Yang agak pendekan atau abstrak bisa ga?
Gini loh contohnya: (4)

Kid 7:7 Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan buah dadamu gugusannya.

--- In [email protected], siap murtad <islamic.invasion@...>
wrote:
>
> HADIAH TAK TERNILAI UNTUK ANDA ... Sambungan
>
> http://buktisaksi.com/blogs
>
> Inilah pelunasan janji kami untuk memberikan lukisan-langka Nabi
Muhammad secara on-line.
> Tentunya Anda sudah melihat lukisan keren Young Muhammad (gambar A)
yang kami hadiahkan online kepada Anda dibulan yang lalu
(www.buktidansaksi.com). Yang satu full color, yang satu lagi black and
white. Banyak orang senang sekali melihat (dan membeli) lukisan
tersebut, it is so beautiful!
>  Maka  tak mudah untuk mengerti kenapa masih ada Muslim tertentu
yang
> merasa lukisan itu bisa dianggap menghujat Nabi-nya. Bagaimanakah
mereka
>  bisa menjawab dengan nalar baik: Siapa yang menghujat, siapa yang
> dihujat, bagaimana gambar tersebut telah merusakkan sesuatu bagi si
> terhujat? Toh si pembuatnya adalah Oranous Ghasemi, wanita Muslim Iran
yang baik-baik…
>
> Â
>
> Oke, kita tidak mau buang waktu untuk urusan tuding menuding yang
sia-sia.
> Mari
>  kita meneruskan dengan Hadiah yang kedua (B). Kali ini Nabi Muhammad
> tidak sendirian, melainkan di gambarkan bersama dengan sejumlah nabi
> nabi lainnya dalam kekerabatan yang indah. Apakah maksud baik pelukis
> ini juga menghujat? Sayang kita tak bisa lagi menginterviewnya.
> Â
> Â
> (B). Lukisan nabi Muhammad sedang bergandengan
> tangan dengan para nabi lainnya
> Â
> Â
> Â
>
> Ini adalah sebuah gambar yang mempromosikan aliran Confutopia di
> Taiwan, sebuah kombinasi dari kepercayaan damai Kong Hu Cu dan Utopia.
> Disini nabi Muhammad dilukiskan sedang bergandengan tangan dengan
Krisna
>  (atau mungkin nabi kaum aborigin Taiwan, tidak jelas) dan Kong Hu Cu,
> yang bergandengan dengan Yesus, Budha, Socrates, dan Lao-Tzu.
Pelukisnya
>  tentu tidak lain mencoba menggambarkan sebuah “religious
harmony” yang
> paling diimpikan dunia. Kalau begitu siapa yang akan keberatan?
> Nah, mari kita berdiskusi secara intelek atas isu ini.
>
>
> Â
> Radikal Muslim akan berkata: Itu Haram, Islam keberatan!
> Itu
> adalah kata Muslim radikal yang sudah dan gampang diprediksikan. Yang
> tidak gampang diprediksi adalah atas alasan absah manakah maka itu
> dipastikan haram. Apakah keharaman itu dengan mengatas-namakan Islam
> atau Allahu Akbar, padahal sesungguhnya mereka tidak serta merta bisa
> mengatas-namakan nabi Muhammad atau Al-Quran?! Ya, Quran dan Nabi
justru
>  membenarkan dan mengimani banyaknya nabi dan rasul dan tidak satupun
> dibedakannya (2:285 dll). Dan dalam banyak kasus, beliau justru
> menunjukkan kerinduannya untuk bertemu dalam kebersamaan…
>
>
> Â
> Saatnya Muslim untuk tidak tersandera dalam
“gila-syariah”
>
>
> Makin jelas kita saksikan bahwa Muslim kian tersandera dalam
> “legalistik Islam” dengan mengorbankan maksud mulia dari
sebuah hukum
> dan ajaran. Ini yang telah didamprat berulang-kali oleh Yesus kepada
> para Ahli Kitab ketika mereka begitu mendewakan wujud “syariat
> Taurat-nya”, sampai-sampai membutakan diri terhadap tujuan dan
> jiwa-Taurat itu sendiri: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan
> manusia untuk hari Sabat… Anak Manusia (Yesus) adalah juga Tuhan
atas
> hari Sabat." (Markus 2:27-28). Hukum Tuhan itu sesungguhnya fitrah
> kemanusiaan yang membebaskan, bukan suatu belenggu yang memperbudak:
> “dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan
memerdekakan kamu” (Yohanes 8:32).
>
>
> Â
> Nah, gambar diatas bermaksud mempromosikan religious harmoni yang
> dengan gampang diperlihatkan dengan mewakilkannya kepada para tokoh
> agama. Itu tentu baik-baik saja. Bahwa pada agama tertentu, hal itu
> dianggap merendahkan nabinya (karena nabinya dianggap rankingnya
> melebihi yang lain misalnya), itu tidak usah serta-merta menjadikan
para
>  penganutnya yang gila-syariah harus naik pitam, menteror, dan
mengamuk,
>  bahkan membunuh orang-orang dari pemuja-pemuja
“nabi-inferior” lainnya!
>  Bahkan Yesus yang dipercaya oleh pengikutnya sebagai Lord of Lord
> (bukan sekedar nabi manusia), tidak akan merasa diriNya terhujat oleh
> gambar tersebut. Kenapa? Karena dua hal:
> (1). Karena ketuhananNya tidak akan tergoyahkan oleh ulah si cecere.
Dan
> (2). Karena si cecere (sesungguh-sungguhnya) tidak tahu apa yang telah
diperbuatnya.
> Yesus
>  berdoa kepada Bapa sorgawi ketika Ia paling hebat dihujat manusia,
> yaitu ketika Ia dipaku diatas kayu salib: "Ya Bapa, ampunilah mereka,
> sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."
>
>
>
> Â
> Saatnya Muslim menyidik rasul-rasul yang diklaim Muhammad
> Semua
>  nabi telah datang dan pergi, yang benar-benar  nabi maupun yang
> “nabi-nabian”. Kita tahu bahwa yang
“nabi-nabian” selalu over-concern
> dengan jati-diri kenabiannya yang kurang terdukung oleh tanda-tanda
> ilahi. Maka ia cenderung berimaginasi bahkan merekayasa bual-bualan
> tentang superioritas-kenabiannya. Maka entah benar, entah bual dan
> salah, tetapi menurut versi nabi Muhammad, total ada 124.000
rasul-rasul
>  Islamik yang diutus Allah keseluruh muka bumi (Hadis riwayat
> At-Tirmidzy, dari Abi Zar ra.) dan mencakupi setiap bangsa-bangsa
> Â dunia, dan yang berbicara dalam bahasa kaumnya. Wah, kisah
demikian
> sungguh merupakan konsep pemahaman kenabian yang hebat! Sebab disitu
> seolah tercermin keadilan Allah bagi setiap bangsa yang mendapatkan
> jatah “kue-pewahyuan-Nya”!
>
>
> “Dan
>  sesungguhnya Kami telah mengutus seorang rasul kepada setiap bangsa
> (untuk menyerukan): Sembahlah Allah dan jauhilah Thaghut
(ilah)”
> (Sura
>  16:36, terjemahan tandingan. Bandingkan dengan terjemahan Depag dll
> yang tampak sengaja menghilangkan kata ‘seorang’ karena
hendak
> mengaburkan makna aslinya, seolah Allah telah mengutus rasul Muhammad
> pada semua umat. Pengosongan kata tersebut telah mencemarkan
integritas
> Islam).
> Â
> Jadi,
>  yang telah diutus kesetiap bangsa disini bukanlah Muhammad, melainkan
> tiap-tiap nabi lokal untuk kaumnya, yang mencapai 124.000 rasul itu!
> Tetapi siapakah mereka itu? Sayang Muhammad hanya mampu menyebut 25
nama
>  nabi dalam Quran. Dan sebagian diantara mereka itupun tidak diketahui
> persis siapa, dimana, kapan, bagaimana keabsahan (tanda kerasulan) dan
> perannya dalam membawa pesan-pesan wahyu Allah. Selebihnya 123.975
rasul
>  tidak terjelaskan selamanya oleh Islam! Tidak tercarikan Kitab yang
> dibawakannya atau catatan seruannya, kecuali dikatakan bahwa setiap
> rasul itu adalah “berbahasa kaumnya sendiri, supaya dia
menerangkan
> kepada mereka…” (Sura 14:4). Semuanya kosong, padahal
Kalimat Allah yang
>  dibawa oleh setiap rasul tidak seharusnya terhapuskan oleh manusia
> (jadi pasti menetap ada didunia) dan tidak ada perubahan bagi-Nya
(Sura
> 6:34, 10:64 dll). Â
>
> Â
> Jadi
>  untuk India apakah ia Krisna Dwaipayana Wyasa (Maharesi Abyasa) atau
> Siddharta Gautama yang adalah nabinya Hindu-Budha? Untuk Tiongkok
apakah
>  ia Kong Hu Cu atau Lao Tse? Lalu untuk Indonesia, yang belum ada
> “bangsa Indonesia” diabad itu, melainkan antara lain
bangsa bangsa Kutai
>  dan Taruma, maka manakah nabi-nabinya? Apakah Mulawarman dari Kutai
> atau Purnawarman dari Tarumanegara atau lainnya? Bagaimana dengan
> Amerika dan Australia dengan bangsa Indian dan Aborigin-nya? Atau
bangsa
>  dan kaum Papua dizaman jahiliah? Dimanakah ajaran lisan Kalimat-Nya
> atau tulisan Kitab-Nya? Semakin diusut semakin nyata kepada kita bahwa
> 124.000 rasul-rasul tadi tidak membawa dokumen kenabiannya bahkan
tidak
> membawa jati-diri dan jejak apapun dalam sejarah, ilmu dan arkeologi!
> Dengan kata lain, itu lebih merupakan hasil sebuah bualan atau
kerinduan
>  khayalan, ketimbang pewahyuan! Â
>
> Â
> Lebih
>  jauh lagi, pertanyaan paling bagus untuk setiap Muslim yang tidak
“gila
>  syariah”: “Benarkah 123.975 rasul itu telah betul-betul
menyerukan dan
> menyembah Allah SWT (monotheist) dan menjauhi thaghut, ataukah malahan
> sebaliknya: menyembah “thaghut” dan tidak pernah kenal
apa dan siapa itu
>  Allah Islamik yang tauhid itu?
> Â Â Â
> Menyembah Allah yang Tauhid atau Thagut?
> Jangankan
>  sosok “nabi-nabi misterius” diawal-awal peradaban yang
tak tercarikan
> penyembahannya terhadap Allah yang tauhid, tetapi bahkan admiral
> Tiongkok Zheng He (Cheng Ho) yang dielu-elukan keislamannya di
Indonesia
>  dan diberi gelar Muhammad Cheng Ho, masih tidak betul-betul terbukti
> bahwa ia mengharamkan “Thaghut” yang disembah
Kaisarnya. Â
>
> Â
>
> Â
> Zheng He's tablet paid equal homage
> to all the religions of Sri Lanka's
> warring ethnic groups. Dated February 15, 1409
> Â
>
> Di Sri Langka, ia justru membangun
> monumen yang berisikan satu batu prasasti dengan tiga inskripsi (The
> Galle Trilingual Inscription) Cina, Tamil dan Persia yang serentak
> memuja Budha, Shiva dan Allah dalam bobot yang sama. [Alex Perry A
Testament to an Odyssey, A Monument to a Failure Set in stone: Sri
Lanka].
> Â Â
>
> Saat
>  diucapkan oleh Nabi, tidak ada orang yang kritis bertanya tentang
> matematika 124.000 rasul yang setiapnya beriman kepada 4 entitas
> “surgawi” yang sama, yaitu: Allah â€" malaikat
â€" kitab â€" dan rasul:
> Â
> “Rasul telah beriman kepada Al Quran Â
> Â
> yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, Â
> Â
> demikian pula orang-orang yang beriman.Â
> Â
> Semuanya beriman kepadaÂ
> Â
> *Allah,Â
> Â
> *malaikat-malaikat-Nya,Â
> Â
> *kitab-kitab-Nya, dan Â
> Â
> *rasul-rasul-Nya. Â
> Â
> (Mereka mengatakan):Â Â
> Â
> "Kami
>  tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari
> rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami
taat."
> (Sura 2:285)Â Â
>
> Â
> Tetapi
>  pada kenyataannya yang sejati â€" dan bukan retorika -- tidak
ada satupun
>  Tuhan dari agama lain yang sama dengan Allah SWT yang diklaim oleh
> Muhammad. Tatkala ia berkata : "Kami telah beriman kepada
(kitab-kitab)
> yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami
dan
>  Tuhanmu adalah satu” (29:46), maka Tuhannya adalah Allah
Islamik yang
> tidak mengasihi umat non-Islam, sementara Yahweh Alkitab mengasihi
semua
>  tanpa kecuali, tanpa pamrih dan syarat. Juga nabi-nabinya yang 124.00
> orang (dengan 124.000 kitab) tak ada yang tahu menahu. Begitu pula
> malaikatnya yang punya 600 sayap, dan apalagi Kitab-kitab Suci yang
> pernah ada didunia, tak satupun yang bisa diselaraskan dengan Al-Quran
> yang aneh. Sebab susunan wahyu/firman Allah Islamik disini justru acak
> dan anti-kronologi, dan ini bertentangan dengan Kitab manapun didunia!
> Â Â
>
> Saatnya Muslim menyimak betapa kejiwaan Muhammad itu bernatur
pengkhayal
> Sejak
>  muda, Muhammad memimpikan dirinya menjadi seorang pemimpin rohani,
> sekaliber nabi. Itu sebabnya beliau begitu terpesona dengan kenabian
> Musa, apalagi Isa Al Masih.
> Mengutib salah satu buku yang sangat
> terkenal tentang Islam adalah Sejarah Hidup Muhammad karangan MH.
> Haekal. Disitu digambarkan mimpi dan firasat Muhammad bahwa ia bakal
> menjadi seorang Nabi. Haekal menulis: “Yang menyebabkan dia
(Muhammad)
> lebih banyak merenung dan berfikir, ialah pekerjaannya menggembalakan
> kambing sejak dalam masa mudanya itu. Dia menggembalakan kambing
> keluarganya dan kambing penduduk Mekah. Dengan rasa gembira ia
> menyebutkan saat-saat yang dialaminya pada waktu menggembala itu. Di
> antaranya ia berkata:
> Â
> “Nabi-nabi yang diutus Allah itu gembala kambing.”
> Dan katanya lagi: “Musa diutus, dia gembala kambing,
> Daud diutus, dia gembala kambing.
> Aku diutus, juga gembala kambing keluargaku di Ajyad.” (p.60)
> Â
> Beliau
>  adalah satu-satunya nabi yang tidak risi bermimpi dan berimajinasi
> tentang wajah dan tongkrongan Nabi Musa dan Isa misalnya. Dia tak
sadar
> bahwa pengutaraan sesuatu keghaiban yang sepele tidak bermakna dan
> mandek disitu secara mubazir, hanyalah akan menempatkan kalimatnya
> sebagai sebuah redundant (kemubaziran) yang konyol, karena
“kalau ya, so what?” Kembali, itu hanyalah sebuah bual
atau setidaknya sebuah pelipur lara untuk naik kejenjang kenabian .
> Â
> “Saya melihat
> Nabi-nabi Isa, Musa, dan Ibrahim. Isa merah kulitnya, kriting
rambutnya,
>  lebar dadanya. Dan Musa kemerah-merahan, tinggi besar, tiada keriting
> rambutnya, seolah-olah beliau dari kaum Zuth.” (Bukhari
no.1498).
> Â
> Muhammad juga mengklaim secara redundant bahwa ia tahu makam Musa
tanpa ada kepentingan dan keperluan:
> “Kalau
>  sekiranya aku ada disana, akan kutunjukkan kepadamu makamnya (Musa),
> yaitu dipinggir jalan, didekat tumpukan katsbil ahmar (pasir
merah)”
> (HS. Bukhari 694).Â
> Â
> Muhammad
>  juga melihat Jibril mempunyai 600 sayap (Bukhari 1437). Ia pernah
kena
> sihir, sehingga ia mengkhayalkan mengerjakan sesuatu, padahal beliau
> tidak mengerjakannya (Bukhari 1414). Itu sebabnya mimpi atau khayalan
> Muhammad dalam kisah perjalanan Israa’ (ke Baitul Maqdis-Al
Aqsa di
> Yerusalem) perlu dikritisi, karena tak ada Rumah Tuhan apapun disana
> dikala itu, sejak sejarah mencatat Bait Tuhan telah dihancurkan oleh
> tentara Romawi ditahun 70 M. Diriwayatkan oleh Ibn Mas’ud ra.
bahwa di
> Baitul Maqdis Muhammad bertemu dengan Ibrahim, Musa dan Isa
>  ditengah-tengah sejumlah nabi lainnya. Mereka berkumpul karena
> Rasulullah saw. Kemudian Muhammad shalat bersama mereka (dalam bahasa
> Arab?), dimana beliau menjadi imam….
> Tidakkah itu menceritakan
> bagaimana khayalan Muhammad untuk berkumpul dengan para nabi, dimana
> kerinduannya adalah untuk menempatkan dirinya sebagai nabi nomor satu?
> Â
> Tetapi
>  Bukhari meriwayatkan perjalanan Mi’raj ke Sidratul Muntaha
secara amat
> berbeda dengan Imam Muslim (HS.Bukhari 211). Dan untuk setiap tingkat
> langit beliau bertemu dan bersalam-sapa dengan satu persatu nabi-nabi
> Allah (yang justru sudah disebutkan shalat bersama Muhammad di Baitul
> Maqdis?!). Tetapi Muhammad menjadi begitu pelupa dan menanyakan kepada
> Jibril siapa-siapa mereka satu persatu. Malahan menjadi begitu tolol
> telah menerima hukum wajib shalat 50 x sehari dari Allah,
sampai-sampai
> ia DIKULIAHI Musa berturut-turut bahwa itu adalah frekwensi shalat
yang
> mustahil dapat ditunaikan oleh umat Islam! Bila setiap shalat (berikut
> persiapan wudu) memakan waktu rata-rata 20 menit saja, maka akan
tersita
>  1000 menit (hampir 17jam) buat shalat setiap hari. Itu adalah seluruh
> 100% waktu aktif kerja manusia sehari-semalam, diluar waktu tidur!
Tentu
>  akan mencengangkan bahwa Allah kok bego terlanjur menurunkan
hukum-rodi
>  untuk wajib shalat yang mustahil! Bahkan double bego bahwa Muhammad
kok
>  ya menerima hukum itu dengan suka cita sebelum bertemu dengan Musa
yang
>  mengkuliahi dia?
> Â
> Bagi
>  kita-kita yang mau berpikir wajar, kisah-kisah mustahil semacam itu
> hanya pantas terjadi dalam alam mimpi, dan samasekali bukan pewahyuan
> Allah yang kelak malah dijadikan dasar peribadatan Islam yang paling
> pokok! Semua memperlihatkan khayalan jauh kebawah alam sadar dari
> seorang Muhammad, bahwa beliau sangat mengkhayalkan untuk menampil-kan
> dirinya dalam satu etalase nabi-nabi secara “bergandengan
tangan”, asal saja beliau menjadi imamnya!
> Â
> Maka
>  gambaran CONFUTOPIA diatas agaknya tepat melukiskan bagian dari
> kerinduan Muhammad yang terdalam. Mungkin dia harus ditempatkan
> ditengah-tengah menggantikan posisi Yesus. Sayangnya kenabiannya tidak
> disahkan (diurapi) oleh siapa-siapa kecuali oleh dia juga sendiri
> (bersama istrinya Khadijah) yang menganggapnya harus begitu, lalu
> mengklaim-nya atas nama Allah. Simaklah, sebab tidak ada satupun klaim
> pertemuan dirinya dengan nabi-nabi lain (yang begitu dirindukannya)
yang
>  Â tidak terkesan bual atau khayal. Tanpa saksi tanpa bukti.
> Â
> Ini
>  berlainan (beda antara bumi versus langit) dengan kejadian Yesus yang
> sungguh bertemu muka per muka dengan nabi nabi Musa - yang
> merepresentasikan hukum Tuhan - dan  Elia yang merepresentasikan
> penubuatan profetis, disaksikan oleh 3 orang muridNya. Bacalah
> sebaik-baiknya keabsahan Yesus seperti yang dimaklumatkan oleh suara
Tuhan Elohim sendiri bahwa Yesus adalah ANAK yang wajib didengar oleh
seisi dunia!
> Â
> Enam
>  hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya,
dan
>  bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di
> situ mereka sendiri saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata
mereka;
> wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih
> bersinar seperti terang. Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia
sedang
> berbicara dengan Dia…. Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata
turunlah
> awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar
suara
>  yang berkata:
> "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah
Dia." Mendengar itu tersungkurlah murid-murid-Nya dan mereka sangat
ketakutan” (Matius 17:1-6).
> Â
> Yesus telah berkata berulang kali kepada orang-orang yang kian bebal:
> “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar” (Matius
11:15, 13:9, 43)
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke