Perempuan Amerika Menjadi Muslim JUSTRU Gara-gara Mendengar Fitnah-fitnah Terhadap Islam.
"Kamu mendengar banyak hal tentang Islam dan semuanya jelek, Namun karena itu juga lah alasan saya ingin belajar Islam", ujar Harper. Bingung kan ? Kok bisa ? Baca perjalanan hidupnya berikut ini Stereotip dan kesalahpahaman tentang Islam yang makin marak sejak peristiwa 11 September justru menjadi berkah dan hidayah bagi Jacquelyn Harper. Berbagai tudingan dan tuduhan buruk diarahkan ke Islam. Tapi situasi itu membuat seorang perempuan AS justru penasaran dengan agama Islam. Jacquelyn Harper, seorang Kristiani konservatif jamaah Gereja Lutheran memenuhi rasa ingin tahunya tentang Islam dengan membaca buku-buku tentang Islam. "Anda mendengar banyak hal-hal yang buruk tentang Islam dan itu menjadi alasan bagi saya untuk mempelajari Islam," kata Harper. Menurut Harper, ketika ia membaca buku-buku Islam, ia tak menemukan satupun stereotipe yang ditujukan terhadap agama Islam itu benar. Contohnya masalah perlakuan terhadap perempuan, Harper tak menemukan satupun ajaran Islam yang menindas perempuan seperti yang ia dengar selama ini. "Setelah membaca buku-buku Islam, saya mulai merasakan agama Islam adalah agama yang masuk akal buat saya. Saya sempat syok dan berkata, 'inilah yang saya rasakan, inilah yang saya yakini'," ujar Harper. "Kamu mendengar banyak hal tentang Islam dan semuanya jelek, Namun karena itu juga lah alasan saya ingin belajar Islam," katanya kepada the American-Statesman, awal pekan ini. Survei AS baru-baru ini mengungkap bahwa mayoritas masyarakan AS mempunyai opini negatif tentang Muslim dan hanya tahu sedikit tentang Islam. The Pew Research Center for the People and the Press and the Pew Forum on Religion and Public Life menemukan bahwa pandangan masyarakat AS tentang Islam lebih banyak dipengaruhi oleh media. Pimpinan the Union for Reform Judaism (URJ), gerakan Yahudi terbesar di AS, menuduh media dan politikus AS lah yang telah membangun image jahat dan melukiskan Islam sebagai "figur iblis." Cendekiawan terkenal AS, Stephen Schwartz juga mengritik media Barat yang telah gagal memberitakan Islam dan Arab sejak serangan 11 september. Menjadi lebih baik Harper, 25 tahun, memeluk Islam di akhir Januari tahun ini dan menurutnya keputusan ini telah memberikan dampak positif pada hidupnya. "Saya mulai membaca buku (tentang Islam), dan buku yang pertama kubaca tersebut sunggung langsung mengesankan bagi saya," kenangnya. "Ini benar-benar mengejutkan saya. Saya bilang, 'inilah yang saya rasakan. Inilah yang saya yakini.'" Karena keingintahuanya yang besar, Harper mampu menyelesaikan kursus 8 minggu untuk muallaf wanita dan non-Muslimah di sebuah pusat komunitas muslim. Kursus tersebut mencakup berbagai topik penting dan dasar dalamIslam, seperti puasa, sejarah budaya, pakaian muslim, dan nikah. Saat ini Harper merencanakan mempraktekkan aspek Islam dalam kehidupannya sehari-hari secara pelan-pelan, termasuk memakai jilbab. "Saya merasa jauh lebih baik," akunya. "Ketika kamu melakukan sesuatu yang baik, ini terkait bahwa apa yang kamu lakukan adalah benar dan kamu secara batin juga menjadi pribadi yang lebih baik," imbuhnya. Sumber : www.Mualaf.com http://www.statesman.com/news/conten...Islam-106.html __________________ Tiada Tuhan selain Allah. Shalom, Tawangalun. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
