Refleksi : Jangan dikira bahwa biaya tinggi lantas jujur, masalahnya ibarat 
umpan untuk pancing, makin besar umpannya makin besar ikan yang bisa ditangkap. 
Jadi tidak beda dengan prosedur korupsi. Mau naik pangkat pinggi harus berani 
bayar  supaya bisa dapat pangkat tinggi, kalau sudah pangkat tinggi berarti 
kemungkinan korupsi pun sangat besar tersedia dan tinggal ambil.

http://nasional.kompas.com/read/2011/05/20/02485051/Biaya.Tinggi.Partai.Koruptif


Biaya Tinggi, Partai Koruptif
Jumat, 20 Mei 2011 | 02:48 WIB 

Jakarta, Kompas - Perilaku koruptif yang ditunjukkan sejumlah elite dan kader 
partai politik ditengarai terjadi lantaran tingginya biaya politik. Selain 
meningkatkan pendidikan politik, pembenahan sistem politik juga diperlukan 
untuk menekan praktik korupsi oleh partai politik.

Mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Pramono Anung 
Wibowo di Jakarta, Kamis (19/5), menyebutkan, setiap anggota parpol yang akan 
mencalonkan diri sebagai anggota legislatif, kepala daerah, dan kepala negara 
harus menyiapkan dana tak sedikit.

Hal tersebut terjadi karena pelaksanaan demokrasi masih prosedural dan 
cenderung liberal. "Biaya politik tinggi itu yang menjebak banyak parpol 
berpikir pragmatis," katanya.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham sependapat bahwa praktik korupsi 
anggota atau elite parpol yang marak akhir-akhir ini merupakan dampak demokrasi 
yang terlalu bebas. Hal tersebut juga merupakan bukti kegagalan pendidikan 
politik karena materi masih menjadi pertimbangan dalam memilih anggota 
legislatif, kepala negara, dan juga kepala daerah.

Menurut Idrus dan Pramono, hal yang diperlukan saat ini adalah pembenahan 
sistem demokrasi, khususnya sistem pemilihan umum, yang bisa mencegah praktik 
politik uang.

Pramono menyatakan, penetapan anggota legislatif berdasarkan suara terbanyak 
menimbulkan adanya rivalitas antarcalon sehingga mereka terpaksa melakukan 
berbagai macam cara untuk memenangi pemilu. Bahkan, tidak jarang kader parpol 
yang sudah lama berjuang kalah dengan kader baru yang memiliki cukup modal 
materi untuk mendapatkan dukungan suara.

Sementara itu, Idrus menuturkan, Partai Golkar terus berupaya mewujudkan 
demokrasi yang lebih berkualitas dengan menekan praktik politik uang. Salah 
satunya dengan memangkas praktik politik uang dalam pencalonan. "Kami sudah 
membumihanguskan tiket politik. Jadi siapa pun yang pernah dimintai untuk 
mencalonkan dari Golkar, silakan melapor ke DPP," katanya.

Secara terpisah, Ketua DPP Partai Amanat Nasional Bima Arya Sugiarto mengakui, 
godaan politikus untuk menyeleweng dan korup sangat tinggi. Berdasarkan 
pengalamannya menjadi pimpinan PAN, ia menuturkan, "Baru seminggu menjadi ketua 
DPP, saya ditelepon seseorang dari Kalimantan Selatan yang sudah menyiapkan Rp 
500 juta agar namanya diamankan menjadi calon bupati. Ini baru untuk tingkat 
kabupaten. Salah satu kandidat gubernur bahkan pernah menyiapkan Rp 5 miliar 
untuk pengurus di DPP," ujarnya.

Adapun Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso menyatakan, DPR diyakini masih tetap 
berjuang untuk kepentingan rakyat. Masih ada anggota DPR yang punya hati nurani 
dan bersih dari korupsi. "Jangan digebyah-uyah, jangan digeneralisasi 
seolah-olah seperti itu semua. Jangan nila setitik, rusak susu sebelanga" kata 
Priyo. (NTA/BIL)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke