lu yang mengajukan Hadist itu sebagai bukti Nabi Muhammad SAW wafat diracun, eh sekarang lu yang dengan gampangnya bilang Hadist itu kibulan, gw klo gak punya otak kyk loe juga dari awal bisa aja gw jawab= "ah hadist itu kibulan", dasar geblek...!!!
Bagaimana Yesus yang menurut cerita lu lu pade Mati disiksa dan disalip makhluk ciptaannya sendiri? (jawab neh, klo loe aja berani fitnah Nabi Muhammad wafat diracun) ________________________________ Dari: Jusfiq <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Sab, 22 Januari, 2011 15:22:05 Judul: Bls: [proletar] Re: Kematian Muhammad (menurut hadits Bukhari V:59:713) Jadi hadith Bukhari itu isinya kibulan.. --- In [email protected], Pramana Yudha <pramana.yudha@...> wrote: > > Perang Khaibar terjadi pada tahun 628 M (tahun ke 7 H) dan pada bulan > February > 629 M- Zul Qa’dah 7 H) Nabi dan kaum Muslimin melaksanakan Umratul Qadha’ > > 4 (Empat tahun) dari peristiwa Khaibar Rasulullah masih HIDUP!! Dan pada > bulan > maret 632 M, atau tepatnya Dzulhijjah 10 H) Rasulullah melaksanakan Haji > Wada’ > bersama-sama dengan kira-kira 114.000,- orang kaum muslimin untuk menunaikan > ibadah haji. > > Pada tgl 7 Juni 632 M atau pada hari senin12 Rabi’ul awal (bertepatan dengan > hari > kelahiran beliau) Nabi Muhammad wafat. > > 1. saya tanya balik, racun model gimana yang bekerja setelah 4 tahun dicerna > usus? > 2. Bagaimana Yesus yang menurut cerita lu lu pade Mati disiksa dan disalip > makhluk ciptaannya sendiri? > > > > ________________________________ > Dari: Jusfiq <kesayangan.allah@...> > Kepada: [email protected] > Terkirim: Jum, 21 Januari, 2011 20:39:31 > Judul: [proletar] Re: Kematian Muhammad (menurut hadits Bukhari V:59:713) > > Baca nih dari sahih Bukhari: > > Volume 5, Book 59, Number 713: > > Narrated Ibn Abbas: > > 'Umar bin Al-Khattab used to let Ibn Abbas sit beside him, so 'AbdurRahman > bin > 'Auf said to 'Umar, "We have sons similar to him." 'Umar replied, "(I respect > him) because of his status that you know." 'Umar then asked Ibn 'Abbas about >the > > meaning of this Holy Verse:-- "When comes the help of Allah and the conquest > of > > Mecca . . ." (110.1) > > Ibn 'Abbas replied, "That indicated the death of Allah's Apostle which Allah > informed him of." 'Umar said, "I do not understand of it except what you > understand." > > Narrated 'Aisha: The Prophet in his ailment in which he died, used to say, "O > 'Aisha! I still feel the pain caused by the food I ate at Khaibar, and at > this > time, I feel as if my aorta is being cut from that poison." > > > --- In [email protected], "Tawangalun" <tawangalun@> wrote: > > > > Data ini ada yg kurang,sahabat Nabi yg juga menyantap daging kambing > > beracun > >tadi langsung meninggal seketika.Tapi Nabi saya karena dikandani Jibril > >sempat > > >memuntahkan makanan beracun tadi sehingga rapopo.Dan wanita yahudinya > >ngakoni > >bahwa dia meracun untuk ngetest Muhammad pasti meninggal bila bukan > >Nabi.Jadi > >Yahudi itu kalah perang lalu pakai cara licik. > > La Nabi saya baru meninggal 3 th kemudian,itupun beliau ikut dalam berbagai > >pertempuran,makane saya percoyo bahwa beliau Nabi. > > Bandingen Yesus bar dipaku langsung klepek2. > > > > Shalom, > > Tawangalun. > > > > > > --- In [email protected], Si Kebenaran <sikebenaran@> wrote: > > > > > > > > > > > > Kematian� Muhammad > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Oleh > > > Silas > > > > > > PENDAHULUAN > > > > > > Muhammad > > > mati di tahun 632 M. Dia mati karena diracun setelah dia menyerang dan > > > menaklukkan tempat kediaman bangsa Yahudi di Khaybar. Dua bulan sebelum > > > penyerangannya di Khaybar, Muhammad gagal masuk ke Mekah. Kegagalan ini > > > terjadi karena Perjanjian Hudaybiyya antara dirinya dan pihak masyarakat > > > Mekah. Dia harus balik kembali ke Medina dengan pandangan penuh hina > > > masyarakat Mekah dan kekecewaan besar diantara para pengikutnya. Untuk > >mendongkrak > > > semangat pengikutnya, Muhammad memberitahu mereka bahwa Perjanjian > >Hudaybiyya > > > sebenarnya adalah suatu kemenangan. Bahkan Sura 48:1 “diwahyukan” pada > > > Muhammad sebagai bukti kejadian itu adalah suatu kemenangan. Meskipun > >begitu, > > > Awloh tidak menyerahkan harta benda masyarakat Mekah sebagai barang > jarahan > > > bagi kaum Muslim pengikut Muhammad, sehingga Muhammad mengatakan pada >para > > > pengikutnya bahwa mereka akan menyerang dan merampoki tempat tinggal > bangsa > > > Yahudi di Khaybar yang lebih mudah dikalahkan daripada Mekah. > > > Sekitar > > > 6 minggu kemudian Muhammad memimpin tentaranya dan menyerang bangsa >Yahudi > > > Khaybar ketika mereka sedang siap2 pergi bekerja di ladang palemnya. > >Khaybar > > > merupakan tempat tinggal yang dipertahankan oleh beberapa benteng yang > > > tersebar satu sama lain. Tentara Muhammad mengalahkan benteng2 itu satu > per > > > satu. Akhirnya, benteng terakhir menyerah padanya. Muhammad memancung > > > beberapa pemimpin Yahudi. Seorang pemimpin Yahudi (Kinanah) disiksa >dengan > > > cara dibakar dadanya agar mengaku di mana dia menyembunyikan hartanya. > >Ketika > > > Kinanah hampir mati, Muhammad memerintahkan agar Kinanah dipancung. >Banyak > > > kaum wanita dan anak2 yang diperbudak. Muhammad bahkan mengambil tahanan > > > wanita Yahudi tercantik yang bernama Safiyah (yang adalah istri baru > >Kinanah) > > > dan lalu menikahinya pula. > > > Beberapa > > > anggota masyarakat Khaybar membuat perjanjian dengan Muhammad. Mereka > >meminta > > > agar tidak diperbudak karena ini akan membuat ladang2 pertanian subur > >mereka > > > di Khaybar terlantar dan tidak menghasilkan apa2, dan mereka menawarkan > > > Muhammad untuk memberi ½ dari hasil pertanian mereka kepada pihaknya. > > > Muhammad setuju akan perjanjian ini dengan syarat bahwa mereka dapat > diusir > > > kapanpun juga atas alasan apapun. Beberapa tahun kemudian, Umar memang > > > akhirnya mengusir sisa2 masyarakat Yahudi dari Khaybar. > > > Segera > > > setelah Khaybar ditaklukkan, seorang wanita Yahudi mempersiapkan makan > >malam > > > untuk Muhammad dan orang2nya. Tanpa diketahui para Muslim, wanita ini > telah > > > menaburi racun di daging domba (sumber lain mengatakan kambing) > > > yang disajikan untuk makan malam. Muhammad memakan sebagian daging itu >dan > > > mati karenanya tiga tahun kemudian. > > > � > > > LAPORAN > > > DARI SUMBER2 ISLAM > > > BAGIAN > > > A ��" PERISTIWA PERACUNAN MUHAMMAD > > > BAGIAN B ��" KEADAAN MENJELANG KEMATIANNYA > > > BAGIAN C ��" MUHAMMAD DAN MALAIKAT JIBRIL BERDOA BAGI > > > KESEMBUHANNYA > > > BAGIAN D ��" PERISTIWA KEMATIAN MUHAMMAD > > > � > > > Juga > > > dikutip 4 tulisan2 Islam yang paling diakui: > > > 1) > > > “Sahih Bukhari”. Koleksi Hadis ini dianggap sebagai buku Islam kedua > > > terpenting setelah Qur’an. > > > > > > 2) Biografi Muhammad karangan Ibn Ishaq “Sirat Rasul Allah“, (THE LIFE > > > OF THE PROPHET), diterjemahkan oleh A. Guillaume dan diberi judul “The > Life > > > of Muhammad”, dan merupakan Sirat (biographical) yang paling diakui di > >dunia > > > Islam. > > > > > > 3) Biografi Muhammad karangan Ibn Sa’d, the “Kitab al-Tabaqat al-Kabir” > > > (Book of the Major Classes), Volume 2. Di sini dimuat informasi terbanyak > > > tentang kematian Muhammad. > > > > > > 4) Tulisan “History” karangan Tabari. Tabari adalah salahsatu penulis > > > Islam yang paling dihormati di dunia Islam. Buku “The History of the > >Prophets > > > and Kings” terdiri dari 39 volume. > > > > > > 5) “Sahih Muslim”. Koleksi Hadis ini dianggap setaraf atau sedikit di > > > bawah Sahih Bukhari. . > > > Perhatian: Telah > > > kukutip banyak bahan. Sebagian dari bahan2 itu menyatakan hal yang > > > sama, > >tapi > > > setiap kutipa menyatakan detail penting tentang proses keracunan dan > >kematian > > > Muhammad. Harap dimengerti banyaknya kutipan yang dicantumkan, tapi ini > > > sangat penting untuk menyatakan sumber bahan setepat mungkin. > > > Perhatian: Komentarku > > > ditulis dalam tanad kurung seperti ini [ ]. Seringkali penulis asli > sendiri > > > juga mencantumkan komentar mereka dalam tanda kurung seperti ini ( ). Aku > > > akan cantumkan semua komentar mereka sebagaimana yang tertera di teks >asli > > >di > > > buku mereka. > > > Perhatian: Dalam > > > beberapa kasus aku tidak mengikutkan rantai pencerita karena rantainya > >sangat > > > panjang dan tidak esensial bagi isi pokok bahasan. > > > Kutipan2 > > > ditulis di sini berdasarkan kronologi (urutan peristiwa) kejadian. > > > � > > > BAGIAN > > > A > > > PERISTIWA > > > PERACUNAN MUHAMMAD > > > A1 > > > > > > Hadis Sahih Bukhari 3.786: > > > > > > Dikisahkan oleh Anas bin Malik: > > > > > > Seorang wanita Yahudi membawa daging domba > > > (masak) beracun untuk sang Nabi yang lalu memakannya. Wanita itu lalu > > > dihadapkan kepada Muhammad dan Muhammad ditanyai pengikutnya, “Haruskah > >kita > > > bunuh dia?” Dia berkata,”Tidak” Aku terus mengamati akibat racun itu di > >mulut > > > Rasul Allah. > > > A2 > > > > > > Hadis Sahih Bukhari 4, Buku 53, Nomer 394: > > > > > > Dikisahkan oleh Abu Huraira: > > > > > > Ketika Khaibar dikalahkan, sup domba beracun > > > disuguhkan pada sang Nabi (SAW) sebagai hadiah (dari orang2 Yahudi). Sang > > > Nabi memerintah,”Kumpulkan semua orang Yahudi yang ada di sini, berdiri >di > > > hadapanku.” Orang2 Yahudi dikumpulkan dan sang Nabi berkata (pada > > > mereka),”Aku akan bertanya pada kalian. Maukah kalian menjawab dengan > >jujur?” > > > Mereka berkata,”Ya.” Sang Nabi bertanya,”Siapakah ayah kalian?” Mereka > > > menjawab,”Ini dan itu” Dia berkata,”Kalian bohong, ayah kalian bukan > > > ini > >dan > > > itu.” Mereka berkata,”Kau benar.” Dia berkata,”Maukah kalian menjawab > jujur > > > jika aku tanya sesuatu?” Mereka menjawab,”Ya, wahai Abu Al-Qasim, dan >jika > > > kami harus berbohong, kau dapat menyadari kebohongan kami seperti tadi >kau > > > telah ketahui tentang ayah kami.” Lalu dia bertanya,”Siapakah yang akan > >masuk > > > neraka?” Mereka berkata,”Kami akan berada di neraka untuk jangka waktu > > > sebentar, dan setelah itu kau akan mengganti posisi kami.” Sang Nabi > > > berkata,”Kalian dikutuk dan dihina di neraka! Demi Allah, kami tidak akan > > > pernah mengganti posisi kalian di neraka.” Lalu dia bertanya,” Maukah > >kalian > > > menjawab jujur jika aku tanya sesuatu?” Mereka menjawab, “Ya, wahai Abu > > > Al-Qasim.” Dia bertanya,”Apakah kau telah meracuni sup domba ini?” Mereka > > > menjawab,”Ya.” Dia bertanya,”Mengapa kau lakukan itu?” Mereka menjawab, > >“Kami > > > ingin tahu jika kau ini pembohong dan kalau kau memang pembohong, kami > akan > > > menyingkirkanmu, dan jika kau memang adalah seorang nabi, maka racun itu > > > tidak akan mempan pada dirimu.” > > > A3 > > > > > > Daru Ibn Sa’d halaman 249: > > > > > > Sebenarnya seorang wanita Yahudi menyajikan > > > (daging) kambing beracun kepada Rasul Allah. Dia mengambil sedikit >daging, > > > memasukannya ke dalam mulutnya, mengunyahnya dan lalu memuntahkannya. >Lalu > > > dia berkata kepada para pengikutnya: “Berhenti! Sungguh, kaki domba ini > > > berkata padaku bahwa dia telah diracuni.” Lalu dia meminta wanita > > > Yahudi > >itu > > > dipanggil dan dia bertanya padanya, “Apa yang menyebabkanmu melakukan hal > > > itu?” Dia menjawab,”Aku ingin tahu apakah kau ini benar2 nabi; jika >memang > > > benar maka Allah tentunya akan memberitahu dirimu, dan jika kau ternyata > > > berbohong maka aku akan dapat membebaskan masyarakat dari dirimu.” > > > A4 > > > > > > Dari Ibn Sa’d halaman 249: [dari penyampai kisah yang berbeda] > > > > > > Rasul Allah dan sahabat2nya makan daging itu. > > > Daging (kambing) itu berkata: “Aku diracuni.” Dia [Muhammad] berkata > kepada > > > para sahabatnya, “Tahan tanganmu! Karena daging ini telah mengatakan > padaku > > > bahwa dirinya diracuni!” Mereka lalu membuang daging2 itu dari tangannya, > > > tapi Bishr Ibn al-Bara mati. Rasul Allah meminta dia (wanita Yahudi) > > > dihadapkan kepadanya dan dia bertanya padanya,”Apa yang membuatmu > melakukan > > > hal itu?” Dia menjawab, “Aku ingin tahu apakah kau benar2 seorang nabi, > >yang > > > jika memang benar maka racun ini tidak akan mengganggumu, dan jika kau > > > ternyata seorang nabi, maka aku akan dapat membebaskan masyarakat dari > > > dirimu. Muhammad mengeluarkan peritah dan dia pun dihukum mati [Lihat > > > Catatan 1] > > > A5 > > > > > > Dari Ibn Sa’d halaman 250: [dari penyampai kisah yang berbeda] > > > > > > Sesungguhnya seorang wanita Yahudi Khaybar > > > menghidangkan (daging) kambing beracun kepada Rasul Allah. Lalu dia > >menyadari > > > bahwa dagingnya diracuni, sehingga dia meminta agar wanita itu > > > dipanggil > >dan > > > menanyainya, “Apa yang membuatmu melakukan hal itu?” Dia menjawab, > “Kupikir > > > jika kau benar2 seorang nabi, Allah akan memberitahumu, dan jika kau > > > pembohong, maka aku akan dapat membebaskan masyarakat dari dirimu.” >Ketika > > > Rasul Allah merasa sakit, dia mengeluarkan darah dari tubuhnya. [Lihat > > > Catatan 2] > > > A6 > > > > > > Dari Ibn Sa’d halaman 251, 252: [dari penyampai kisah yang berbeda] > > > > > > …. Ketika Rasul Allah mengalahkan Khaibar dan dia > > > merasa lapar, Zaynab Bint al-Harith (Bint al-Harith adalah saudara laki > > > Marhab), yang merupakan istri dari Sallam Ibn Mishkam bertanya, “Bagian > > > kambing manakah yang disukai Muhammad?” Mereka berkata,”Kaki depan.” > > > Maka > > >dia > > > pun memotong satu dari kambing2nya dan memasak (dagingnya). Lalu dia > > > membubuhi racun yang sangat kuat … Rasul Allah mengambil kaki depan > >kambing, > > > dia memasukkan sepotong daging ke dalam mulutnya. Bishr mengambil >sepotong > > > tulang dan memasukannya ke dalam mulutnya. Ketika Rasul Allah memakan > > > sepotong dagin, Bishr memakan daging kambingnya dan orang2 lain pun makan > > > daging kambing itu. Lalu Rasul Allah berkata,”Tahan tangan2 kalian! >Karena > > > kaki depan kambing ini … memberitahuku bahwa ia diracuni. Mendengar itu > >Bishr > > > berkata,”Demi Dia yang membuatmu besar! Aku ketahui akan hal itu dari > >daging > > > yang kumakan. Tiada yang mencegahku untuk memuntahkannya, karena aku >tidak > > > mau membuat makananmu tampak tidak enak. Ketika kau memakan daging yang > >tadi > > > ada di mulutmu, aku tidak mau hidup jika kau tidak selamat, dan kukira >kau > > > tidak akan memakannya jika memang ada sesuatu yang salah.” > > > > > > Bishr tidak beranjak dari tempat duduknya tapi > > > warna kulitnya berubah jadi “taylsan” (warna kain hijau) … Rasul Allah > > > menyuruh memanggil Zaynab dan berkata padanya, “Apa yang membuatmu > >melakukan > > > apa yang kau telah lakukan?” Dia menjawab, “Kau telah lakukan pada > >masyarakatku > > > apa yang telah kau lakukan. Kau telah membunuh ayahku, pamanku, > > > suamiku, > >aku > > > berkata pada diriku sendiri, ‘Jika kau adalah seorang nabi, kaki depan >itu > > > akan memberitahumu, dan yang telah berkata, ‘Jika kau seorang raja, > > > kami > >akan > > > mengenyahkanmu.’” > > > > > > Rasul Allah hidup sampai tiga tahu setelah itu > > > sampai racun itu menyebabkan rasa sakit sehingga ia wafat. Selama >sakitnya > > > dia biasa berkata, “Aku tidak pernah berhenti mengamati akibat dari >daging > > > (beracun) yang kumakan di Khaibar dan aku menderita beberapa kali (dari > > > akibat racun itu) tapi sekarang kurasa tiba saatnya batang nadiku > >terputus.” > > > A7 > > > > > > Dari Tabari Volume 8, halaman 123, 124: > > > > > > Ketika Rasul Allah beristirahat dari > > > pekerjaannya, Zaynab bt. al-Harith, istri dari Sallam b. Mishkam, > >menyajikan > > > baginya sebuah daging domba bakar. Dia telah bertanya sebelumnya bagian > >domba > > > manakah yang paling disukai Rasul Allah dan diberitahu bagian kaki > >depannya. > > > Lalu dia membubuhi bagian itu dengan racun, dan dia juga meracuni bagian > > > lainnya. Setelah itu dia menghidangkan daging itu. Ketika daging itu > > > disajikan di hadapan Rasul Allah, dia mengambil bagian kaki depannya dan > > > mengunyah sebagian kecil, tapi tidak ditelannya. Di sebelah dia terdapat > > > Bishr b. al-Bara b. Marur yang seperti Rasul Allah juga mengambil bagian > > > daging itu. Akan tetapi Bishr menelan daging itu ketika sang Rasul Allah > > > memuntahkan daging dan berkata, “Tulang ini memberitahu diriku bahwa ia > > > diracuni.” Dia bertanya, “Apa yang membuatmu melakukan ini?” Wanita itu > > > menjawab, “Bagaimana kau telah memperlakukan masyarakatku sudah nyata di > > > hadapanmu. Jadi aku berkata, “Jika dia memang benar2 nabi, maka dia akan > > > diberitahu; tapi jika dia seorang raja, maka aku akan dapat > > > menyingkirkannya.””. Sang Nabi mengampuninya. Bishr mati karena daging > yang > > > dimakannya. > > > A8 > > > > > > Dari Tabari Volume 8, halaman 124: [dari penyampai kisah yang berbeda] > > > > > > Rasul Allah berkata selama sakitnya yang > > > mengakitkan kematiannya ��" ibu Bishr datang menjenguknya ��" “Umm > > > Bishr, > > >pada > > > saat ini aku merasa aorta (urat nadi) ku dirobek akibat makanan yang > >kumakan > > > bersama putramu di Khaybar. [Lihat Catatan 3] > > > � > > > Catatan > > > 1: > > > Terjadi ketidaksetujuan apakah Muhammad memerintahkan wanita yang > >meracuninya > > > untuk dibunuh. Singkatnya, Muhammad memerintahkan wanita itu dibunuh atas > > > kematian Muslim lainnya, yakni Bishr, yang tewas seketika akibat racun. > >Lihat > > > tulisan Ibn Sa’d, halaman 250. > > > Catatan > > > 2: > > > > > > Muhammad menganggap mengeluarkan sejumlah kecil darah dari tubuh >merupakan > > > “cara pengobatan terbaik”. > > > Catatan > > > 3: > > > Kutipan pernyataan di bagian A8 yang berbunyi “urat nadi robek” tidak > >berarti > > > harafiah, tapi istilah untuk menggambarkan rasa sakit yang hebat. > > > � > > > BAGIAN B > > > KEADAAN MENJELANG KEMATIANNYA > > > B1 > > > > > > Hadis Sahih Bukhari 5.713: > > > > > > Dikisahkan Ibn Abbas: > > > > > > ‘Umar bin Al-Khattab biasa mempersilakan Ibn > > > Abbas untuk duduk si sebelahnya lalu ‘AbdurRahman bin ‘Auf berkata kepada > > > ‘Umar, “Kami punya putra2 yang mirip dengannya.” ‘Umar lalu bertanya > >bertanya > > > pada Ibn ‘Abbas arti ayat suci ini: “Ketika pertolongan Allah tiba dan > > > penaklukkan Mekah …. “ (110:1) > > > > > > Ibn ‘Abbas menjawab, “Hal ini menyatakan > > > kematian Rasul Allah yang diberitahukan Allah kepadanya.” ‘Umar > > > berkata, > >“Aku > > > hanya mengerti yang kau mengerti.” > > > > > > Dikisahkan oleh Aisha: Sang Nabi dalam > > > penderitaan sakitnya yang mengakibatkannya mati, biasa berkata, “Wahai > > > ‘Aisha! Aku merasa sakit karena daging yang kumakan di Khaybar, dan > > > saat > >ini, > > > aku merasakan urat nadiku bagaikan dipotong oleh racun itu.” > > > B2 > > > > > > Dari Ibn Sa’d halaman 244: > > > > > > …. dan tiada seorang nabi pun kecuali Muhammad > > > yang hidup separuh waktu kehidupan nabi sebelumnya. Yesus anak Mary hidup > > > selama 120 tahun, dan usiaku saat ini adalah 62 tahun. Dia (sang Nabi) > mati > > > setengah tahun kemudian. > > > B3 > > > > > > Dari Ibn Sa’d halaman 239: > > > > > > Jam (kematian) yang ditentukan bagi Rasul Allah > > > semakin mendekat dan dia dianjurkan melafalkan “tasbih” berulang kali dan > > > meminta pengampunanNya. > > > B4 > > > > > > Dari Ibn Sa’d halaman 240: > > > > > > Ketika (Sura) pertolongan dan kemenangan Allah > > > tiba, sang Nabi berkata: (Ini menandakan) panggilan dari Allah dan saat > > > meninggalkan dunia. > > > B5 > > > > > > Tabari Volume 9 page 108: > > > > > > Ketika sang Nabi kembali dari Medina setelah > > > melakukan ibadah haji, dia mulai mengeluh kesakitan. Berita sakitnya nabi > > > mulai menyebar … Di bulan Muhammarm sang Nabi mengeluh kesakitan sampai > > > akhirnya mati. > > > � > > > BAGIAN C > > > MUHAMMAD DAN JIBRIL BERDOA BAGI KESEMBUHANNYA > > > Catatan: Telah > > > dikutip sebelumnya dari Ibn Sa’d (hal. 250) bahwa Muhammad mencoba sembuh > > > dari keracunan. > > > C1 > > > > > > Dari Ibn Sa’d halaman 263 > > > > > > Sesungguhnya selama dia sakit, sang Nabi > > > melafalkan “al-Mu’awwadhatayn” [Sura 113, dan 114], dan meniupkan udara >ke > > > atas tubuhnya sambil menggosok-gosok wajahnya. [Ini adalah usaha untuk > > > sembuh]. > > > C2 > > > > > > Dari Ibn Sa’d halaman 265 > > > > > > Rasul Allah jatuh sakit dan dia yakni Jibril, > > > berdoa baginya sambil berkata, “Dalam nama Allah aku berdoa untuk >mengusir > > > semua yang melukaimu dan menangkal semua yang dengki padamu dan dari >semua > > > mata yang jahat dan Allah akan menyembuhkanmu.” > > > C3 > > > > > > From Ibn Sa’d page 265 [dari penyampai kisah yang berbeda] > > > > > > Rasul Allah merasa sakit dan dia (Jibril) berkata > > > padanya, “Dalam nama Allah aku usir semua yang melukaimu dan menangkal > >semua > > > yang dengki padamu dan dari semua mata yang jahat dan Allah akan > > > menyembuhkanmu. > > > C4 > > > > > > Dari Ibn Sa’d halaman 322 > > > > > > Sesungguhnya, ketika Rasul Allah merasa sakit, > > > dia meminta kesembuhan dari Allah. Tapi atas sakitnya yang menyebabkan > > > dirinya mati, dia tidak berdoa untuk minta kesembuhan; dia biasa berkata, > > > “Wahai jiwa! Apa yang terjadi atas dirimu sehingga kau mencari > > > berlindung > > >di > > > setiap tempat perlindungan?” > > > � > > > BAGIAN D > > > PERISTIWA KEMATIAN MUHAMMAD > > > D1 [sekali lagi > > > mengutip dari Hadis Sahih Bukhari 5.713:] > > > > > > Hadis Sahih Bukhari 5.713: > > > > > > Dikisahkan oleh Aisha: > > > > > > Pada waktu sakitnya sebelum dia mati, sang Nabi > > > sering mengatakan, “Wahai Aisha! Aku masih merasa kesakitan karena daging > > > yang kumakan di Khaybar, dan sekarang aku merasa urat nadiku dipotong >oleh > > > racun itu.” > > > D2 > > > > > > Dari Ibn Hisham halaman 678: > > > > > > Ketika sang Rasul mulai menderita sakit yang > > > membuat Allah mengambil dirinya untuk memberikannya kehormatan dan kasih > > > sayang yang telah Dia rencanakan baginya tak lama sebelum akhir Safar >atau > > > awal Rabi’ul-awwal. Aku diberitahu bahwa peristiwa ini dimulai ketika > > > dia > > >pergi > > > ke Baqi’u'l-Gharqad di tengah malam dan berdoa bagi yang mati. Lalu dia > > > kembali kepada keluarganya dan di pagi hari penderitaannya dimulai. > > > D3 > > > > > > Dari Ibn Hisham halaman 679: > > > > > > Lalu penyakit sang Nabi bertambah buruk dan dia > > > menderita sakit hebat. Dia berkata, “Siramkan air tujuh kantung kulit >dari > > > sumur2 yang berbeda ke atas tubuhku sehingga aku bisa ke luar bertemu > > > orang2ku dan memerintahkan mereka.” Kami membantunya duduk di sebuah > baskom > > > tempat mandi milik Hafsa d. Umar dan kami menyiramkan air ke atasnya > sampai > > > dia menjerit,”Cukup, cukup!” > > > … lalu di [Muhammad] berkata, “Allah telah memberikan seorang > > > dari hamba2nya pilihan antara dunia dan apa yang ada bersama Allah dan >dia > > > memilih yang terakhir.” > > > D4 > > > > > > Dari Ibn Hisham halaman 680: > > > > > > Lalu beberapa istrinya mengelilinginya … ketika > > > pamannya Abbas ada bersamanya, dan mereka setuju untuk memaksanya minum > >obat. > > > Abbas berkata, “Biar kupaksa dia,” tapi merekalah yang kemudian > >melakukannya. > > > Ketika dia sembuh dia bertanya siapa yang memperlakukan dirinya seperti > >itu. > > > Ketika para istrinya berkata padanya itu adalah perbuatan pamannya, dia > > > berkata, “Ini adalah obat2an yang dibeli para wanita dari negara sana,” > dan > > > dia menunjuk arah Abyssinia [Ethiopia]. Ketika dia bertanya pada para > > > istrinya mengapa mereka melakukan hal itu, pamannya menjawab, “Kami > >khawatir > > > kau akan menderita pleurisy,” Muhammad menjawab, “Itu adalah penyakit >yang > > > tidak akan diberikan Allah padaku. Tidak ada seorang pun yang > > > berkunjung > ke > > > rumah ini sampai mereka dipaksa makan obat ini, kecuali pamanku.” Maymuna > > > [salah seorang istri Muhammad] dipaksa untuk makan obat itu meskipun dia > > > sedang puasa karena sumpah sang Rasul sebagai hukuman atas apa yang >mereka > > > perbuat padanya. > > > D5 > > > > > > Umm Bishr [ibu orang Muslim yang juga mati > > > setelah makan racun], datang kepada sang Nabi waktu Nabi sedang menderita > > > sakit dan berkata, “O Rasul Allah! Aku tidak pernah melihat demam seperti > > > ini.” Sang Nabi berkata padanya,”Jika cobaan kita dua kali lipat >beratnya, > > > maka anugrah kita di surga pun jadi dua kali lipat pula. Apa yang orang2 > > > katakan tentang penyakitku?” Dia (Umm Bishr) berkata,”Mereka bilang itu > > > pleurisy.” Karena itu sang Rasul berkata, “Allah tidak akan membuat > >RasulNya > > > menderita seperti itu (pleurisy) karena itu tanda kemasukan Setan, tapi > >(rasa > > > sakitku adalah akibat) daging yang kumakan bersama-sama dengan anak > lakimu. > > > Racun itu telah memotong urat merihku.” > > > > > > Referensi: Ibn Sa’d biography, the “Kitab al-Tabaqat al-Kabir” (Book of > the > > > Major Classes), Volume 2. > > > > > > Pleurisy = infeksi selaput paru2 > > > Dari > > > ketiga biografi Muhammad, Sirat tulisan Ibn Sa’d-lah yang paling banyak > > > memuat informasi tentang kematian Muhammad. Aku tidak mencoba membahas > > > pandangan Ibn Sa’d mengenai hal ini, tapi aku membahas dan mengungkapkan > > > bahan tulisan yang relevan. > > > D6 > > > > > > Dari Ibn Hisham halaman 682: > > > > > > …. bahwa dia mendengar Aisyah [salah satu dari > > > istri2 Muhammad] berkata: “Sang Rasul mati di pelukanku saat giliranku > >[malam > > > gilirannya dikunjungi Muhammad]. Aku tidak berbuat kesalahan apapun > >terhadap > > > orang lain. Adalah karena ketidaktahuanku dan usia mudaku sehingga Rasul > > > Allah mati di pelukanku. > > > D7 > > > > > > Dari Ibn Sa’d halaman 322: > > > > > > Ketika saat terakhir sang Nabi semakin menderita, > > > dia biasa menarik selimut menutupi mukanya; tapi ketika dia merasa tak > > > nyaman, dia menyingkirkannya dari wajahnya dan berkata, “Kutukan Allah > bagi > > > orang2 Yahudi dan Kristen yang membuat kuburan2 para nabi mereka sebagai > > > tempat keramat.” > > > � > > > Catatan > > > 3: > > > Pleurisy adalah infeksi paru2. Terasa sangat sakit. Aku tidak tahu > >bagaimana > > > Muhammad bisa menganggap infeksi seperti ini datang dari Setan, tapi >tidak > > > menganggap racun di tubuhnya dari Setan. > > > � > > > KESIMPULAN > > > Muhammad > > > menyerang Khaybar. Dia menghancurkan, menyiksa, membunuhi, merampoki dan > > > memperbudak banyak masyarakat Khaybar (ref Kitab al-Tabaqat al-Kabir, > >volume > > > 2, page 134, 136, 137). Masyarakat Yahudi Khaybar tidak bersiap untuk > > > menyerang dia. Seorang wanita Yahudi yang keluarganya dihabisi oleh > >Muhammad, > > > menaruh racun ke dalam daging domba dan menghidangkannya bagi Muhammad >dan > > > Muslim lainnya. Muhammad menelan sebagian dari daging domba beracun itu > dan > > > mulai merasakan akibatnya. Dia mati tiga tahun kemudian sebagai akibat > > > racun ini. > > > � > > > DISKUSI > > > Apa > > > yang perlu ditelaah adalah keadaan sekitar kematian Muhammad. Kaum Yahudi > > > berencana untuk membunuhnya. Kaum Yahudi percaya bahwa nabi sejati akan > >tahu > > > terlebih dahulu tentang perbuatan mereka tapi nabi palsu tidak akan > > > diperingatkan oleh Tuhan. Pihak Muslim pun percaya akan hal ini dan ini > > > tampak saat seorang Muslim yang kemudian mati (Bish) berkata bahwa dia > >tidak > > > mengira Muhammad akan memakan sesuatu yang diracuni (lihat kutipan A6). > > > Dugaan > > > kaum Yahudi benar. Muhammad makan racun itu dan mati karenanya. Mereka > > > membuktikan, berdasarkan ujian mereka, bahwa Muhammad bukanlah seorang > >nabi. > > > Seperti yang mereka sendiri katakan (dari kutipan A2): > > > > > > “Kami ingin tahu jika kau ini pembohong dan kalau kau memang pembohong, > >kami > > > akan menyingkirkanmu, dan jika kau memang adalah seorang nabi, maka > > > racun > > >itu > > > tidak akan mempan pada dirimu.” > > > Kaum > > > Yahudi yakin bahwa nabi sejati tahu apa yang sedang terjadi. Dalam > > > kasus > >ini, > > > Muhammad tidak tahu. Hanya setelah Muhammad makan daging domba itulah > domba > > > itu “bicara padanya” …. Aku tidak menganggap hal ini sebagai suatu > >keajaiban > > > karena Muslim yang lain pun tahu bahwa daging itu “tidak beres” sebelum > > > Muhammad memakannya. Kebanyakan orang dewasa ketika makan akan bisa > >merasakan > > > jika ada yang tidak beres dalam makanan itu. Bahkan anak kecilpun > >memuntahkan > > > kembali makanan yang rasanya tidak enak. > > > Sudah > > > banyak kali sebelumnya Muhammad mengaku dapat “wahyu” yang > >memperingatkannya > > > akan bahaya. Dia bahkan menggunakan “wahyu” ini sebagai dasar alasan >untuk > > > menyerang tempat tinggal kaum Yahudi Banu An-Nadhir. Tapi wahyu di >Khaybar > > > terlambat datang: terlambat untuk menyelamatkan nyawanya, terlambat untuk > > > menyelamatkan nyawa Bishr. > > > Sewaktu > > > sakitnya menjadi, Muhammad mulai berdoa untuk sembuh ��" dia bahkan > > > menggosokkan tangannya “yang sanggup menyembuhkan” ke atas dirinya > sendiri. > > > Jibril juga ikut2an berdoa untuk kesembuhannya (lihat C2 dan C3). >Muhammad > > > bahkan mengeluarkan sejumlah darahnya sendiri (sebagai obat penyembuhan > >yang > > > paling mujarab) (Lihat A5). Sudah jelas bahwa pada saat itu Muhammad > benar2 > > > ingin sembuh. > > > Tapi > > > usahanya sia2 belaka. Sewakut sakitnya semakin memburuk, Muhammad > menyadari > > > bahwa dia sekarat, lalu dia berhenti berdoa untuk sembuh (lihat C4), dan > > > mengaku bahwa Allah memberinya pilihan untuk masuk ke Surga atau diam > hidup > > > di bumi. Muhammad berkata bahwa dia ingin pergi ke Surga. Dia sadar bahwa > > > permainannya sudah berakhir sehingga dia menggunakan kesempatan > > > terakhir > >dari > > > situasi buruk ini sebaik-baiknya. > > > Perasaan > > > awal Muhammad tentang kematiannya terasa bagaikan ramalan ahli nujum. > Tiada > > > yang pasti dikatakannya sampai saat dia benar2 akan mati. Mungkin dia > >pernah > > > melihat proses kematian serupa dan tahu hasil akhirnya. Tidak usah jadi > >nabi > > > atau terima “wahyu” segala untuk mengetahui kematian sudah di ambang > pintu. > > > Kesimpulanku > > > adalah: kaum Yahudi membuktikan bahwa Muhammad bukanlah seorang nabi. Dia > > > menelan racun, dan begitu pula para pengikutnya. Dia mencoba untuk >sembuh, > > > dia mencoba menerapkan teknik pengobatannya, dan dia melakukan >“pengusapan > > > tangan”, dia berdoa, Aisyah beroda, dan bahkan Jibril pun berdoa, tapi > >hasil > > > akhirnya menunjukkan dia tetap sajat mati keracunan. > > > � > > > PERTANYAAN2 > > > 1) > > > Jika Muhamad memang benar2 nabi Allah, mengapa dia tidak tahu akan > > > racun > >itu > > > sebelum menelannya? > > > 2) > > > Jika engkau percaya bahwa memang kehendak Allah agar Muhammad makan racun > > > itu, juga bersama dengan Bishr, mengapa dong Muhammad bersusah payah >untuk > > > sembuh? Bahkan Jibril pun sembahyang untuk Muhammad supaya sembuh, tapi > >Allah > > > tidak mengabulkan doa2 mereka. > > > 3) > > > Mengapa Jibril tidak tahu akan kehendak Allah? Mengapa Jibril berdoa jika > > > Allah memang sudah menentukan kematian Muhammad? > > > 4) > > > Mengapa Muhammad memaksa para Muslim lain untuk meminum obat yang > diberikan > > > kepadanya? Salah seorang dari mereka yang dipaksa adalah istrinya yang > >sedang > > > puasa. Dia memaksa istrinya untuk batal puasa dan minum obat ini pula. > > > Tidakkah ini tampak jahat dan ngawur? > > > 5) > > > Mengapa pula pada saat hampir ajalnya, Muhammad mengeluarkan kutukan > >terhadap > > > orang2 Kristen dan Yahudi? Tidakkah lebih baik jika Muhammad berdoa untuk > > > jadi panduan bagi mereka? Kutukan itu kedengarannya bagaikan doa penuh > rasa > > > iri dan pahit kepada Allah. Muhammad mendoakan kutuk bagi orang lain dan > > > bukannya meminta Allah untuk membimbing orang lain. > > > 6) > > > Mengapa pleurisy yang sebenarnya merupakan infeksi paru2 normal disebut > > > sebagai penyakit dari Setan, tapi racun di badannya bukan dari Setan? > > > � > > > KESIMPULAN > > > Muhammad > > > bukanlah nabi sejati, dia adalah nabi palsu. Dia mati karena makan > > > daging > > >beracun > > > yang tidak diketahuinya. Daging terlambat “bicara” padanya. Hanya ketika > > > sudah menyadari bahwa akan mati saja, barulah Muhammad mulai berusaha > > > memperlihatkan sisi spiritual penderitaan dan kematiannya yang semakin > >dekat. > > > Sebelumnya dia sibuk mencoba sembuh. > > > Musa > > > tahu saat kematiannya yang semakin dekat (Deut 34:1-5). Yesus pun tahu > akan > > > kematianNya di masa depan (Mark 8:32, 32). Tapi Muhammad sama sekali >tidak > > > tahu sampai akhirnya dia menyadari dia tidak akan sembuh dan akan mati. > > > Rasul > > > Paulus digigit ular berbisa (Kisah Para Rasul 28:1-6), tapi dia tidak > > > menderita apa2 akibat gigitan ini. Tuhan melindungi Rasul Paulus untuk > > > menyelesaikan pekerjaan yang diserahkan kepadanya. Muhammad tiba2 saja > mati > > > sehingga para pengikutnya kebingungan siapa yang harus menjadi pemimpin > > > berikutnya. Sampai hari ini pun kebingungan itu masih tersisa. Dunia >Islam > > > terpecah-belah karena masalah ini (Shia vs. Sunni). Mengapa Allah yang > >benci > > > perpecahan diantara Ummah tidak melindungi Muhammad sampai cukup waktu > >untuk > > > menjaga persatuan Ummah dan menetapkan dengan jelas siapa pengganti > >dirinya? > > > Yesus > > > meramalkan tentang nabi2 palsu yang akan datang ke bumi dan membuat orang > > > banyak tersesat (Matius 24:24). Muhammad adalah salah satu dari nabi2 > palsu > > > itu. Baik Yesus maupun Musa mengenal Tuhan muka dengan muka, tapi >Muhammad > > > hanya kenal malaikat yang dia panggil sebagai “Jibril” yang bicara > padanya. > > > Pada akhirnya pun doa malaikat ini tidak didengar oleh Allah. > > > Mungkinkah > >hal > > > itu karena “Jibril” yang ini menyampaikan agama sesat (Galatia 1:8 ) > kepada > > > Muhammad? Mungkinkah Jibril ini sebenarnya Setan itu sendiri yang > menyamar? > > > > > > > > > > > > > > > Doa > > > Nabi Muhammad SAW sebelum beliau wafat: > > > > > > Ya > > > Allah! Ampunilah saya! Kasihanilah saya dan hubungkanlah saya dengan > > > Teman > >Yang > > > Maha Tinggi … > > > > > > (Hadis > > > Shahih Bukhari 1573) > > > > > > Ini > > > membuktikan Nabi Muhammad ini tidak sempurna dalam Al-Qur’an tetapi > dikatakan > > > sempurna. Jalan keselamatan Muhammad akhirnya adalah kepada Teman Yang Maha > > > Tinggi. > > > > > > Persoalannya > > > di sini adakah Muhammad sudah menerima Isa? > > > > > > Tidak > > > ada Imam MAHDI selain Isa putra maryam > > > > > > (Hadis Ibnu Majah) > > > > > > … > > > Isa itu Rohullah, Rasullah dan Kalimatullah. > > > > > > (Anas bin Malik hal. 72, An Nisa, 4:171) > > > > > > Maka > > > “Teman Yang Maha Tinggi” itu adalah Isa Al Masih Anak Maryam. > > > > > > “… > > > wattabi’unni haadzaa shiraathum mustaqiim.” > > > > > > …ikutilah > > > Aku, inilah jalan yang lurus. > > > > > > (Az > > > Zukruf, 43:61) > > > > > > � > > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > ------------------------------------ > > Post message: [email protected] > Subscribe : [email protected] > Unsubscribe : [email protected] > List owner : [email protected] > Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
