi masyarakat untuk ikut membantu 
pemulangan TKI yang memang sangat membutuhkan uluran tangan karena pembiaran 
oleh negara. Partsipasi masyarakat dapat disalurkan melalui rekening Yayasan 
Migrant CARE, No 908.01.01086.00.3, Bank CIMB Niaga Rawamangun Jakarta Timur. 
"Dana yang terkumpul akan kami informasikan kepada masyarakat secara 
transparan," imbuh Anis Hidayah.

Anis optimistis, dana sejumlah itu akan dapat terkumpul dari gerakan yang akan 
berlangsung selama seminggu ke depan. [E-8]

erita Terkait

  a.. Pemerasan TKI Dilakukan Sistematis
  b.. Ribuan TKI Alami Kekerasan pada 11 Bulan Terakhir
  c.. Polisi Arab Suadi Harus Seret Pelaku ke Pengadilan
  d.. Meneg PPPA: Segera Revisi UU Perlindungan TKI


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke