http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/info-halal/11/01/07/157117-50-persen-produk-halal-impor-berasal-dari-china

50 Persen Produk Halal Impor Berasal dari China 
Jumat, 07 Januari 2011, 11:52 WIB

     
muslimdaily


Halal
REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA--Membanjirnya produk China di Indonesia tak terlepas 
dari kesiapan produsen asal negara itu dengan keberadaaan sertifikasi halal di 
Indonesia. Tercatat 50 persen dari produk impor bersertifikasi halal yang 
dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) merupakan produk asal Cina. Fakta itu 
terungkap dalam acara saresehan LPPOM MUI bertajuk 'Penerapan Sistem Jaminan 
Halal Secara Internasional' di Aula Gedung MUI, Jakarta.

Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama 
Indonesia (LPPOM MUI), Lukmanul Hakim mengatakan produk asal Cina merupakan 
produk impor yang tampak serius dalam menyikapi keberadaan sertifikasi halal 
yang ditetapkan MUI."Mereka sadar bahwa Indonesia sebagai pasar halal terbesar 
di dunia," kata Lukmanul. 

Berbanding terbalik dengan produk Cina yang terbilang serius mengurusi 
sertifikasi halal, produk-produk halal tanah air justru terbilang ogah-ogahan. 
Dari data terakhir MUI, hanya 36,73 persen produk yang beredar dan teregistrasi 
yang memiliki sertifikasi halal MUI. Data lain juga menyebutkan dari 113.515 
produk makanan teregistrasi Badan POM, yang memiliki sertifikat halal MUI hanya 
41.695.

Meski demikian, papar Lukmanul, berdasarkan survei LPPOM MUI yang dilakukan 
pada 2010 lalu, kepedulian masyarakat terhadap kehalalan produk meningkat. Dari 
hanya 70 persen pada 2009, menjadi sekitar 92,2 persen pada 2010. 

Kecenderungan tersebut, lanjut Lukmanul, menjadi tantangan tersendiri bagi LPOM 
MUI ke depan. "Maka perlu mengubah prinsip (produk halal) dari voluntary 
(sukarela) menjadi mandatory (wajib)," kata Lukmanul. Dia menambahkan perubahan 
itu nantinya akan mentransformasi perdagangan bebas menjadi perdagangan 
berkeadilan.

"Instrumen hukum memang menyebutkan kata sukarela. Karenanya pemerintahn 
diharapkan mempertimbangkan status tersebut. Memang kita ini bukan negara Islam 
jadi pemerintah tidak bisa sembarangan. Akantetapi alangkah baiknya jika itu 
dipertimbangkan," pungkasnya.

Red: Siwi Tri Puji B
Rep: Agung Sasongko

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke