Refleksi : Reshuffle atau tidak reshuffle tidak akan mengadakan perubahan 
mendasar kepada kehidupan masyarakat, teristimewa mereka yang berada di lapisan 
terbawah. Hal ini karena karakter kaum elit nan berkuasa tidak terkait falsafah 
perbaikan tingkat kehidupan rakyat selain kepentingan mereka sendiri. Bukan 
sudah lazim diketahui bahwa tidak ada kaum elit nan berkuasa mau mengorbankan 
kepentingan mereka dengan sukarela. Jadi mereka akan mempertahankan kekuasan 
demi kepentingan mereka mati-matian dengan berbagai cara.  



http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=b54cf79ff86138fae5bfa8fa22aa6b8b&jenis=c4ca4238a0b923820dcc509a6f75849b


Reshuffle Mengemuka, Presiden Seriusi Peta Politik 
Kamis, 13 Januari 2011 | 12:57 WIB 
JAKARTA - Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan 
(UKP4) sudah merampungkan evaluasi atas kinerja Kabinet Indonesia bersatu (KIB) 
jilid II. Dari evaluasi tersebut masih ada menteri yang masih berkinerja buruk. 
 Mereka ini terancam menjadi sasaran reshuffle Presiden SBY. 

Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Sumarno mengatakan 
merujuk hasil UKP4 ini Presiden SBY sangat mungkin melakukan perombakan kabinet 
terutama pada bawahannya yang kerjanya buruk, tapi semua dilakukan untuk 
memperbaiki kinerja pemerintahan. "Reshuffle berlaku bagi menteri yang buruk 
kinerjanya, tapi tentunya SBY akan melihat peta kekuatan politik yang 
berkembang," ungkapnya, Kamis (13/1).

Menurut dia, bongkar-pasang menteri juga harus mempertimbangkan stabilitas di 
pemerintahan dan legislatif. "Namun raport merah bukan satu-satunya yang 
menjadi variabel untuk reshuffle," imbuh Sumarno.

Terlebih kata dia, imbas dari keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang 
mengabulkan permohonan penghapusan pasal 184 ayat 4UU No. 27 Tahun 2009 yang 
mengatur kuorum 3/4 untuk mengajukkan usul hak menyatakan pendapat, dan harus 
disetujui 3/4 anggota dewan yang hadir, berimplikasi luas. Termasuk akan 
berpengaruh terhadap peta politik di Setgab atau mitra koalisi.

Menurut dia, penghilangan ketentuan syarat 3/4 kuorum telah mengembalikan 
kekuatan bagi DPR dalam mengawasi pemerintah. Pengaruh politik anggota DPR 
kembali besar. "Pemerintah jadinya akan merangkul banyak teman untuk 
mengamankan kebijakannya," terang Sumarno.

Seperti diketahui, Presiden SBY sudah mulai memanggil sejumlah menteri yang 
mendapatkan rapor merah berdasarkan evaluasi UKP4. Menteri Sekretaris Negara 
Sudi Silalahi mengatakan, pemanggilan para menteri tersebut berdasarkan laporan 
Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto tentang evaluasi kinerja para menteri selama 
dua bulan terakhir.

Sudi mengatakan hasil yang diterima presiden menunjukkan ada menteri yang 
berkinerja baik dan masih ada pula menteri yang kinerjanya belum memuaskan. 
"Ada yang nilainya positif ada yang nilainya negatif.Ada yang berhasil dan ada 
yang belum berhasil.Ada yang sukses betul ada yang tidak sukses. Nah, itu semua 
sudah di tangan Bapak Presiden," ujar Sudi, Rabu (12/1).

Pemanggilan menteri-menteri yang bernilai merah tersebut,kata dia, tidak 
dilakukan sekaligus namun satu per satu. "Kapan saja, saya kira tidak mesti 
sekaligus. Mungkin parsial kali ya, mungkin sudah ada yang dipanggil, tapi kan 
tidak perlu diumumkan kepada rekan-rekan," ujarnya.

Sudi mengatakan presiden selama ini selalu memberikan konseling kepada 
menteri-menteri yang capaiannya belum memenuhi target. Namun, Sudi mengaku 
sejauh ini belum ada pembicaraan mengenai kemungkinan presiden merombak atau 
reshuffle kabinet.

 "Kami tidak bicara soal reshuffle, itu haknya presiden. Tapi yang jelas 
penilaian ataupun evaluasi itu ada dan nanti mungkin di pertengahan tahun pun 
akan ada evaluasi sejauh mana capaian dan perbaikan-perbaikan dari arahan Bapak 
Presiden untuk peningkatan kinerja masing-masing," ujarnya.

Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto Rabu kemarin menyerahkan laporan tahunan 
kinerja para menteri Kabinet  Indonesia Bersatu II.  Sebelum menyerahkan 
laporannya, Kuntoro menjelaskan kepada pers, sebagian menteri masih mendapat 
rapor merah karena gagal menyelesaikan tugasnya sesuai tenggat waktu yang 
diberikan presiden.

 Sayangnya Kuntoro tidak bersedia mengungkapkan menteri-menteri gagal tersebut. 
Dia juga menolak menjawab jumlah menteri yang kinerjanya jelek. "Masih ada yang 
merah. Mudah-mudahan nggak sebanyak yang kemarin itu ya," ujarnya kepada 
wartawan di Istana Negara.

Sekadar mengingatkan pada Oktober 2010 lalu, sebanyak lima menteri 
disebut-sebut menerima rapor merah. Yakni Menteri Hukum dan HAM Patrialis 
Akbar, Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh, Menteri Pekerjaan Umum Djoko 
Kirmanto,  Menkominfo Tifatul Sembiring dan Menteri Perhubungan Freddy Number. 
okz,ins


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke