Keimanan Adalah Menipu Diri Sendiri Lewat Brainwash !!!
Keimanan bukanlah istilah baku sebuah bahasa, karena artinya ber-beda2 dari
satu agama ke lain agama.
Meskipun semua agama mengartikannya sebagai kekuatan dari dalam diri-nya
sendiri sebagai akibat kuatnya kepercayaan, tapi ternyata kekuatan2 tsb
ber-beda2 tujuan-nya.
Keimanan dalam Islam adalah kekuatan untuk melakukan teror Jihad bunuh diri,
sedangkan dulu kaum Nasrani juga memanfaatkan keimanan ini untuk teror crusade
membantai mereka yang bukan Nasrani.
Jadi pada hakekatnya, kekuatan Iman dari masing2 agama tidak lain merupakan
kekuatan destruktif untuk menyebarkan agamanya tapi juga menghancurkan agama
lainnya dimana sipelaku harus memiliki keberanian yang luar biasa yang
didapatnya dari latihan2 spiritual brainwashing.
Namun dizaman modern ini, semua agama meskipun masih tetap melakukan
brainwashing ini namun tujuannya lebih di fokuskan untuk membangun dan
memajukan kelompok umatnya saja katimbang merusak umat lawannya. Hanya agama
Islam saja yang masih mempertahankan dan memanfaatkan keimanan untuk merusak
gereja, memperkosa massal amoy2, teror jihad, membakar mesjid Ahmadiah dan lain
sebagainya yang sifatnya tetap destruktif seperti dizaman nabinya dulu.
> Pramana Yudha <pramana.yudha@...> wrote:
> "Bunda Roslina, jangan khayal, bahwa
> YESUS itu sama sekali tak bisa
> menyelamatkan kita. Yang YESUS
> lakukan adalah MENYEDIAKAN KESELAMATAN.
> Bukan menyelamatkan. Yang menyelamatkan
> kita adalah kita sendiri, melalui iman
> kita kepada YESUS, seperti yang seringkali
> YESUS katakan: "Imanmu telah menyelamatkanmu."
> Bukan: "AKU[YESUS] telah menyelamatkanmu."
> Tapi "imanmu."
Yesus enggak bisa menyelamatkan siapapun termasuk menyelamatkan dirinya sendiri
saja juga tidak bisa. Aku jadi ingat pepatah zen Buddhisme sewaktu aku
berlatih Shorinji Kempo. Filosofinya, selamatkanlah dirimu sendiri dulu untuk
bisa menyelamatkan orang lain. Dan menyelamatkan diri itu bukan cuma punya
kekuatan membunuh macan yang menyerang orang, tapi juga membuat diri kita sehat
walafiat dengan ber-senam atau olah raga.
Jadi kalo Yesus yang terbukti tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri anda
anggap sebagai juru selamat, maka hal itu kita namakan "brainwash". Karena
memang untuk memaksakan kepercayaan digunakan alat "Brainwash" sehingga sesuatu
yang tidak ada menjadi se-olah2 ada, dan sesuatu yang tidak pernah terjadi
menjadi se-olah2 terjadi, dan hal seperti ini dalam ajaran Nasrani atau Islam
dinamakan "keimanan".
Itulah sebabnya, saya selalu menjelaskan bahwa keimanan adalah suatu kekuatan
yang datangnya dari diri sendiri yang mampu menipu otak dan jiwa kita sehingga
memiliki kesadaran yang disesatkan kepada suatu tujuan. Dalam Islam keimanan
ini digunakan untuk "teror jihad", sedangkan dalam Nasrani dulunya digunakan
untuk "teror Crusade".
Dizaman aman, damai dan tentram, tehnik brainwash ini bukan cuma dimanfaatkan
oleh kelompok agama saja, tetapi juga oleh kelompok bisnisman oleh para
penguasaha yang membrainwash langganannya dengan iklan2 produksinya sehingga
para pelanggan secara keimanan juga terikat oleh merek produksi nya.
Jadi keimanan itu bukanlah nalar, tetapi menipu diri sendiri yang merugikan
dirinya sendiri dan lingkungannya. Dan untuk menyesatkan publik maka
istilahnya diganti dengan "Keimanan" karena "brainwash" mempunyai konotasi yang
buruk diteling pendengarnya.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/