http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2011012100020714
Jum'at, 21 Januari 2011
BURAS
Gayus Men-'Cakra'Pucuk Kekuasaan!
H. Bambang Eka Wijaya
"SEUSAI divonis tujuh tahun penjara dan denda Rp300 juta, Gayus H.P.
Tambunan membidikkan panah cakra ke Satgas Pemberantasan Mafia Hukum yang
bersarang di pucuk kekuasaan negara-Istana Presiden!" ujar Umar. "Hasilnya,
dalam tempo singkat juru bicara Istana menyatakan Presiden SBY meminta Satgas
melapor dalam 1 x 24 jam tentang tudingan Gayus kerja Satgas merekayasa hukum
untuk kepentingan kekuasaan!"
"Cakra itu panah Prabu Kresna, berujung bulat-bukan lancip! Fungsinya
untuk menyingkap jati diri di balik segala topeng penyamaran!" ujar Umar.
"Berkat panah Gayus itu tercatat rekor reaksi tercepat Presiden SBY dalam
merespons tudingan dari luar istana!"
"Sekalian membuktikan, Gayus mastermind-penjahat berotak cemerlang-
lolos dari jerat kasus korupsi lebih Rp100 miliar dengan hanya dihukum
atas penggelapan Rp300 juta, mampu mengguncang pucuk kekuasaan negara dengan
tudingan yang telak!" tegas Umar. "Tak main-main, tudingan itu bisa merusak
kredibilitas Oresiden karena telah membuat status negara hukum berubah menjadi
negara kekuasaan! Kalau selama ini kesan hukum dikalahkan oleh kekuasaan dan
uang baru pada tataran aparat lembaga penegak hukum, cakra Gayus menyingkap
wabah itu sudah merebak di pucuk kekuasaan negara! Lugasnya, riwayat negara
hukum sudah tamat!"
"Masalahnya, bagaimana jika justru tudingan Gayus itu benar?" timpal
Amir. "Contohnya dalam skandal Century, kasus yang dikirim dari Istana langsung
diproses polisi dan politisi PKS, salah satu penggagas membongkar skandal itu,
Misbakhun, masuk penjara! Sedang berkas dari DPR, dengan rekomendasi paripurna
untuk ditangani kasus korupsi dan pidana lainnya, satu tahun tak ditangani oleh
penegak hukum!"
"Bukti itu membuat orang melihat kebenaran bukan soal siapa yang
mengatakan, tapi apa yang dikatakan!" tegas Umar. "Dari penanganan hukum kasus
Century terlihat, hukum telah berhamba pada kekuasaan! Pada kasus mafia pajak
dan mafia hukum terkait Gayus Tambunan, hukum berhamba pada uang!"
"Kenyataan bisa lebih parah ketika hal itu terjadi tak hanya pada
prioritas penanganan kasus oleh penegak hukum!" timpal Amir. "Gayus juga
menyingkap rekayasa kekuasaan lewat Satgas untuk mengamankan pejabat-pejabat
Ditjen Pajak dari sengatan kasus Gayus! Lalu, perubahan status tersangka jaksa
Cyrus Sinaga menjadi saksi, berkaitan dengan kasus Antasari Azhar-Gayus membuat
kesan Cyrus punya bargaining mengungkap kasus Antasari juga rekayasa kekuasaan!"
"Akhirnya terpulang penilaian kita!" tegas Umar. "Apakah 'apa yang
dikatakan' Gayus kebenaran?" ***
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/