Refleksi : Introspeksi untuk bisa lebih pandai membohong di kemudian hari? Rezim kleptokratik akan selalu membohong, karena hakekatnya adalah demikian.
http://www.mediaindonesia.com/read/2011/01/17/196226/3/1/Kebohongan-Pemerintah-Segeralah-Introspeksi Kebohongan, Pemerintah Segeralah Introspeksi Senin, 17 Januari 2011 08:09 WIB Penulis : Ardi YOGYAKARTA--MICOM: Rohaniawan Yogyakarta Dr G Budi Subanar menilai tindakan para pemuka agama telah faham betul tentangnilai moral sosial, terkait pernyataan sembilan kebohongan lama dan sembilan kebohongan baru pemerintah oleh tokoh-tokoh lintas agama dan pemuda yang disampaikan, Senin (10/1/2011), di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta. "Evaluasi dari pemuka agama dalam arti tertentu memberi peringatan," terang pria yang akrab disapa Romo Banar di Gedung Widyawiwaha, Yogyakarta, Minggu (16/1). Romo Banar menyebutnya sebagai bagian dari peran kenabian agama, mengingatkan dan mengantarai antara manusia dan Allah. Di sini, pemuka agama mengantarai antara pemimpin pemerintah dengan masyarat banyak. Dengan ikut sertanya para pemuka agama memberi pernyataan tentang kebohongan pemerintah, Romo Banar menilai situasi memang sudah genting. "Ini seperti para resi turun gunung," jelasnya. Romo menilai, yang dilakukan oleh pemuka agama merupakan imbas dari tidak berjalannya fungsi kontrol dari DPR. "Fungsi kontrol berjalan tidak," tanyanya. Para pemuka agama, nilainya, juga berdasarkan pada fakta yang menjadi data. Fakta yang menjadi data ini kemudian yang digunakan untuk mengkonfrontasikan pernyataan-pernyataan yang dulu pernah dinyatakan. Karena pemerintah menggunakan politik pencitraan, peringatan dari pemuka agama, dinilai Romo Banar, akan diredusir, dijadikan wacana saja. "Ini bukan wilayah wacana, tetapi menyangkut wilayah keprihatinan," nilainya. Tanggapan atas ucapan ulama tersebut seharusnya dijadikan instrospeksi bagi pemerintah. "Belum memeriksa diri sudah ada pembenaran karena mau politik pencitraan," jelasnya. Seharusnya, ketika pemerintah mau bersih dan berwibawa, ia akan berterima kasih dan memeriksa diri. Karena bagian dari politik pencitraan, tudingan 9 kebohongan baru, menurutnya, dianggap merusak citra pemerintah sehingga yang dilakukan pertahanan diri. Sementara itu, Jenderal Purnawirawan Tyasno Sudarto menyatakan, yang disampaikan pemuka agama merupakan fakta yang harusnya ditanggapi sebagai imbauan atau kritikan. "Hendaknya ditanggapi positif oleh pemerintah, kemudian diakui dan diadakan perbaikan," sarannya. Bagi Tyasno, yang nomor satu dilakukan pemerintah adalah instrospeksi, mengakui kesalahan, meminta maaf kepada rakyat, setelah itu memperbaiki diri dan tidak mengulangi. Mantan kepala staf TNI-AD (KSAD) ini menilai yang disampaikan oleh pemuka agama sama dengan yang dirasakannya. Ketika pemuka agama berbicara, menurut Tyasno mereka mempertaruhkan kedudukannya selaku pemimpin agama. Yang disampaikan mereka jangan dianggap sama dengan politikus yang memiliki pragmatisme untuk golongannya. Tindakan Pemerintah yang mementahkan pernyataan pemuka agama, dinilai Tyasno sebagai tindakan yang tidak fair, terlebih katanya seorang demokrat. "Seorang demokrat itu seharusnya menilai kritikan dengan baik untuk perbaikan diri," ucapnya. (AT/OL-2) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
