Boleh jadi dukungan untuk Sri Mulyani (Ani) bukan isapan jempol. 
Tetapi akan lebih baik jika para pendukung bersikap realistis & 
adil, bukan saja terhadap Sri Mulyani tapi terutama terhadap 
Indonesia. 

Realistis, bahwa saat ini mencalonkan Ani tanpa dukungan partai 
berarti memaksa Ani untuk melanggar UUD (konstitusi). Kalaupun 
kelompok pendukung itu (Ronsi cs) mengaku sudah menyiapkan 
kendaraan politik (partai?) untuk bertarung di pilpres 2014, 
bisa dipastikan bahwa kelompok pendukung itu lupa bahwa hakikat 
partai adalah sokoguru ideologi negara-bangsa; organisasi yang 
berlandaskan dan terikat pada ideologi bernegara & berbangsa. 
Tanpa ideologi semacam ini silakan ikuti jejak sang partai instan 
yang kini sedang menuju laut karena hanya berideologi kursi / 
kekuasaan. 

Adil, bahwa yang dibutuhkan Indonesia saat ini bukan hanya 
pemimpin, tapi juga sistem yang cocok untuk menggairahkan 
kehidupan rakyat. Jadi, kalau kelompok pendukung itu berideologi 
kebangsaan juga maka dukunglah Ani untuk mendorong pemerintah & 
DPR membangun sistem bernegara yang sehat. Rakyat belum lupa, 
reformasi birokrasi yang dilancarkan Ani ketika masih berada di 
dalam pemerintahan justru menghasilkan skandal Century dan kasus 
Gayus. 

Sebelum melangkah semakin jauh, sebaiknya kelompok pendukung 
(Ronsi cs) memeriksa kembali jejak mereka, mana tahu ada yang 
belum realistis, belum adil, atau juga berlebihan. 

Sekedar contoh, kelompok pendukung perlu berhati-hati 
mengaitkan golput dengan "kejenuhan masyarakat terhadap partai". 
Perlu ditelaah lebih jauh, betulkah masyarakat jenuh terhadap 
partai atau cuma antipati kepada politikus yang kerjanya hanya 
merusak ideologi negara. Sebab, sejatinya golput itu bukanlah 
gerakan antipartai, melainkan 'suara rakyat' yang menuntut sistem 
bernegara yang demokratis - dimulai dari sistem pemilu yang 
jurdil & luber. 

Jangan pernah lupa bahwa golput lahir sebagai koreksi atas 
penyelenggaraan pemilu yang diikuti 2 partai tapi terus-menerus 
dimenangkan hanya oleh sebuah golongan. 

Jadi, sebelum bicara soal dukung-mendukung calon (orang), saatnya 
sekarang rakyat memaksa partai-partai di DPR untuk berhenti 
merusak negara dan segeralah bekerja membenahi paket UU Politik 
yang ada. 

Dengan paket UU Politik yang ada sekarang, maka apapun partainya, 
siapapun presidennya, rakyat cuma dijadikan angka semata. Baik 
sebagai angka untuk menentukan pemenang pemilu maupun angka yang 
diperlukan si pemenang untuk mengemis utang. Tidak berdaulat. 

--- From: GELORA45 <SADAR@...> 

> http://www.suarapembaruan.com/home/dukungan-untuk-sri-mulyani-pada-2014-bukan-isapan-jempol/7503
>
> Dukungan untuk Sri Mulyani pada 2014 Bukan Isapan Jempol
>
> Sabtu, 4 Juni 2011 | 2:43
>
> Mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati disebut-sebut 
> sebagai salah satu calon presiden 2014. (Foto: Google) 
>
> [JAKARTA] Pencalonan Sri Mulyani oleh elemen-elemen masyarakat yang 
> tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Indonesia untuk Keadilan 
> (SMI K) tampaknya tidak hanya isapan jempol. Salah satu Pengurus 
> Pusat SMI K, Ronsi Daur menyatakan, saat ini, gerakan yang bermula 
> dari dunia maya ini sudah mempunyai massa yang menyebar hampir di 
> seluruh Indonesia. 
>
> Menurut Ronsi, target suara mereka adalah masyarakat yang sudah 
> antipati dengan partai politik dan perilaku politikus di DPR saat 
> ini. 
>
> "Pada 2009 saja hampir 60 persen yang mempunyai hak pilih, tidak 
> memilih atau golput, itu menunjukkan kejenuhan masyarakat terhadap 
> partai dan politikus yang ada. Masyarakat apolitis dan swing voter 
> ini menjadi target utama kami," katanya saat ditemui SP di Rumah 
> Integrasi, Jalan Latuharhari no. 16, Menteng, Jakarta, Jumat (3/6) 
> malam. 
> 
> Dengan kondisi seperti itu, pada Pemilu 2014 masyarakat membutuhkan 
> kehadiran tokoh baru yang jujur, memiliki integritas, dan 
> menjungjung tinggi etika politik yang baik. Selain itu, Ronsi 
> melanjutkan, orang tokoh itu pun harus santun, dan mampu 
> memperjuangkan aspirasi masyarakat. 
>
> "Kami yakin Sri Mulyani merupakan orang yang tepat dan memenuhi 
> syarat tersebut. Untuk itu, kami sudah siap untuk mengusung Sri 
> Mulyani pada 2014 nanti," lanjutnya. 
>
> SMI K berawal dari keprihatinan beberapa elemen masyarakat terhadap 
> perilaku elite politik, membuat banyak masyarakat menjadi apolitis. 
> Selain itu. Sikap pemerintah dan parlemen pada beberapa kasus 
> seperti Century, juga membuat mereka mulai bergerak. Dunia maya, 
> menjadi media dalam menggalang dukungan. SMI K secara resmi di 
> deklarasika pada 14 Februari lalu.
> 
> "Kami mengumpulkan orang-orang yang apatis yang kecewa dengan 
> keadaan saat ini. Kami mngajak untuk mencoba berpikir akan dibawa 
> kemana bangasa ini. Kalau ada yang satu visi, kami siap menyambut 
> dengan tangan terbuka," katanya. 
>
> Hingga saat ini, dengan dijegalnya calon dari jalur independen, 
> tidak membuat langkah SMI K surut. Ronsi menegaskan, SMI K sudah 
> mempersiapkan kendaraan politik yang akan digunakan dalam 
> pertarungan di 2014 nanti. 
> Mengenai calon pendamping Sri Mulyani, ia mengatakan, pihaknya 
> masih mengamati perkembangan politik yang sangat dinamis. 
> 
> Sementara itu, Menurut Indonesianis, dari Nortwestern University, 
> Amerika, Prof Jeffrey Winters, dengan oligarki yang ada saat ini di 
> Indonesia, tidak mudah bagi SMI K, untuk mengusung Sri Mulyani. Ia 
> menyarankan Sri Mulyani untuk segera kembali ke Indonesia, dan 
> mulai terjun ke masyarakat, untuk lebih dikenal dan mengenal 
> masyarakat.
> 
> "World Bank dan IMF tidak terlalu membutuhkan Sri Mulyani, tapi 
> masyarakat Indonesia membutuhkannya. "World Bank mempunyai banyak 
> orang pintar. Namun Indonesia membuthkannya saat ini," katanya.
> [FFS/L-9] 





------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke